Terbit: 4 September 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Manfaat parsley biasanya dijadikan bahan tambahan ke dalam berbagai masakan karena memberikan aroma harum, tetapi juga sudah lama digunakan untuk mengobati berbagai masalah kesehatan. Ketahui kandungan nutrisi dan manfaatnya di bawah ini!

12 Manfaat Daun Parsley, Kandungan, Cara Mengolah

Kandungan Nutrisi Parsley

Sebelum mengetahui apa saja manfaat parsley, ketahui terlebih dahulu kandungan nutrisi parsley yang bagus untuk kesehatan. Dalam 1/2 cangkir atau 30 gram parsley cincang segar mengandung nutrisi berikut ini:

  • Serat: 1 gram
  • Protein: 1 gram
  • Kalori: 11 kalori
  • Karbohidrat: 2 gram
  • Lemak: kurang dari 1 gram
  • Vitamin A: 108% dari angka kecukupan gizi (AKG)
  • Vitamin C: 53% dari AKG
  • Vitamin K: 547% dari AKG
  • Folat: 11% dari AKG
  • Kalium: 4% dari AKG

Manfaat Parsley untuk Kesehatan

Parsley atau juga dikenal sebagai peterseli adalah tanaman berdaun hijau yang memiliki dua jenis, yakni parsley berdaun keriting dari Prancis dan berdaun datar dari Italia. Keduanya sama-sama memiliki kandungan nutrisi yang sangat bagus untuk kesehatan.

Berikut ini adalah berbagai manfaat parsley bagi kesehatan:

1. Mengatasi Gangguan Pencernaan

Parsley dan minyak esensialnya digunakan untuk mengobati sejumlah gejala dan gangguan gastrointestinal, termasuk gas, kembung, sembelit, mual, dan gangguan pencernaan.

Daun parsley bermanfaat bagi pencernaan karena kandungan minyak esensial dapat membantu meningkatkan produksi empedu dan cairan lambung, yang diperlukan sebagai enzim dalam penyerapan makanan dan nutrisi.

Minyak esensial parsley dapat ditambahkan ke dalam bak mandi untuk berendam atau diencerkan dan dioleskan pada perut untuk menghilangkan rasa sakit.

2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Manfaat parsley dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh, karena kadar antioksidan yang tinggi di dalamnya seperti vitamin C dan vitamin A.

Vitamin C membantu menjaga kesehatan usus, tempat di mana sebagian besar sistem imun berada. Sedangkan vitamin A membantu menghasilkan antibodi yang dapat menetralisir patogen penyebab infeksi.

3. Antioksidan

Daun parsley mengandung banyak antioksidan kuat yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Antioksidan adalah senyawa yang dapat membantu mencegah kerusakan sel dari molekul yang disebut radikal bebas.

Tubuh pada dasarnya membutuhkan keseimbangan antioksidan dan radikal bebas yang sehat untuk menjaga kesehatan secara optimal.

Antioksidan utama dalam parsley, termasuk flavonoid, karotenoid, dan vitamin C. Masing-masing antioksidan ini memiliki manfaat berikut:

  • Flavonoid utama terbagi dua termasuk myricetin dan apigenin, yang dapat menurunkan risiko kanker usus besar, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
  • Karotenoid juga terbagi dua, yakni beta-karoten dan lutein. Keduanya dapat membantu mengurangi risiko penyakit tertentu seperti kanker paru-paru.
  • Vitamin C memiliki efek antioksidan yang kuat dan berperan penting dalam mendukung kesehatan kekebalan dan melindungi tubuh dari penyakit kronis.

4. Melawan Peradangan

Peradangan merupakan salah satu gejala yang seringkali mengganggu kesehatan, bahkan peradangan bisa berakibat fatal. Untuk mengatasi gejala ini, manfaat parsley dapat membantu meredakan peradangan karena mengandung antioksidan tinggi seperti vitamin C, A, dan E.

Kandungan daun parsley juga dapat membantu mengurangi risiko radang sendi dan juga dapat mengurangi risiko aterosklerosis, Alzheimer, dan penyakit Parkinson, karena kaya akan kandungan flavonoid.

5. Menjaga Kesehatan Mata

Kandungan lutein, beta karoten, dan zeaxanthin adalah tiga karotenoid dalam peterseli yang dapat membantu melindungi mata dan meningkatkan penglihatan yang sehat. Karotenoid adalah pigmen yang dapat ditemukan pada tumbuhan dan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.

Lutein dan zeaxanthin berkhasiat mencegah degenerasi makula terkait usia, penyakit mata yang tidak dapat disembuhkan, dan penyebab utama kebutaan di seluruh dunia.

Sedangkan beta karoten adalah karotenoid yang membantu menjaga kesehatan mata. Karotenoid ini dapat diubah menjadi vitamin A di tubuh.

6. Menjaga Kesehatan Tulang

Tulang pada dasarnya membutuhkan vitamin dan mineral tertentu dalam jumlah yang bervariasi agar tetap sehat dan kuat. Salah satu vitamin dalam daun parsley memiliki vitamin K, nutrisi yang penting untuk kesehatan tulang.

Manfaat vitamin K dapat membantu membentuk tulang yang lebih kuat dengan mendukung sel-sel pembangun tulang yang disebut osteoblas. Vitamin K  juga mengaktifkan protein tertentu yang meningkatkan kepadatan mineral tulang, merupakan ukuran jumlah mineral yang ada di tulang.

Baca Juga: 12 Manfaat Daun Seledri untuk Kesehatan Tubuh

7. Antibakteri dan Antijamur

Manfaat peterseli bagus dengan melawan infeksi dan bakteri, sehingga dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan gigi. Minyak esensial yang terkandung di dalam peterseli dipercaya efektif membasmi jamur dan membersihkan noda akibat bakteri pada kulit.

Minyak esensial peterseli yang tersimpan di dalam daun, akar, dan biji peterseli juga bermanfaat sebagai antimikroba. Biasanya, minyak ni digunakan dalam sabun, deterjen, parfum, dan produk kebersihan lainnya karena mampu membunuh bakteri dan menghilangkan bau.

8. Mengontrol Gula Darah

Kandungan antioksidan dalam parsley secara efektif dapat membantu mengurangi kadar gula darah tinggi. Kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan, seperti resistensi insulin, diabetes, penyakit jantung, dan sindrom metabolik.

Seiring makan makanan seimbang, cobalah menambahkan parsley ke dalam masakan untuk dapat membantu mengontrol kadar gula darah yang sehat.

9. Mengobati Infeksi Kandung Kemih

Jika mengalami infeksi saluran kemih (ISK), sebaiknya pertimbangkan untuk menambahkan peterseli ke dalam makanan Anda. Ini karena manfaat peterseli dapat mengobati infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan kandung kemih.

Peterseli mengandung bahan kimia yang menyebabkan kontraksi otot di usus, kandung kemih, dan rahim. Oleh karenanya, gangguan pencernaan, ISK, dan kram menstruasi biasanya dapat diobati dengan ramuan ramuan dari daun ini.

10. Menyehatkan Ginjal

Seperti yang disinggung sebelumnya, khasiat peterseli untuk bagus ginjal termasuk berpotensi menurunkan risiko batu ginjal dan membantu mengatur tingkat pH tubuh dengan mengurangi keasaman.

Sebuah penelitian di tahun 2017 menyimpulkan bahwa peterseli bertindak sebagai obat antiurolitik melalui penurunan ekskresi kalsium urine, peningkatan pH urine, dieresis, penurunan ekskresi protein urine, dan melalui aktivitas nefroprektifnya.

11. Menjaga Kesehatan Jantung

Manfaat peterseli dapat menjaga kesehatan jantung karena kandungan di dalamnya memiliki folat yang merupakan bentuk vitamin B kompleks.

Tubuh membutuhkan folat untuk mengubah homosistein, sejenis asam amino yang ditemukan di dalam darah. Itu artinya vitamin ini sangat berperan penting dalam melindungi jantung.

Homosistein adalah molekul yang berpotensi menimbulkan masalah yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah jika tidak terkontrol. Jika mengalami kondisi ini berpotensi menyebabkan serangan jantung atau stroke.

12 Melawan Kanker

Peterseli mengandung minyak minyak atsiri, termasuk myristicin, limonene, eugenol dan alpha-thujene. Komponen minyak yang kuat ini bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan pembentukan kanker, khususnya memperlambat pertumbuhan tumor, menetralkan stres oksidatif, dan melawan karsinogen.

Manfaat peterseli juga dapat membantu melindungi DNA dari kerusakan, menghentikan mutasi sel, dan membantu menginduksi apoptosis atau kematian sel berbahaya.

Salah satu senyawa minyak atsiri peterseli yang disebut apigenin, dapat menghambat sintesis sel kanker payudara yang bergantung pada progestin. Menurut penelitian oleh American Association of Cancer di tahun, ini secara signifikan menunda perkembangan dan menurunkan risiko tumor payudara.

Baca Juga: 9 Manfaat Batang Seledri untuk Kesehatan yang Harus Diketahui

Cara Mengolah Parsley untuk Makanan

Peterseli adalah daun serbaguna yang mudah ditambahkan ke dalam berbagai macam makanan. Berikut beberapa cara untuk menambahkan peterseli ke dalam makanan:

  • Menggunakan sebagai hiasan pada pasta atau sup.
  • Potong dan tambahkan ke dalam salad.
  • Tambahkan ke dalam smoothie untuk menambah nutrisi dan rasa.
  • Menggunakan sebagai topping pizza buatan sendiri.
  • Mencampurkan ke dalam jus.
  • Menaburkan pada sup dan semur.
  • Menggunakan sebagai bumbu ikan, ayam, dan daging.

Efek Samping Parsley

Meski bermanfaat, tetapi harus berhati-hati karena terlalu banyak mengonsumsi parsley dapat menimbulkan efek samping seperti peningkatan buang air kecil dan sakit perut.

Makan parsley yang berlebihan pada ibu hamil juga harus dihindari karena secara alami berpengaruh pada kadar hormon dan siklus haid. Parsley juga tidak baik bagi penderita batu ginjal atau asam urat karena adanya kandungan oksalat di dalamnya.

Jadi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin mengonsumsi parsley ya, Teman Sehat!

 

  1. Enloe, Autumn. 2019. Parsley: An Impressive Herb With Health Benefits. https://www.healthline.com/nutrition/parsley. (Diakses pada 4 September 2020)
  2. Levy, Jillian. 2019. Parsley Benefits for Immunity, Digestion & More. https://draxe.com/nutrition/parsley-benefits/. (Diakses pada 4 September 2020)
  3. Wolff, Carina. 2019. 10 Powerful Health Benefits of Parsley You Never Knew About. https://www.thehealthy.com/nutrition/parsley-health-benefits/. (Diakses pada 4 September 2020)
  4. Zamarripa, Maria. 2019. 8 Impressive Health Benefits and Uses of Parsley. https://www.healthline.com/nutrition/parsley-benefits#TOC_TITLE_HDR_7. (Diakses pada 4 September 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi