Terbit: 26 Agustus 2021 | Diperbarui: 27 Agustus 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Selain akarnya, manfaat daun ginseng juga tak kalah bagusnya untuk kesehatan. Ini karena daun ginseng merupakan sumber ginsenosides yang luar biasa, salah satu khasiatnya adalah antikanker. Simak penjelasan selengkapnya tentang manfaat lain dan cara mengolah daun ginseng di bawah ini!

10 Manfaat Daun Ginseng untuk Kesehatan, Antidiabetes hingga Antikanker

Kandungan Daun Ginseng

Ekstrak batang daun ginseng mengandung berbagai bahan aktif yang bagus untuk beberapa masalah kesehatan, termasuk:

  • Ginsenosides
  • Polisakarida
  • Triterpenoid
  • Flavonoid
  • Minyak atsiri
  • Alkohol poliasetil
  • Peptida
  • Asam amino
  • Asam lemak

Manfaat Daun Ginseng untuk Kesehatan

Tidak kalah dengan akarnya, daun ginseng juga memiliki banyak manfaat yang bagus untuk membantu mengobati dan mencegah masalah kesehatan. Hal ini berkat kandungan di dalamnya yang sangat luar biasa bermanfaat.

Berikut ini daftar manfaat daun ginseng untuk kesehatan:

1. Mencegah Diabetes

Ekstrak daun ginseng memiliki efek antidiabetes alias kencing manis. Baik daun maupun akar ginseng dapat membantu meningkatkan kandungan basal dan sekresi insulin yang bergantung pada glukosa dalam darah.

Berdasarkan penelitian, bahan aktif dan sifat hipoglikemik daun ginseng Amerika diperiksa melalui pengamatan dengan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) pada tikus diabetes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun ginseng Amerika secara signifikan dapat mengurangi kadar glukosa darah.

Tes toleransi glukosa intraperitoneal menunjukkan bahwa ekstrak daun secara signifikan meningkatkan pembuangan glukosa. Dengan demikian, ekstrak daun ginseng (dengan hasil ginsenoside yang tinggi) dapat menjadi alternatif untuk pengobatan kencing manis. Anti-hiperglikemik serupa juga terdapat dalam daun ginseng China.

2. Meningkatkan Pertumbuhan dan Metabolisme

Ginsenosides dalam daun ginseng China secara signifikan meningkatkan kandungan protein dan RNA otot dan hati pada tikus, bahwa ginsenosides mampu mempercepat pertumbuhan pada babi muda. Ginsenosides mungkin memiliki pengaruh langsung pada RNA dan sintesis protein.

Asupan ginsenosides dari daun ginseng ditambah dengan latihan aerobik dapat membantu menurunkan lipid serum, mengatur metabolisme lipid, meningkatkan antioksidan, dan meningkatkan aktivitas kekebalan tubuh.

Pemberian secara oral ginsenosides ekstrak dari batang daun ginseng secara signifikan dapat menghambat kenaikan total lipid, kolesterol, dan trigliserida pada kelinci. Meski begitu, khasiatnya masih memerlukan lebih banyak penelitian, terutama pada manusia.

3. Menyehatkan Kardiovaskular

Ekstrak daun ginseng memberikan efek pengawet pada sistem jantung dan pembuluh darah dan mencegah iskemia miokard pada hewan percobaan. Iskemia miokard adalah gangguan karena kurangnya aliran darah menuju jantung.

Pemberian ekstrak daun ginseng Amerika pada anjing, memberikan efek penurunan secara signifikan terhadap ukuran infark miokard, aktivitas serum creatine kinase (CK), lactate dehydrogenase (LDH), kandungan asam lemak bebas serum (FFA), dan laktoperoksidase (LPO).

Untuk waktu yang sama, aliran darah miokard meningkat dan resistensi pembuluh darah koroner menurun. Hasilnya telah menunjukkan bahwa ekstrak daun ginseng mencegah iskemia miokard, menghambat peroksidasi lipid membran yang dimediasi radikal bebas oksigen, meningkatkan aktivitas antioksidan endogen, dan meningkatkan suplai darah miokard.

4. Anti-Obesitas

Obesitas adalah gangguan medis serius yang dapat menyebabkan segudang masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, hipertensi, dan kencing manis.

Ekstrak daun, buah, dan akar ginseng Amerika dan China, serta total ginsenosides daun ginseng China memiliki aktivitas anti-obesitas pada hewan. Begitu juga ekstrak daun ginseng Amerika secara signifikan bisa mengurangi berat badan pada tikus dewasa.

5. Efek Antikanker

Manfaat daun ginseng memberikan efek antikanker. Efek ini ditemukan setelah pemberian bersama polisakarida asam dari daun ginseng China yang meningkatkan efek terapeutik dan mengurangi komplikasi hematopoietik, yang terjadi karena kemoterapi sistemik atau terapi radiasi.

Polisakarida asam menjadi agen imunotropik baru dan kuat untuk meningkatkan kekebalan seluler dan obat anti-kanker, misalnya mengobati kanker urologis. Ekstrak daun ginseng India juga memiliki aktivitas antikanker.

Saponin total dari batang daun Panax ginseng memiliki genotoksisitas dan apopotosis yang diinduksi siklofosfamid (senyawa antikanker) dalam sel sumsum tulang dan limfosit perifer pada tikus. Dengan begitu, ekstrak daun ginseng bisa menjadi antikanker.

Baca Juga: Ginseng Korea: 10 Manfaat untuk Kesehatan, Kandungan, & Efek Samping!

6. Antioksidan

Ekstrak dari akar ginseng Amerika dan buahnya memiliki sifat antioksidan. Begitu juga ekstrak daun ginseng. Kandungan antioksidan juga terdapat dalam ekstrak daun ginseng Korea, baik  daun gingseng budidaya maupun yang liar.

Manfaat senyawa antioksidan untuk tubuh mampu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Ini dapat membantu mencegah berbagai penyakit seperti katarak, gangguan fungsi ginjal, aterosklerosis, dan kanker.

7. Mencegah Kelelahan

Manfaat daun ginseng Cina dalam bentuk ekstrak memiliki efek antikelelahan. Pada tikus percobaan, pemberian secara oral saponin ekstrak dari daun ginseng China secara signifikan mampu memperpanjang waktu berenang, menghambat peningkatan asam laktat darah, dan mengurangi glikogen otot hati dan rektus femur. Ekstrak daun ginseng juga memudahkan sintesis protein dan ekspresi mRNA di hati dan jaringan otot.

8. Antipenuaan

Berdasarkan uji klinis, daun ginseng dapat membantu memperbaiki berbagai gejala yang berhubungan dengan penuaan, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan endokrin, menangkal radikal bebas, dan menyesuaikan flora di usus.

9. Antidiuretik

Antidiuresis adalah sifat farmakologis lain dari ginsenoside dari daun Panax ginseng. Total ginsenosides dari daun ginseng dapat membantu menahan air dan natrium, meningkatkan ekskresi kalium dan mengurangi rasio natrium/kalium urine pada tikus.

10. Antiulkus

Akar Panax ginseng sudah menjadi salah satu bahan dalam pengobatan China untuk mengobati masalah pencernaan. Penelitian telah menunjukkan bahwa fraksi polisakarida kasar dari daun ginseng menunjukkan aktivitas anti-ulkus yang kuat terhadap lesi lambung akut pada tikus.

Baca Juga: 20 Manfaat Ginseng untuk Wajah dan Kesehatan

Cara Mengolah Daun Ginseng

Daun ginseng terutama bermanfaat untuk mengobati berbagai masalah kesehatan. Sebagai obat alami untuk berbagai masalah kesehatan, daun ginseng bisa Anda buat dalam bentuk ekstrak atau teh.

Berikut ini cara membuat ekstrak dan teh daun ginseng:

1. Ekstrak

Ekstrak daun ginseng adalah salah satu cara paling populer untuk mengonsumsinya. Anda dapat membuatnya di rumah dengan mudah dan memiliki banyak kegunaan. Beberapa manfaat utama dari teh daun ginseng, termasuk sifat antikelelahan, antihiperglikemik, antiobesitas, dan antipenuaan.

2. Teh

Seduh daun ginseng muda kering selama sekitar lima menit dalam air panas untuk mendapatkan infus obat. Selain menenangkan, teh ini memiliki rasa yang sangat menyenangkan. Sebaiknya minum teh ini tanpa tambahan gula.

Daun ginseng tersedia dalam bentuk kering, dalam bentuk curah, atau teh celup, sendiri atau campuran dengan herbal lain. Anda bisa mendapatkannya di toko herbal, supermarket, atau secara online.

Dengan mengetahui manfaat daun ginseng dan cara mengolahnya bisa membantu Anda dalam mencegah dan mengobati masalah kesehatan. Selain itu, bahan herbal ginseng dinilai efektif untuk pemeliharaan kesehatan.

 

  1. HerbaZest Editorial Team. 2020. Ginseng Leaves. https://www.herbazest.com/herbs/ginseng/ginseng-leaves (Diakses pada 26 Agustus 2021)
  2. Perkins, Sabrina. 2016. The Ancient Benefits of Ginseng Leaf Extract for Your Hair. https://www.naturallycurly.com/curlreading/ingredients/the-ancient-benefits-of-ginseng-leaf-extract-for-your-hair (Diakses pada 26 Agustus 2021)
  3. Wang, Hongwei et al. 2009. Ginseng leaf-stem: bioactive constituents and pharmacological functions. https://cmjournal.biomedcentral.com/articles/10.1186/1749-8546-4-20 (Diakses pada 26 Agustus 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi