Manfaat dan Risiko Menggunakan Kontrasepsi IUD

fungsi-dan-risiko-IUD-doktersehat
photo credit: Time.com

DokterSehat.Com – Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh pasangan untuk mengendalikan kehamilan adalah dengan memakai alat kontrasepsi. Alat ini terdiri dari beberapa jenis mulai dari yang paling mudah dipakai dan didapatkan, kondom, hingga ke jenis lain seperti pil KB dan suntik. Terakhir, wanita juga bisa menggunakan IUD untuk perlindungan jangka panjang.

Oh ya, meski alat kontrasepsi memiliki manfaat untuk mencegah kehamilan, penggunaan jangka panjang juga menimbulkan efek samping. Efek samping yang bisa didapatkan oleh wanita adalah obesitas hingga infeksi. Pada beberapa kasus, ada juga wanita yang tidak cocok dengan jenis hormon yang dipakai oleh kontrasepsi.

Efek samping dari kontrasepsi juga bisa didapatkan oleh wanita yang memakai IUD. Apa saja risiko yang akan didapatkan serta manfaat penggunaannya, simak ulasan di bawah ini, ya.

Manfaat penggunaan IUD

IUD yang biasanya dipakai oleh wanita memiliki cukup banyak manfaat. Berikut beberapa manfaat yang akan didapatkan secara langsung pasca pemasangan alat di serviks dan mulut rahim.

  1. Persentase pencegahan nyaris sempurna

Alat kontrasepsi memiliki kemungkinan pencegahan kehamilan yang cukup besar. Kontrasepsi IUD ini sendiri baik jenis hormonal atau tembaga sama-sama mencegah kehamilan hingga 99 persen. Dengan angka yang cukup besar, pasangan bisa melakukan seks dengan lebih nyaman tanpa takut terjadi pembuahan meski ejakulasi terjadi di dalam.

Oh ya, meski persentase pencegahan kehamilan nyaris sempurna, alat itu tidak akan bisa mencegah penularan penyakit seks. Penularan penyakit seks tetap bisa terjadi seumpama seks dilakukan tanpa kondom. Jadi pertimbangkan hal ini juga saat berhubungan seks dengan pasangan.

  1. Bisa untuk pemakaian jangka panjang

KB jenis hormonal yang meliputi suntik dan juga pil biasanya hanya bertahan selama beberapa bulan. Saat berganti bulan wanita harus suntik lagi atau minum pil KB yang diberikan oleh dokter atau bidan. Kalau dua hal itu tidak dilakukan, kemungkinan wanita mengalami hamil akan tinggi kalau seks dilakukan tanpa kondom.

Dengan IUD, Anda tidak perlu khawatir dengan aktivitas lagi. Pasalnya alat akan diganti setiap 5-10 tahun sekali. Dengan waktu yang panjang ini, kelalaian untuk melakukan KB lagi tidak akan terjadi lagi. Selain itu, Anda juga akan lebih hemat.

  1. Tidak menyebabkan obesitas

Sebagian besar alat kontrasepsi hormonal bisa memicu kenaikan berat badan pada wanita. Kalau wanita tidak bisa menjaga pola makan dan tidak berolahraga, tubuh akan mengalami penambahan lemak dengan cepat.

IUD yang hormonal mungkin bisa menyebabkan hal yang sama, tapi kemungkinannya kecil. Kalau Anda tidak mau ambil risiko bisa memakai jenis tembaga yang lebih aman.

  1. Aman untuk ibu yang sedang menyusui

Kontrasepsi IUD hormonal sangat cocok untuk ibu yang menyusui. Kandungan hormonnya tidak memengaruhi jumlah ASI yang keluar dan tidak memberikan efek samping ke bayi.

Efek samping penggunaan IUD

IUD memberikan manfaat yang besar, tapi alat ini juga ada efek samping atau risiko yang cukup besar, berikut risiko IUD.

  • Setelah IUD dimasukkan ke serviks dan kaki-kakinya menempel di mulut rahim, tubuh akan menyesuaikan diri. Beberapa wanita akan mengalami infeksi pada pelvis selama 3 minggu sebelum akhirnya membaik.
  • Kerusakan organ dalam kalau saat memasukkan tidak berjalan dengan benar.
  • IUD masuk ke rahim.
  • Rasa sakit saat berhubungan seks khususnya dirasakan oleh pria. Tali dari IUD kadang agak lancip dan melukai penis yang menyentuh serviks.

Nah, inilah manfaat dan risiko dari kontrasepsi IUD. Sebelum memutuskan untuk memakainya, lakukan konsultasi dengan dokter agar aman dan risiko bisa diturunkan.