Di Indonesia, saus termasuk dalam bahan makanan yang cukup sering dikonsumsi. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam membuat rasa makanan menjadi lebih nikmat. Hanya saja, banyak orang yang menyebut saus sebagai makanan yang tidak sehat. Apakah anggapan ini benar?

saus-fakta-doktersehat

Dampak Kebiasaan Makan Saus bagi Kesehatan Tubuh

Ada banyak sekali jenis saus yang bisa kita konsumsi, namun biasanya kita memilih saus tomat dan saus sambal. Kedua jenis saus ini cenderung memiliki rasa yang pedas sehingga membuat rasa makanan yang diberi tambahan saus akan terasa jauh lebih mantap.

Berikut adalah beberapa fakta terkait dengan saus yang sering kita konsumsi ini.

  1. Memiliki Kandungan Vitamin

Jika kita membuat sendiri saus atau membeli saus yang terbuat dari bahan organik, maka kita bisa mendapatkan vitamin A dan vitamin C dala jumlah yang cukup tinggi. Vitamin A dikenal luas bisa membuat kesehatan mata, kulit, serta tulang semakin meningkat. Sementara itu, vitamin C bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat kita tidak mudah jatuh sakit.

Hanya saja, jika kita membeli saus botolan, pastikan untuk mengecek label kemasannya. Ada baiknya kita memilih saus botolan yang sudah memiliki kandungan vitamin demi mendapatkan manfaat kesehatannya.

  1. Memiliki Kandungan Antioksidan

Bahan utama saus, yakni cabai dan tomat memiliki kandungan antioksidan berjenis karotenoid yang kita kenal sebagai likopen. Sebagaimana antioksidan pada umumnya, kandungan ini bisa melawan paparan buruk radikal bebas, melawan kerusakan pada sel, hingga membantu proses regenerasi atau perbaikan sel-sel yang rusak. Antioksidan juga dikenal sebagai pencegah datangnya berbagai macam kanker yang berbahaya.

  1. Kandungan Lemaknya Cenderung Rendah

Jika kita membandingkan dengan mayones, saus sambal serta saus tomat tentu memiliki kadar kalori dan lemak yang lebih rendah. Hal ini berarti, kita tidak perlu khawatir dengan berlebihan saat mengonsumsinya. Hanya saja, pastikan untuk tidak mengonsumsinya terlalu sering atau terlalu banyak demi menjaga asupan kalori dan lemak.

  1. Memiliki Kandungan Garam yang Tinggi

Food Standards Agency (FSA) menyebut saus tomat dan saus sambal yang dikemas di dalam sachet atau botolan cenderung tinggi kandungan natrium atau garam. Sebagai contoh, jika kita mengonsumsi saus sachetan sebanyak 100 gram saja, maka kadar natriumnya bisa mencapai 0,5 hingga 0,6 gram. Sementara itu, di dalam 100 gram saus botolan biasanya sudah terdapat natrium sebanyak 1,2 gram.

Garam memang bisa membuat rasa makanan menjadi lebih nikmat dan gurih, namun hal ini bisa menyebabkan dampak buruk berupa meningkatnya tekanan darah dengan drastis jika dikonsumsi dengan berlebihan. Padahal, jika sampai kita terkena hipertensi, risiko terkena masalah kesehatan yang lebih serius seperti stroke dan penyakit jantung akan naik.

  1. Memiliki Kandungan Gula yang Tinggi

Tak hanya tinggi kandungan garam, ternyata, hampir semua produk saus yang beredar di pasaran cenderung tinggi kandungan gula. Bahkan, penelitian membuktikan bahwa jika kita mengonsumsi saus botolan sebanyak satu sendok makan saja, sudah bisa mendapatkan gula sebanyak empat gram. Padahal, pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi asupan gula harian maksimal 50 gram saja.

Jika kita mengonsumsi saus dengan makanan-makanan dengan kandungan kalori atau lemak tinggi seperti kentang goreng, gorengan, dan lain-lain, bisa jadi hal ini akan berimbas pada meningkatnya risiko terkena beberapa jenis masalah kesehatan seperti diabetes atau obesitas. Melihat fakta ini, sebaiknya memang kita membatasi asupan saus agar tidak berlebihan.

 

Sumber:

  1. Thomas, Pat. 2010. Behind the Label: tomato ketchup. https://theecologist.org/2010/nov/23/behind-label-tomato-ketchup. (Diakses pada 15 Januari 2020).