Terbit: 10 September 2018 | Diperbarui: 25 Januari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Memiliki jenis kulit yang rentan bejerawat memang membuat Anda harus lebih berhati-hati dalam memilih produk perawatan kulit. Salah satunya adalah menggunakan produk-produk yang mengandung clindamycin untuk jerawat.

Manfaat Clindamycin untuk Mengobati Jerawat

Clindamycin obat apa?

Clindamycin adalah salah satu bahan antijerawat yang banyak disarankan oleh para dermatologis. Manfaat clindamycin bertindak sebagai antibiotik yang menghentikan perkembangan bakteri penyebab jerawat.

Baca juga: 6 Penyebab Jerawat di Pipi dan Tips Mengatasinya

Jenis Clindamycin untuk jerawat

1. Clindamycin topikal

Bagi pasien yang menggunakan clindamycin untuk jerawat dalam bentuk topikal, berikut caranya:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

1.1. Cuci wajah berjerawat

Setelah mencuci atau mencukur wajah, sebaiknya tunggu 30 menit sebelum menerapkan obat ini. Alkohol di dalamnya dapat mengiritasi kulit yang baru dicuci atau dicukur.

1.2 Hindari api saat pakai clindamycin toner

Clindamycin toner mengandung alkohol dan mudah terbakar. Jangan gunakan dekat panas, dekat api terbuka, atau saat merokok.

Obat clindamycin mengandung alkohol dan mudah terbakar. Jangan gunakan dekat panas, dekat api terbuka, atau saat merokok.

1.3 Batasi pemakaian clindamycin

Penting bahwa Anda tidak menggunakan obat clindamycin untuk jerawat lebih sering daripada yang disarankan dokter Anda. Ini dapat menyebabkan kulit Anda menjadi terlalu kering atau teriritasi.

Baca juga: Ragam Vitamin dan Mineral yang Ampuh Usir Jerawat

2. Clindamycin kapsul

Sebagai tambahan informasi, obat clindamycin sendiri biasa dikemas dalam bentuk kapsul maupun gel topikal. Kendati demikian, ternyata penggunaan clindamycin ini tidak boleh sembarangan dan harus di bawah pengawasan dokter.

Clindamycin sendiri ternyata menghentikan proses perkembangbiakan bakteri pada kulit, tidak heran jika kulit menjadi lebih steril.

Kendati demikian, ternyata penggunaan obat clindamycin juga menimbulkan sejumlah efek samping di antaranya sakit perut, mual, muntah, diare, dan gatal-gatal.

Selain itu, clindamycin juga tidak boleh digunakan atau dikonsumsi secara bersamaan dengan erythromycin karena kedua kombinasi kedua obat tersebut justru membuat kedua obat menjadi kurang efektif.

Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk mengonsultasikan terlebih dulu kepada dokter ahli untuk mengonsumsi clindamycin secara aman dan tepat. Clindamycin adalah golongan obat antibiotik, penggunaan obat ini harus dengan resep dan harus selalu berada dalam pengawasan dokter.

Baca juga: 4 Jenis Masalah Kulit yang Sering Disangka Jerawat

Dosis Clindamycin

Dosis obat clindamycin akan berbeda untuk pasien yang berbeda. Ikuti perintah dokter Anda atau petunjuk pada label. Informasi berikut hanya mencakup dosis rata-rata obat clindamycin. Jika dosis Anda berbeda, jangan mengubahnya kecuali dokter Anda menyuruh melakukannya.

Jumlah obat clindamycin yang Anda ambil tergantung pada kekuatan obat. Jumlah dosis clindamycin yang Anda ambil setiap hari, waktu yang diizinkan antara dosis, dan lamanya waktu meminum obat tergantung pada masalah medis di mana Anda menggunakan obat.

1. Bentuk sediaan topikal (busa) untuk jerawat:

  • Orang dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas — Terapkan sekali sehari ke area yang terkena jerawat.
  • Bayi dan anak-anak hingga usia 12 tahun — Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter Anda.

2. Bentuk sediaan topikal (gel, larutan, dan suspensi) untuk jerawat:

  • Orang dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas — Lakukan dua kali sehari ke area yang terkena jerawat.
  • Bayi dan anak-anak hingga usia 12 tahun — Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter Anda.

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Patricia Aulia


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi