Terbit: 15 April 2020 | Diperbarui: 16 Mei 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Manfaat cabai jawa mungkin jarang diketahui. Cabai jawa adalah tanaman rempah dan herbal asli Indonesia yang juga termasuk dalam kelompok empon-empon. Masyarakat tradisional menggunakan cabai jawa untuk kebutuhan kuliner dan obat tradisional. Ketahui manfaat cabe jawa, kandungan, dan efek sampingnya.

5 Manfaat Cabai Jawa untuk Kesehatan – Kandungan, Efek Samping, dll

Apa Itu Cabai Jawa?

Cabai jawa bukanlah kerabat dari tanaman cabai (Capsicum frutescens) biasa yang Anda gunakan sebagai sambal, namun cabai jawa adalah kerabat dekat dari lada hitam (Piper nigrum). Cabai jawa atau lebih sering diucapkan dengan nama cabe jawa merupakan rempah asli dari Asia Tenggara yang juga ditanam dan dibudidayakan di Indonesia, India, Thailand, Afrika, dan China.

Cabai jawa (Piper longum) memiliki bentuk kecil dan panjang sekitar 3-5 cm. Tanaman ini tumbuh ke atas dengan banyak butiran atau biji-biji berkelompok di sepanjang tubuhnya. Beberapa kalangan menanam cabai jawa sebagai tanaman hias karena struktur tanamannya yang terlihat unik.

Cabai jawa memiliki dua variasi warna, hijau dan merah. Cabai jawa yang berwarna hijau segar akan berubah menjadi hitam, sementara cabai jawa merah akan berubah menjadi warna merah tua saat dikeringkan. Cabai jawa inilah yang digunakan untuk makanan Romawi, India, hingga gaya Mediterania. Cabai jawa kering berwarna hitam memiliki harga yang lebih tinggi.

Rasa cabai jawa juga unik, yaitu rasa pedas seperti khas lada hitam namun tidak terlalu menyengat dan panas. Cabai jawa juga memberikan rasa seperti buah yang kuat dan aroma yang khas bunga atau wangi rempah. Di Indonesia, cabai jawa digunakan sebagai pelengkap bumbu dalam menu tradisional seperti tongseng, lodeh, dan sebagainnya.

Kandungan Cabai Jawa

Sama seperti rempah lainnya, cabai jawa juga mengandung nutrisi dan vitamin alami yang bagus untuk kesehatan. Berikut ini kandungan cabai jawa:

  • Alkaloid
  • Asam amino bebas
  • Beta sitosterol
  • Efek analgesik
  • Eugenol
  • Glikosida
  • Piperin
  • Resin
  • Gula
  • Lemak jenuh
  • Minyak atsiri
  • Piperatin
  • Piplartin
  • Piperidin
  • Piperlonguminine
  • Myrcene
  • Terpenoid
  • Quercetin
  • Triacontane
  • Sylvatine
  • Beta-sitosterol
  • Filfiline
  • Sitosterol
  • Methyl piperate
  • Terpinil asetat
  • Sitronelil asetat
  • Saponin
  • Polifenol
  • Resin (kavisin)
  • Linalool
  • Asam palmitik
  • Zat pedas piperin 4-6%

Itulah senyawa kimia alami dan nutrisi dalam cabai jawa. Kandungan ini berkontribusi pada sistem tubuh dan kesehatan bila diolah dan dikonsumsi dengan benar.

Manfaat Cabai Jawa untuk Kesehatan

Cabai jawa dikenal dengan banyak nama di seluruh dunia seperti piper longum, Pippali, Pipal, Bengal Pepper, Indian Long Pepper, Lada Panjong, Thippili, dan Javanese pepper. Berdasarkan sejarahnya, cabai jawa digunakan oleh orang Yunani untuk kebutuhan kuliner. Pada masa itu, masakan Romawi didominasi dengan rempah-rempah terutama lada hitam dan cabai jawa.

Selain terkenal sebagai pelengkap masakan, cabai jawa juga digunakan sebagai obat tradisional di China, India, dan sebagian besar warga Asia Tenggara. Senyawa kimia alami dan nutrisi penting dalam cabai jawa dipercaya baik untuk kesehatan. Ketahui apa saja manfaat cabai jawa, sebagai berikut ini:

1. Mengatasi Disfungsi Ereksi

Berdasarkan laporan dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, manfaat cabe jawa mungkin ampuh untuk mengatasi disfungsi ereksi pada laki-laki. Cabai jawa memiliki senyawa minyak atsiri, piperin, dan piperidin yang merupakan kandungan testosteron alami (hormon seks laki-laki).

Sebuah penelitian (Muslichah: 2011) dilakukan pada tikus yang diberi ekstrak cabai jawa dengan dosis 1,6 mg/kgBB. Hasilnya, percobaan tersebut meningkatkan perilaku tikus jantan. Penelitian lanjutan dilakukan dengan meningkatkan dosis ekstrak cabai jawa dan tikus mengalami kenaikan kadar hormon testosteron.

Semakin tinggi dosis ekstrak cabai jawa, mungkin semakin meningkatkan kadar hormon testosteron yang kemudian dikaitkan dengan peningkatan kesehatan reproduksi laki-laki. Walaupun demikian, penelitian medis lainnya masih diperlukan untuk membuktikan manfaat cabai jawa ini.

2. Mengatasi Nyeri Menstruasi

Premenstruation syndrome (PMS) atau sindrom prahaid adalah tanda-tanda yang dirasakan oleh wanita beberapa hari sebelum siklus menstruasi bulanan. Gejala PMS yang paling umum adalah nyeri otot, nyeri sendi, payudara mengeras, perubahan napsu makan, sakit kepala, dan perubahan suasana hati.

Ada banyak cara alami alami untuk mengatasi gejala PMS dan nyeri saat menstruasi, salah satunya adalah menggunakan cabai jawa. Cabai jawa dipercaya dapat mengatasi kelelahan, nyeri, kram perut, dan aliran menstruasi deras. Caranya adalah dengan mengonsumsi ramuan cabai jawa dengan campuran rempah-rempah lainnya untuk menenangkan perut.

Baca Juga: 13 Manfaat Lada Hitam bagi Kesehatan (No. 11 Jarang Diketahui)

3. Membantu Menurunkan Berat Badan

Belum ada penelitian medis, namun beberapa kelompok orang menggunakan cabai jawa untuk membantu menurunkan berat badan secara alami. Kandungan rempah cabai jawa ini dapat mengeluarkan lemak beracun yang memicu peningkatan berat badan, terutama bila Anda sering mengonsumsi makanan olahan, makanan berlemak, dan junk food.

Pada dasarnya, jenis rempah-rempah apapun baik untuk kesehatan dan dipercaya dapat melancarkan pencernaan. Anda dapat menggunakan cabai jawa sebagai tambahan bumbu dalam menu makanan Anda atau membuat ramuan minuman herbal dengan campuran rempah lainnya. Walaupun demikian, cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah dengan konsumsi makanan sehat dan olahraga teratur.

4. Memiliki Efek Antibakteri

Ada ratusan juta bakteri di dunia, sebagian besar bakteri berbahaya (patogen) menyebabkan infeksi bakteri. Setiap jenis bakteri berbahaya menyebabkan penyakit yang berbeda mulai dari yang ringan hingga serius. Gejala umum infeksi bakteri seperti sakit perut, sakit tenggorokan, pembengkakan, peradangan, dan lain sebagainya.

Manfaat cabe jawa selanjutnya adalah untuk membantu mengatasi infeksi bakteri. Cabai jawa mengandung sifat antibakteri dan antiamuba yang kuat. Sebagian masyarakat tradisional pun menggunakannya untuk melindungi tubuh dari bahaya infeksi bakteri, baik sebagai rempah dan bumbu makanan atau ramuan herbal. Mereka juga membuat obat herbal dari akar atau batang cabai jawa ini.

5. Membantu Memelihara Kesehatan

Cabai jawa digunakan sebagai obat tradisional untuk berbagai tujuan penyembuhan, seperti mengatasi sakit kepala, diare, sakit gigi, batuk, dan pilek. Belum ada penelitian medis tentang kandungan apa yang membuat cabai jawa efektif untuk menyembuhkan penyakit, namun beberapa kelompok masyarakat juga menggunakannya untuk obat kolera dan epilepsi.

Selain itu, cabai jawa juga digunakan untuk memelihara kecantikan kulit, mencegah penuaan dini, mengatasi sakit perut, hingga mencegah stroke. Anda mungkin tetap menggunakannya sebagai bumbu masakan dengan khasiat alami. Walaupun demikian, tidak ada bukti ilmiah tentang manfaat cabe jawa untuk kesehatan.

Baca Juga: 11 Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan, Mengatasi Batuk-Disfungsi Ereksi!

Efek Samping Cabai Jawa

Cabai jawa adalah rempah organik alami yang aman dikonsumsi. Sejauh ini, tidak ada efek samping serius pada orang yang mengonsumsi jenis rempah-rempah ini. Reaksi alergi mungkin terjadi namun tidak menyebabkan masalah kesehatan serius.

Walaupun demikian, tetap berhati-hati apabila Anda menggunakan cabai jawa sebagai ramuan herbal dengan rempah-rempah lainnya seperti jahe, kunyit, atau ginseng. Anda juga disarankan untuk tetap berkonsultasi ke dokter bila mengalami gejala penyakit serius untuk pengobatan yang lebih baik.

Itulah pembahasan lengkap tentang manfaat cabai jawa, kandungan, dan efek sampingnya. Cabai jawa adalah rempah asli Indonesia yang dimanfaatkan untuk bumbu masakan dan obat herbal. Semoga Informasi ini bermanfaat.

 

  1. Atlas Obsruca. 2020. Long Pepper. https://www.atlasobscura.com/foods/long-pepper. (Diakses pada 15 April 2020).
  2. Lybrate. 2020. Benefits Of Long Pepper (Pippali) And Its Side Effects. https://www.lybrate.com/topic/long-pepper-pippali-benefits-and-side-effects. (Diakses pada 15 April 2020).
  3. Riski Dinanti, Bela. 2014. Long Pepper (Piper retrofractum Vahl) to Overcome Erectile Dysfunction. Faculty of Medicine: Lampung University. (Diakses pada 15 April 2020).
  4. Spices Inc. 2020. Long Pepper. https://www.spicesinc.com/p-1475-long-pepper.aspx. (Diakses pada 15 April 2020).
  5. WebMD. 2020. Indian Long Pepper. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-369/indian-long-pepper. (Diakses pada 15 April 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi