Terbit: 14 Agustus 2020 | Diperbarui: 24 Agustus 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Terdapat sejumlah manfaat buah bidara bagi kesehatan. Buah bidara telah dijadikan sebagai pengobatan alternatif di Tiongkok dan India sejak dulu kala. Ketahui apa saja khasiat buah bidara, kandungan nutrisi, efek samping, dan cara mengonsumsinya dalam pembahasan ini.

8 Manfaat Buah Bidara bagi Kesehatan dan Kandungan Nutrisinya

Kandungan Buah Bidara

Buah bidara telah digunakan di Tiongkok dan sebagian negara Asia lainnya sebagai obat tradisional untuk mengelola berbagai gejala penyakit. Setidaknya, khasiat buah bidara ini sudah dipercaya dan digunakan selama 2500 tahun.

Buah bidara dianggap efektif menyembuhkan penyakit karena kandungan nutrisi dan vitamin alami di dalamnya. Berikut ini kandungan buah bidara (100 gram):

  • 81,6–83 gram konten air
  • 0,8 gram protein
  • 0,07 gram lemak
  • 0,60 gram serat
  • 17 gram karbohidrat
  • 5,4–10,5 gram gula total
  • 1,4–6,2 gram gula reduksi
  • 3,2–8 gram gula nonreduksi
  • 26,8 miligram fosfor
  • 0,76–1,8 miligram Fe
  • 0,021 miligram karoten
  • 0,02–0,024 miligram tiamin
  • 0,02–0,038 miligram riboflavin
  • 0,7–0,873 miligram niacin
  • 0,2–1,1 miligram asam sitrat
  • 65,8–76,0 miligram vitamin C
  • 0,1–0,2 ppm fluoride
  • 2,2–3,4% pektin

Selain itu, buah bidara juga mengandung senyawa kimia tanaman seperti:

  • Glikosida
  • Alkaloid
  • Asam triterpenoat
  • Lipid
  • Asam triterpenoid
  • Asam kolubrinat
  • Asam alpitolat
  • Asam 3-O-cis-pkumaroilapitolat
  • Asam 3-O-trans-p-kumaroilapitolat
  • 3-O-cis-p-kumaroilmaslinat
  • 3-O-trans-p-kumaroilmaslinat
  • Asam oleanolat
  • Asam betulonat
  • Asam zizyberenalat
  • Asam betulinat
  • Saponin
  • Fosfatidilkolin
  • Fosfatidilgliserol
  • Asam linoleat
  • Asam oleat
  • Stearat

Buah bidara juga mengandung antioksidan dikategorikan menjadi antioksidan enzimatik dan antioksidan nonenzimatik. Maka dari itu, buah bidara memiliki potensi untuk menjaga kesehatan.

Manfaat Buah Bidara bagi Kesehatan

Buah bidara berasal dari pohon bidara Ziziphus mauritiana yang berasal dari keluarga tanaman Rhamnaceae. Buah bidara dikenal dalam berbagai nama, yaitu:

  • Chinese date
  • Chinese apple
  • Indian plum
  • Indian jujube
  • Indian date
  • Korean date
  • Red date
  • Jujube fruit (ber)
  • Widara (Jawa, Sunda)
  • Rangga (Bima)
  • Kalangga (Sumba)
  • Bekul (Bali)

Buah, daun, dan akar bidara digunakan sebagai pengobatan tradisional di berbagai negara Asia, khususnya India dan Tiongkok. Ketahui apa saja khasiat buah bidara, sebagai berikut:

1. Mengatasi Stres

Buah bidara telah digunakan sebagai pengobatan alternatif di Tiongkok untuk mengelola gejala stres, depresi, dan kecemasan. Buah bidara dapat mengontrol hormon penyebab stres hingga mengaktifkan sensasi rileks pada pikiran.

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan pada tikus, konsumsi bidara dalam dosis rendah dapat mengurangi efek kecemasan. Sementara konsumsi bidara dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan efek sedatif (penenang). Walaupun demikian, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan.

2. Sumber Vitamin C

Buah bidara atau jujube adalah sumber vitamin C yang juga berperan sebagai antioksidan juga. Manfaat vitamin C adalah untuk melawan radikal bebas penyebab berbagai penyakit kronis, mendukung kesehatan kulit, meningkatkan sistem imun tubuh, menjaga kesehatan tulang, gigi, dan organ penting lainnya.

Baca Juga: 10 Manfaat Daun Bidara, Baik untuk Rambut hingga Organ Dalam

3. Sumber Antioksidan

Buah bidara memiliki berbagai bentuk senyawa antioksidan, seperti vitamin C, flavonoid, polisakarida, dan asam triterpenat. Antioksidan dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan sel-sel di dalam tubuh serta mencegah penuaan dini pada kulit.

Antioksidan juga bermanfaat untuk mencegah radikal bebas. Radikal bebas merupakan penyebab utama penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Maka dari itu, sangat penting untuk konsumsi makanan tinggi antioksidan sehari-hari.

4. Mendukung Kesehatan Tulang

Manfaat buah bidara selanjutnya adalah untuk meningkatkan kesehatan tulang. Buah bidara mengandung kalsium, fosfor, dan zat besi yang bagus untuk kekuatan tulang. Selain itu, buah bidara juga dipercaya dapat mencegah atau mengontrol gejala penyakit pengeroposan tulang osteoporosis.

5. Melancarkan Pencernaan

Buah bidara mengandung serat tinggi untuk mendukung pencernaan yang lancar. Manfaat serat adalah untuk mengatur pergerakan usus dan pencernaan sehingga makanan dapat dicerna dengan baik.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tikus, ekstrak bidara dipercaya dapat menjaga lapisan usus dan mencegah risiko kerusakan usus akibat ulkus, cedera, dan bakteri berbahaya. Walaupun demikian, belum ada penelitian secara medis pada manusia yang membuktikannya.

6. Meningkatkan Kualitas Tidur

Bidara mengandung flavonoid, saponin, dan polisakarida yang disebut sebagai promotor tidur alami. Kandungan ini dianggap dapat memberikan efek menenangkan pada sistem saraf.

Kandungan antioksidan pada buah bidara juga dapat meningkatkan kualitas tidur pada penderita gangguan tidur insomnia. Efek ini telah digunakan dalam pengobatan Tiongkok selama bertahun-tahun.

7. Meningkatkan Sistem Imun

Kandungan vitamin C yang tinggi pada buah bidara dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, kandungan antioksidan juga dapat melindungi tubh dari stres oksidatif, kerusakan sel, dan risiko penyakit lainnya.

Berdasarkan pada penelitian tabung reaksi, ekstrak bidara memiliki potensi untuk membunuh sel kanker termasuk kanker payudara, serviks, usus besar, liver, dan kanker kulit. Walaupun begitu, penelitian lanjutan masih dibutuhkan.

8. Mendukung Kesehatan Otak

Berdasarkan penelitian pada tikus dan tabung reaksi, ekstrak bidara memiliki potensi untuk meningkatkan fungsi otak, meningkatkan daya ingat, serta melindungi sel-sel otak dari kerusakan. Meski demikian, belum ada penelitian lebih lanjut yang membuktikannya.

Baca Juga: 11 Manfaat Daun Kenikir bagi Ibu Menyusui hingga Penderita Diabetes

Efek Samping Buah Bidara

Pada dasarnya, makan buah bidara secara langsung atau diolah menjadi jus dan lainnya aman dikonsumsi. Anda mungkin harus berhati-hati bila konsumsi buah atau daun bidara sebagai ramuan obat alternatif.

Pasalnya, obat herbal bidara memiliki risiko interaksi obat bila digunakan bersamaan dengan obat lain seperti antidepresan venlafaxine atau serotonin-norepinefrin reuptake inhibitor (SSNRI) dan obat kejang (fenitoin, fenobarbiton, dan karbamazepin).

Cara Mengonsumsi Buah Bidara

Anda dapat mengonsumsi buah bidara dengan cara dimakan langsung. Rasanya manis seperti apel. Anda juga dapat mengolah buah bidara menjadi jus, teh, atau sirup. Sekarang ini sudah banyak produk siap minum dari ekstrak bidara atau jujube Cina.

Sementara itu, masyarakat India lebih suka mengonsumsi buah bidara dengan olahan acar atau pickles. Dalam pengobatan tradisional, daun atau buah bidara dapat dikeringkan dan diracik sebagai obat.

Itulah pembahasan lengkap tentang manfaat buah bidara bagi kesehatan. Anda dapat mengonsumsinya sebagai cemilan buah sehat dan tetap konsumsi makanan sehat seimbang lainnya. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

 

  1. Indriyani, Ni Luh Putu. 2017. Bidara, Sumber Daya Genetik yang Makin Langka. http://hortikultura.litbang.pertanian.go.id/IPTEK/2017/10.Niluh%20Putu-Bidara.pdf.
  2. Jangam, Annie. 2020. Jujube Fruit: Evidence-Based Health Benefits + Nutrition Facts. https://www.stylecraze.com/articles/amazing-benefits-of-jujube/. (Diakses pada 14 Agustus 2020).
  3. NDTV Food Desk. 2018. 7 Health Benefits of Jujube Fruit (Ber) You Must Know. https://food.ndtv.com/food-drinks/7-health-benefits-of-jujube-fruit-ber-you-must-know-1806452. (Diakses pada 14 Agustus 2020).
  4. Shoemaker, SaVanna, MS, RDN, LD. 2019. What Is Jujube Fruit? Nutrition, Benefits, and Uses. https://www.healthline.com/nutrition/jujube#1. (Diakses pada 14 Agustus 2020).
  5. Unud. Bidara (Ziziphus mauritiana Lam.). 2020. https://sinta.unud.ac.id/uploads/wisuda/1108505010-3-BAB%20II.pdf. (Diakses pada 14 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi