Terbit: 7 Januari 2021 | Diperbarui: 8 Januari 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Manfaat brokoli untuk bayi berbagai macam, mulai dari meningkatkan imunitas tubuh hingga menjaga kesehatan sistem pencernaan. Simak penjelasan lengkap mengenai manfaatnya bagi anak dan cara mengolahnya.

11 Manfaat Brokoli untuk Bayi dan Cara Mengolahnya

Kandungan Brokoli

Salah satu keunggulan brokoli adalah kandungan nutrisinya. Brokoli sarat dengan beragam vitamin, mineral, serat, dan senyawa bioaktif. Berbagai kandungan tersebut, antara lain:

  • Karbohidrat.
  • Protein.
  • Lemak.
  • Vitamin K.
  • Vitamin B9.
  • Serat.
  • Vitamin C.
  • Vitamin A.
  • Kalium.
  • Fosfor.
  • Selenium.
  • Niasin.
  • Zat besi.
  • Natrium.
  • Kalsium.
  • Magnesium.

Manfaat Brokoli untuk Bayi

Berikut ini adalah berbagai manfaat brokoli yang berguna untuk bayi, di antaranya:

1. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Kandungan vitamin C yang tinggi pada brokoli dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Saat sistem kekebalan tubuh meningkat, hal itu mendukung kesehatan bayi secara keseluruhan dan membantu melawan serangan penyakit.

2. Meningkatkan Fungsi Penglihatan

Selain vitamin C, unsur lain dalam brokoli yang memiliki kandungan tinggi adalah vitamin A. Bersamaan dengan kombinasi beta-karoten, vitamin A bekerja secara langsung untuk membuat penglihatan bayi lebih baik dan tajam.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Sedangkan vitamin B kompleks dan fosfor yang ada di dalamnya juga memainkan peran kunci dalam menjaga kesehatan penglihatan.

3. Mencegah Anemia

Fungsi inti dari hemoglobin adalah mengangkut oksigen ke berbagai bagian tubuh melalui pembuluh darah. Perkembangan hemoglobin sepenuhnya tergantung pada keberadaan zat besi dalam tubuh, tanpanya seseorang bisa mengalami anemia.

Salah satu mineral utama yang dikandung brokoli adalah zat besi. Meningkatkan jumlah zat besi yang ada dalam tubuh membantu meningkatkan perkembangan hemoglobin.

4. Mengatasi Asam Lambung

Guna mencerna makanan yang dikonsumsi, perut perlu menghasilkan asam yang membantu memecah makanan. Jika produksi asam tidak terkontrol, keasaman yang dihasilkan bisa menyebabkan terbentuknya luka di bagian lambung.

Dalam kondisi seperti itu, sup yang terbuat dari brokoli bisa memberikan kelegaan yang sangat dibutuhkan bayi yang mengalami masalah lambung.

5. Membantu Melawan Radikal Bebas

Kandungan antioksidan yang ada di dalam brokoli membantu mendetoksifikasi tubuh, menjaga radikal bebas dari metabolisme, melindungi sel, dan melindungi jaringan tubuh. Menambahkan sayuran ini ke dalam asupan anak sangat disarankan.

6. Membantu Mengurangi Sembelit

Manfaat brokoli untuk anak berikutnya adalah kemampuannya mengatasi sembelit. Brokoli mengandung serat yang berfungsi sebagai pencahar. Sayuran ini merangsang proses pencernaan dan menjaganya tetap sehat.

7. Menjaga Kesehatan Otak

Beberapa nutrisi dan senyawa bioaktif dalam brokoli dapat memperlambat penurunan mental, mendukung fungsi otak, serta mendukung jaringan saraf yang sehat.

Sulforaphane adalah senyawa bioaktif kuat yang ada dalam brokoli dengan potensi untuk mendukung fungsi otak setelah terjadi penurunan oksigen ke otak. Meski begitu, sebagian besar penelitian baru dilakukan pada hewan, sehingga diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan bagaimana senyawa ini mendukung fungsi neurologis pada manusia.

 8. Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Brokoli mengandung beragam nutrisi, beberapa di antaranya diketahui mendukung kesehatan mulut dan mencegah penyakit gigi.

Brokoli adalah sumber vitamin C dan kalsium yang baik, dua nutrisi yang berhubungan dengan penurunan risiko periodontitis. Kaempferol, flavonoid yang ditemukan pada brokoli adalah senyawa yang berperan dalam mencegah periodontitis.

9. Membantu Meningkatkan Kesehatan Tulang dan Sendi

Banyak nutrisi yang ditemukan dalam brokoli diketahui mendukung kesehatan tulang dan dapat mencegah gangguan terkait tulang.

Brokoli adalah sumber vitamin K dan kalsium yang baik, dua nutrisi penting untuk menjaga tulang yang kuat dan sehat. Sayuran ini juga mengandung fosfor, zinc, vitamin A, dan vitamin C, yang juga diperlukan untuk kesehatan tulang.

Sebuah studi tabung reaksi menunjukkan bahwa sulforaphane yang ditemukan dalam brokoli dapat membantu mencegah osteoartritis. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk menarik kesimpulan pasti tentang perannya pada manusia.

10. Melindungi Kulit dari Sinar Matahari

Kanker kulit bisa terjadi saat terjadi peningkatan paparan sinar ultraviolet (UV). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam brokoli dapat melindungi dari kerusakan radiasi UV yang menyebabkan kanker kulit.

Sebuah penelitian kecil mengungkapkan efek perlindungan yang signifikan dari ekstrak brokoli terhadap kerusakan kulit dan perkembangan kanker setelah terpapar sinar matahari. Meski begitu, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami bagaimana brokoli dan komponen bioaktifnya dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.

11. Menjaga Kesehatan Jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa brokoli dapat mendukung kesehatan jantung dengan berbagai cara. Sebuah studi menunjukkan bahwa penurunan trigliserida dan kolesterol LDL serta peningkatan kolesterol HDL terjadi ketika seseorang yang mengonsumsi suplemen kecambah brokoli.

Sebuah penelitian pada tikus yang diberi kecambah brokoli mengungkapkan, sayuran ini memberikan efek perlindungan yang berpotensi terhadap kematian sel dan stres oksidatif di jaringan jantung setelah serangan jantung.

Selain itu, kandungan serat yang tinggi pada brokoli juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Baca Juga: MPASI Pertama: Nutrisi, Menu, Jadwal, Tips, dll

Kapan Bayi Bisa Makan Brokoli?

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai berbagai mengenai manfaat brokoli untuk bayi, hal penting yang harus diketahui adalah waktu yang tepat untuk memberikan sayuran ini pada anak.

Pada umumnya brokoli adalah jenis sayuran yang dihindari oleh beberapa orang tua ketika mulai mengenalkan makanan pendamping ASI. Waktu yang tepat untuk menambahkan brokoli ke dalam menu makanan bayi adalah saat usia 10 bulan atau lebih.

Cara Memasak Brokoli untuk Bayi

Penting untuk diketahui, metode memasak dapat mengubah komposisi nutrisi nabati, terutama mengurangi vitamin C, protein, dan gula larut. Mengukus tampaknya memiliki efek negatif paling sedikit.

Memasak brokoli untuk membuat sup brokoli untuk bayi cukup sederhana. Pastikan brokoli dipotong kecil-kecil dan merebusnya dengan benar. Merebus sayuran ini diperlukan untuk meminimalkan kemungkinan tersedak.

Apabila Anda tidak yakin menyajikan batangnya, sajikan kuntum brokoli yang sudah sudah dipotong menjadi dua. Waktu pemberian dan cara mengolah sayuran ini sebaiknya mengikuti kemampuan bayi dan insting Anda sebagai orang tua.

Meski begitu, setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Jika Anda ragu untuk memberikan brokoli pada bayi, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mendapatkan arahan yang tepat.

 

  1. Hill, Ansley. 2018. Top 14 Health Benefits of Broccoli. https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-broccoli#TOC_TITLE_HDR_2. (Diakses pada 7 Januari 2021).
  2. Khan, Aliya. 2018. Broccoli for Babies – Benefits and Recipes. https://parenting.firstcry.com/articles/broccoli-for-baby-benefits-and-recipes/. (Diakses pada 7 Januari 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi