Terbit: 13 Oktober 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Selain untuk lingkungan, ternyata ada manfaat bambu bagi kesehatan yang sedang diteliti. Ketahui apa saja khasiat bambu bagi kesehatan dan cara mengolahnya.

7 Manfaat Bambu bagi Kesehatan yang Tidak Diketahui

Kandungan Nutrisi Bambu

Jarang diketahui bahwa tunas muda bambu dapat dikonsumsi. Beberapa perusahaan farmasi bahkan sudah memproduksi bambu dalam sediaan kaleng, fermentasi, atau produk makanan segar. Pasalnya, diketahui bambu mengandung nutrisi seperti:

  • Protein
  • Mineral
  • Serat
  • Karbohidrat
  • Rendah lemak
  • Rendah gula
  • Rendah kalori
  • Sodium
  • Kalium
  • Kalsium
  • Mangan
  • Seng
  • Fosfor
  • Tembaga
  • Zinc
  • Mangan
  • Chromium
  • Tembaga
  • Zat besi
  • Tiamin
  • Niacin
  • Vitamin A
  • Vitamin B6
  • Vitamin E
  • Magnesium

Tunas muda bambu juga mengandung senyawa kimia dalam tanaman, termasuk:

  • Resin
  • Arginin
  • Silika
  • Betain
  • Gluteline
  • Glikosida sianogenik
  • Tirosin
  • Albuminoid
  • Histidin
  • Asam oksalat
  • Gula pereduksi
  • Fenilamin
  • Nuklease
  • Valine
  • Urease
  • Enzim proteolitik
  • Taxiphyllin
  • Metionin
  • Asam benzoat
  • Urease
  • Treonin
  • Isoleusin
  • Lisin
  • Sistein
  • Asetilkolin

Bambu juga mengandung fenolik, antioksidan, antikanker, antivirus, dan antibiotik. Sementara itu, masih dibutuhkan penelitian lainnya untuk mengetahui potensi kandungan bambu lainnya.

Manfaat Bambu bagi Kesehatan

Bambu adalah tanaman rumput kayu yang termasuk dalam keluarga Poaceae dan subfamili Bambusoideae. Pohon bambu banyak tumbuh di negara tropis dan subtropis. Anda mungkin sering melihat pohon bambu yang kebanyakan dimanfaatkan dalam bidang industri, ekologi, atau lingkungan.

Tahukah Anda bila pohon bambu juga digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional di China dan meluas ke berbagai negara lainnya? Berikut ini manfaat bambu bagi kesehatan:

1. Menambah Napsu Makan

Ada berbagai penyebab tidak napsu makan, seperti gangguan makan, efek samping obat tertentu, stres berlebihan, atau kondisi medis lainnya. Anda dapat menggunakan olahan bambu untuk meningkatkan napsu makan.

Bambu memiliki tekstur renyah dengan rasa sedikit manis yang dapat meningkatkan selera makan. Selain itu, bambu juga mengandung selulosa tinggi untuk menambah napsu makan, melancarkan sistem pencernaan, dan juga mencegah sembelit.

2. Menurunkan Kolesterol

Salah satu olahan bambu yang paling terkenal adalah rebung. Rebung adalah tunas muda atau anakan bambu dengan kandungan serat tinggi. Konsumsi makanan berserat tinggi dan membatasi kalori harian dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat.

Maka dari itu, rebung dapat menjadi salah satu pilihan menu sehat Anda sehari-hari. Anda dapat mengolah rebung menjadi sayur santan, tumisan, campuran sayur lodeh, isian tahun, lumpia rebung, dan lainnya. Makanan enak dan rendah kolesterol.

3. Mendukung Diet Rendah Karbohidrat

Diet rendah karbohidrat adalah pola makan yang diatur dengan membatasi jumlah asupan karbohidrat harian. Anda diharuskan makan makanan rendah karbohidrat seperti sayuran bayam, kubis, kembang kol, brokoli, asparagus, bambu, atau rebung.

Menjalani diet rendah karbohidrat dapat membantu mencegah risiko tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit kardiovaskular, obesitas, dan penyakit serius lainnya. Bambu atau rebung mengandung rendah karbohidrat dan tinggi nutrisi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh tanpa efek samping kesehatan.

Baca Juga: 11 Manfaat Daun Dewa dan Cara Mengolahnya

4. Mengandung Efek Antiinflamasi

Para peneliti percaya bahwa bambu memiliki potensi efek antiinflamasi untuk mencegah kondisi peradangan kronis termasuk radang sendi atau rheumatoid. Peneliti menggabungkan ekstrak metanol Bambusa arundinacea dengan analgesik antiinflamasi nonsteroid untuk hasil efek antiinflamasi yang kuat. Walaupun demikian, penelitian tersebut belum sempurna dan perlu didukung oleh tinjauan medis lainnya.

5. Memiliki Efek Antimikroba

Ekstrak etanol dan air bambu yang dicampur ternyata memiliki aktivitas antimikroba. Hasil penelitian menunjukkan reaksi antimikroba tersebut dapat menghambat paparan strain Staphylococcus aureus, E.coli, Bacillus dan P.aeruginosa. Penelitian menunjukkan adanya potensi antimikroba efektif pada ekstrak metanol, etanol dan metanol-etanol dari tanaman bambu.

6. Meningkatkan Sistem Imun

Tunas bambu atau rebung mengandung berbagai vitamin dan mineral untuk membantu menjaga ketahanan sistem kekebalan tubuh. Bambu juga mengandung antioksidan yang efektif untuk melawan virus dan bakteri yang menyerang tubuh. Di samping itu, Anda perlu mengonsumsi sayuran dan sumber vitamin C dan E lainnya untuk menjaga sistem imun.

7. Memiliki Efek Antivenomous 

Masyarakat tradisional India menggunakan pucuk pohon bambu sebagai antivenomous atau anti-racun/penawar bisa hewan berbahaya. Mereka mengolah pucuk bambu menjadi ekstrak yang kemudian ditempelkan pada luka bekas gigitan ular, kalajengking, atau hewan berbisa lainnya.

Dalam pengobatan Ayurveda, mereka juga mengolah pucuk bambu menjadi obat topikal atau jus. Mereka dapat membuang bisa atau racun berbahaya dengan pengobatan tradisional menggunakan ekstrak bambu.

Itulah pembahasan tentang manfaat bambu bagi kesehatan. Anda mungkin tidak menyangka bila bambu muda memiliki berbagai vitamin, mineral, dan nutrisi untuk mendukung kesehatan dan kebugaran tubuh Anda. Jadi, sekarang Anda memiliki jenis sayuran lain untuk menu sehat Anda.

Baca Juga: Daun Mimba, 8 Manfaat dan Keamanan Penggunaannya

Cara Mengolah Bambu untuk Tujuan Kesehatan

Sekarang ini, terdapat produk ekstrak bambu yang dijual di pasaran dan siap digunakan baik untuk tambahan bumbu masak atau herbal. Anda juga dapat membeli tunas bambu muda atau rebung segar di penjual sayur atau supermarket.

Walaupun demikian, bambu segar mungkin mengandung racun jadi tidak disarankan untuk dimakan mentah. Anda harus mengupas daunnya, merendamnya selama 30 menit, dan merebus rebung selama 20 menit, hingga empuk sebelum memasaknya.

Anda dapat mengolah rebung dalam berbagai menu tradisional, seperti ditumis dengan sayuran lain atau daging, dimasak dengan udang, sayur rebung santan, sayur rebung pedas, sayur lelawar, semur rebung, dicampur sebagai isian gorengan, dan lainnya. Anda harus memasaknya dengan benar agar rebung tidak pahit atau berbau langu. Rebung yang dimasak dengan benar memiliki rasa sedikit manis dan gurih dari campuran rempah-rempah.

 

  1. Global Food Book. 2016. 28 INCREDIBLE BENEFITS OF THE BAMBOO PLANT. https://globalfoodbook.com/28-incredible-benefits-of-the-bamboo-plant. (Diakses pada 13 Oktober 2020).
  2. NetMed. 2019. 5 Incredibly Healthy Reasons Why You Should Eat Bamboo Shoots. https://www.netmeds.com/health-library/post/5-incredibly-healthy-reasons-why-you-should-eat-bamboo-shoots. (Diakses pada 13 Oktober 2020).
  3. WebMD. 2020. Health Benefits of Bamboo. https://www.webmd.com/diet/health-benefits-bamboo#1. (Diakses pada 13 Oktober 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi