Sering Makan Kulit Ayam, Apa Saja Manfaat dan Bahayanya?

DokterSehat.Com– Anda penggemar kulit ayam? Makanan yang satu ini bisa jadi sangat nikmat bagi sebagian besar orang, ya.

Bahkan, bagian kulit ayam kerap dijadikan sajian atau camilan khusus. Rasanya yang gurih dengan sensasi makan yang berbeda dari daging ayam biasa, membuat kulit ayam seakan menjadi makanan yang spesial.

Akan tetapi, tahukah Anda apa saja sih manfaat dan bahaya jika kita terlalu sering mengonsumsi kulit ayam?

Kandungan gizi yang ada pada bagian kulit ayam

Kandungan gizi yang ada pada bagian kulit ayam, sebenarnya tidak banyak berbeda dengan bagian yang ada pada daging ayam.

Gizi utama yang ada pada kulit ayam adalah protein hewani. Tidak hanya itu, daging dan kulit ayam juga a kaya akan kandungan vitamin B kompleks, serta kandungan mineral, seperti zat besi, yang baik untuk kesehatan tubuh.

Makanan-sebabkan-perut-buncit-puasa-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/Anokarina

Berdasarkan studi dari Harvard School of Public Health, kandungan gizi yang membedakan antara daging dan kulit ayam, adalah kandungan lemaknya. Hal ini wajar mengingat bagian sekitar bawah kulit unggas, merupakan bagian tempat menumpuknya kelenjar lemak.

Hal ini menyebabkan, dalam 1 ons kulit ayam, terdapat 3 gram lemak jenuh dan 8 gram lemak tidak jenuh.

Berdasarkan kandungan gizi tersebut, apa manfaat dari konsumsi kulit ayam?

Kandungan gizi, yaitu protein, vitamin dan mineral, pada kulit ayam, merupakan jenis zat gizi yang berkualitas baik untuk kesehatan tubuh, mengapa?

Kulit ayam merupakan salah satu makanan berprotein hewani yang memiliki nilai atau mutu gizi mudah serap oleh tubuh manusia

doktersehat-sehat-pria-nutrisi-tellur-susu-vitamin-kalsium-daging-telurHal ini membuat kandungan gizi yang ada pada kulit ayam bisa diserap maksimal oleh tubuh dan mendukung proses regenerasi sel tubuh yang optimal.

Kandungan lemak yang ada kulit ayam, juga bukan merupakan kandungan yang berbahaya, selama dikonsumsi dalam porsi dan cara yang tepat.

Seperti yang telah disebutkan, kulit ayam memiliki kandungan lemak tidak jenuh yang lebih tinggi dari lemak jenuh.

Kondisi ini menyebabkan kulit ayam dapat berkontribusi pada peningkatan kadar lemak baik dalam tubuh dan mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah, akan tetapi harus dikonsumsi dalam porsi dan metode masak yang tepat, ya.

Kandungan lemak yang ada pada kulit ayam juga ternyata dapat memberikan manfaat berupa penambahan rasa dan aroma gurih pada masakan.

Lantas, adakah bahaya mengonsumsi kulit ayam berlebihan?

Konsumsi makanan yang berlebihan, tentu akan memberikan dampak yang negatif pada tubuh.

Kulit ayam, apalagi jika dikonsumsi dalam porsi berlebihan, yaitu lebih dari 2 porsi, setara dengan 100-150 gram dalam sehari, serta dikonsumsi dengan metode yang tinggi lemak, misalnya digoreng dengan tepung, akan membuat kandungan lemak jenuh dan kalorinya meningkat.

Hal ini bukan tidak mungkin malah dapat membahayakan kesehatan tubuh karena kadar lemak jahat, atau kolesterol jahat, dalam tubuh justru meningkat.

Lalu, bagaimana cara sehat mengonsumsi kulit ayam?

Agar Anda bisa mendapatkan manfaat yang maksimal dari konsumsi kulit ayam, beberapa cara yang bisa Anda lakukan, adalah:

1. Selalu membatasi porsinya, jika bisa usahakan konsumsi bersamaan dengan daging

Untuk memenuhi kebutuhan protein harian, Anda sebaiknya mengonsumsi kulit ayam dalam porsi yang cukup, yaitu 1 porsi yang setara dengan 50-80 gram kulit ayam.
doktersehat-dada-ayamJika ingin kandungan gizi yang lebih lengkap, konsumsi kulit ayam bersamaan dengan daging ayam, namun batasi porsi total dalam sehari paling banyak 3-4 porsi, ya.

2. Gunakan metode masak yang bebas lemak

Jika biasanya Anda mengonsumsi kulit ayam yang digoreng, maka kini beralihlah pada metode masak rendah lemak.

Kulit ayam tentu akan tetap nikmat dan gurih meskipun diolah dengan metode panggang, rebus, atau bakar, bukan?
doktersehat-sate

3. Tidak menambahkan banyak garam atau bumbu kemasan

Lemak merupakan salah satu kandungan gizi yang memiliki sifat cukup gurih. Hal ini membuat Anda sebaiknya tidak menambahkan banyak bumbu, misalnya garam atau bumbu kemasan, pada olahan kulit ayam.

Gunakan bumbu alami, misalnya bubuk lada atau bawang segar, agar kulit ayam yang Anda olah tidak mengandung banyak natrium dan tetap menyehatkan tekanan darah tubuh, ya.