Terbit: 20 November 2020 | Diperbarui: 21 November 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Astaxanthin adalah zat antioksidan dengan sejumlah manfaat penting bagi tubuh. Apa saja kegunaan dari astaxanthin tersebut? Simak informasinya berikut ini!

10 Manfaat Astaxanthin bagi Kesehatan Tubuh

Apa Itu Astaxanthin?

Astaxanthin adalah pigmen berwarna kemerahan yang termasuk dalam kelompok bahan kimia yang bernama karotenoid. Pigmen ini diproduksi secara alami oleh alga jenis tertentu seperti Haematococcus. Selain itu, astaxanthin juga dapat ditemukan pada salmon, trout, lobster, udang, dan makanan laut lainnya (inilah yang menjadikan makanan-makanan tersebut berwarna kemerahan).

Kini, astaxanthin tersedia dalam bentuk suplemen oral yang mana proses pembuatannya adalah dengan mengekstraksi pigmen tersebut yang didapat dari produsen alaminya.

Manfaat Astaxanthin bagi Kesehatan Tubuh

Mengonsumsi astaxanthin—baik secara alami maupun melalui suplemen—berikut ini adalah sejumlah manfaat astaxanthin bagi tubuh yang perlu Anda ketahui.

1. Penambah Energi

Manfaat pertama dari suplemen dengan kandungan pigmen ini adalah untuk menambah energi, terutama bagi Anda yang memang aktif melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwasanya astaxanthin membantu tubuh dalam menggunakan asam lemak.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Berkat hal tersebut, stamina dan ketahanan tubuh menjadi bertambah. Tidak hanya itu, ini juga membantu Anda untuk terhindar dari yang namanya cedera otot maupun tulang yang rentan terjadi setelah berolahraga.

2. Melawan Radikal Bebas

Astaxanthin adalah zat yang memiliki sifat antioksidan. Atas dasar hal tersebut, maka mengonsumsinya secara rutin juga dapat membantu tubuh dalam melawan radikal bebas yang merupakan ‘biang keladi’ dari rusaknya sel-sel tubuh.

Dengan demikian, tubuh Anda akan terhindar dari kerusakan sel yang tentunya membawa dampak buruk jika sampai terjadi. Menurut penelitian, kombinasi antara zat ini dengan karotenoid jenis lain memiliki efektivitas tinggi dalam menangkal serangan radikal bebas.

3. Merawat Kesehatan Kulit

Selain dalam bentuk suplemen oral, jenis karotenoid yang satu ini juga kerap menjadi salah satu bahan untuk produk krim kulit. Alasannya tidak lain karena zat tersebut menurut penelitian pada tahun 2012 silam dapat merawat kesehatan dan kecantikan kulit.

Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh astaxanthin terhadap kulit Anda berdasarkan penelitian tersebut antara lain meliputi:

  • Menghaluskan kerutan pada kulit
  • Menyamarkan bintik hitam
  • Melembapkan kulit

Manfaat astaxanthin yang satu ini berlaku untuk pria dan wanita. Akan tetapi, masih perlu adanya penelitian lebih lanjut guna memastikan efek positifnya terhadap kulit tersebut.

4. Membantu Mencegah Kanker

Mengingat zat ini memiliki sifat antioksidan, maka ia juga dapat membantu mencegah—atau setidaknya meminimalisir risiko—penyakit kanker berbahaya. Sudah banyak penelitian yang berfokus pada kaitan antara zat tersebut dengan penurunan risiko kanker.

Salah satunya adalah penelitian yang rilis pada tahun 2005 silam. Menurut penelitian tersebut, astaxanthin dapat menurunkan risiko kanker payudara. Ini dimungkinkan karena astaxanthin bekerja dengan cara melindungi sel-sel payudara dari serangan radikal bebas. Sebagaimana diketahui, penyakit kanker bermula dari kerusakan sel akibat radikal bebas.

Sayangnya, penggunaan zat karotenoid tersebut untuk mencegah maupun menunjang pengobatan kanker masih jarang karena alasan biaya.

5. Menjaga Kesehatan Jantung

Menjaga kesehatan jantung dan mencegah organ pemompa darah tersebut dari penyakit mematikan menjadi kegunaan lainnya dari astaxanthin. Sebuah penelitian pada tahun 2006 mengungkapkan bahwasanya zat ini dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Selain itu, zat tersebut juga memiliki mekanisme kerja yang dapat meningkatkan kadar elastin, pun mempertebal dinding pembuluh darah arteri jantung. Akan tetapi, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Dampak positif zat ini terhadap kesehatan jantung juga termasuk menurunkan kadar lemak LDL alias kolesterol ‘jahat’. Seperti yang kita ketahui, selain darah tinggi, penumpukan kolesterol juga menjadi salah satu pemicu penyakit jantung. Sayangnya, hal ini juga belum dapat dipastikan oleh karena bukti ilmiah yang mendukungnya masih sedikit.

Baca Juga: Astaxanthin – Manfaat, Dosis, Efek Samping

6. Mengatasi Nyeri Sendi

Astaxanthin mungkin juga kabarnya memiliki potensi dalam mengobati nyeri sendi, khususnya nyeri sendi yang terjadi akibat penyakit rheumatoid arthritis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat ini mungkin dapat mengurangi gejala peradangan dan nyeri yang berhubungan dengan arthritis.

Selain berpotensi dapat mengobati nyeri sendi pada kasus rheumatoid arthritis, zat ini juga kabarnya dapat menyembuhkan kondisi yang bernama carpal tunnel syndrome (CTS). CTS adalah kondisi ketika saraf median dalam lorong karpal yang terdapat di pergelangan tangan terhimpit atau terjepit.

Kondisi ini lantas menyebabkan munculnya sejumlah gejala, yaitu:

  • Kesemutan
  • Jari lemah
  • Mati rasa

Kendati demikian, lagi-lagi manfaat astaxanthin yang satu ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

7. Meningkatkan Kesuburan Pria

Dalam sebuah studi tahun 2005, astaxanthin menunjukkan hasil positif terkait dengan kesuburan pria. Selama tiga bulan, studi tersebut melibatkan 30 pria berbeda yang sebelumnya mengalami infertilitas.

Hasilnya, para peneliti melihat perbaikan dalam parameter sperma, seperti jumlah dan motilitas. Sementara itu, tingkat kesuburan semakin tinggi pada kelompok yang menerima dosis kuat.

Akan tetapi, penelitian tersebut masih berskala kecil. Sehingga, perlu adanya penelitian-penelitian selanjutnya guna mendukung klaim tersebut.

8. Membantu Mengatasi Peradangan

Selain bersifat antioksidan, astaxanthin juga ternyata memiliki sifat antiinflamasi, sehingga kegunaan zat ini kemungkinan besar juga dapat membantu mengatasi peradangan pada tubuh. Sama seperti obat antiinflamasi pada umumnya, zat ini bekerja dengan cara memblokir enzim COX 2.

Penggunaan suplemen denga kandungan zat ini bersama dengan obat antiinflamasi umum kabarnya akan semakin meningkatkan efektivitasnya dalam mengobati peradangan. Akan tetapi, sebaiknya Anda mengonsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter. 

9. Merawat Kesehatan Mata

Menurut sejumlah uji klinis, zat ini juga bermanfaat untuk merawat kesehatan mata dan membantu mengobati sejumlah gangguan medis terkait organ penglihatan tersebut seperti retinopati diabetik, degenerasi makula, dan mata tegang.

10. Mengatasi Lelah

Manfaat astaxanthin lainnya yang perlu Anda ketahui adalah, zat ini bisa membantu mengatasi rasa lelah pada tubuh. Ini terkait dengan kegunaan pada poin pertama yaitu menambah energi.

Jadi, bagi Anda yang tubuhnya kerap merasa lelah, mengonsumsi suplemen dengan kandungan zat tersebut mungkin bisa jadi salah satu pilihan penunjang.

 

  1. Anonim. 7 Potential Benefits of Astaxanthin. https://www.healthline.com/health/health-claims-astaxanthin#skin (accessed on 20 November 2020)
  2. Anonim. Astaxanthin. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1063/astaxanthin (accessed on 20 November 2020)
  3. Cohen, S. 2013. 5 Reasons to Take Astaxanthin Every Day. https://www.huffpost.com/entry/astaxanthin_b_2750910 (accessed on 20 November 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi