Terbit: 29 September 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Manfaat ampas kopi jarang diketahui karena sebagian besar para penikmat kopi hanya memanfaatkan air seduhannya. Lantas, apa saja manfaat yang bisa Anda dapatkan? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

9 Manfaat Ampas Kopi, Baik untuk Kulit hingga Ampuh Usir Bau

Mengenali Berbagai Manfaat Ampas Kopi

Apakah Anda termasuk orang yang terbiasa membuang ampas kopi? Sepertinya mulai saat ini Anda harus mengubah kebiasaan tersebut. Selain berguna bagi lingkungan, bubuk kopi bekas ternyata juga berguna untuk mendukung penampilan tubuh.

Berikut adalah berbagai manfaat ampas kopi yang harus Anda ketahui, di antaranya:

1. Membantu Membersihkan Kulit

Perlu diketahui, bubuk kopi bersifat abrasif sehingga dapat membantu menghilangkan penumpukan kotoran pada area kulit sulit dibersihkan. Jika Anda ingin menghindari penggunaan bahan kimia pada kulit, ampas kopi dapat menjadi pilihan yang baik karena sifat antibakteri dan antivirusnya.

2. Menghilangkan Sel-Sel Kulit Mati

Partikel kasar dalam bubuk kopi berfungsi sebagai agen pengelupas yang membantu menghilangkan sel-sel kulit mati. Campurkan bubuk kopi dengan sedikit air atau minyak kelapa, kemudian gosok dengan tangan langsung ke wajah atau bagian tubuh yang lain.

Selain itu, kafein dalam bubuk kopi memiliki sifat antioksidan kuat yang dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Bahkan, ampasnya dipercaya dapat meningkatkan aliran darah, di mana pada akhirnya membantu kesehatan kulit secara keseluruhan.

3. Mengurangi Selulit

Manfaat ampas kopi berikutnya yang masih terkait dengan kulit adalah kemampuannya mengurangi selulit. Selulit adalah suatu kondisi yang membuat kulit tampak berlesung pipit dan menggembung. Kondisi ini memengaruhi 80-90% wanita dewasa. Kondisi ini terjadi ketika timbunan lemak mendorong jaringan ikat di bawah kulit, biasanya terlihat di bokong dan paha.

Campurkan bubuk kopi dengan air atau minyak kelapa, gosok selama 10 menit dan lakukan dua kali seminggu di area yang terdapat selulit.

4. Merangsang Pertumbuhan Rambut

Beberapa penelitian mengungkapkan, kafein yang terdapat di ampas kopi dapat merangsang pertumbuhan rambut. Sebelum keramas, ambil segenggam dan pijatkan ke kulit kepala serta rambut selama beberapa menit. Kemudian cuci dan bilas seperti biasa. Lakukan ini satu hingga dua kali seminggu atau sesuai kebutuhan.

Baca Juga: 12 Minuman Pengganti Kopi (Rendah Kafein dan Aman bagi Lambung)

5. Mengurangi Lingkaran Hitam di Sekitar Mata

Sebuah studi menunjukkan bahwa produk perawatan kulit yang mengandung antioksidan dan kafein dapat membantu mencegah munculnya penuaan dan mengurangi lingkaran di bawah mata.

Secara khusus, kafein memiliki sifat antiinflamasi dan merangsang sirkulasi darah di sekitar mata, hal itulah yang dapat membantu mengurangi munculnya lingkaran hitam dan pembengkakan. Antioksidan dalam kopi juga dapat membantu melawan radikal bebas, yang berkontribusi pada penuaan kulit.

6. Menghilangkan Residu dari Produk Perawatan Rambut

Berkat teksturnya yang abrasif, ampas kopi sangat bagus untuk membersihkan rambut dari residu lengket. Residu yang ditinggalkan dari sampo dan kondisioner dapat mengganggu kesehatan rambut.

Saat mencuci rambut, ambil ampas kopi secukupnya kemudian campur dengan produk-produk alami yang mendukung kesehatan rambut. Gosok secara perlahan pada rambut agar residu menempel di ampas kopi.

7. Melembutkan Bibir

Manfaat ampas kopi berikutnya yang jarang disadari adalah membantu melembutkan bibir. Campurkan setengah sendok ampas dengan setengah sendok madu, kemudian balurkan pada bibir.

Gosok lembut campuran tersebut pada bibir dengan gerakan melingkar selama 30 detik, lalu bersihkan dengan waslap basah. Setelah itu, Anda bisa mengoleskan salep emolien untuk melindungi dan menutrisi kerutan.

8. Mencerahkan Kulit

Sebuah studi menunjukkan bahwa asam kafeat, antioksidan dalam kopi dapat meningkatkan kadar kolagen dan mengurangi penuaan dini sel. Antioksidan dan hidrasi dalam jumlah yang cukup ke kulit dapat memberikan efek detoksifikasi.

Beberapa bahan yang harus dipersiapkan adalah:

  • 1 sendok makan bubuk kakao
  • 1 sendok makan tanah liat bentonit
  • 1 sendok teh ampas kopi
  • 1-3 sendok makan gel lidah buaya (atau air)

Oleskan campuran bahan di atas pada wajah/leher dan biarkan selama 10-15 menit atau sampai masker mulai mengeras. Setelah itu bilas dengan air hangat dengan gerakan memutar.

9. Menetralkan Udara di Ruangan

Bubuk kopi mengandung nitrogen yang membantu menghilangkan gas belerang udara jika digabungkan dengan karbon. Dengan kata lain, ampas kopi dapat membantu menyerap dan menghilangkan bau.

Selain itu, Anda juga bisa menempatkan semangkuk bubuk kopi di kulkas untuk menetralkan bau dari makanan. Selain mangkuk, Anda juga bisa mengisi pantyhose dengan bubuk kopi dan mengikatnya untuk membuat penyegar udara portabel, bisa ditempatkan di tas, sepatu, bawah kursi mobil, atau tempat lain yang membutuhkan penghilang bau.

Apakah Bubuk Kopi Aman Dikonsumsi?

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai berbagai manfaat ampas kopi seperti di atas, minum kopi sendiri telah dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk penurunan risiko diabetes tipe 2, stroke, dan beberapa jenis kanker. Lantas, bagaimana jika mengonsumsinya bubuk kopi secara langsung, apakah hal ini aman bagi tubuh?

Meskipun tampaknya aman untuk mengasumsikan bahwa mengonsumsi bubuk kopi dapat menghasilkan manfaat yang serupa, banyak dokter yang melarangnya.

Biji kopi mengandung senyawa yang disebut cafestol and kahweol yang dapat meningkatkan kolesterol darah. Senyawa ini biasanya tertahan dengan filter kertas saat diseduh namun tetap berada di dalam ampas.

Satu studi yang mengamati efek mengonsumsi 0,25 ons (7 gram) bubuk kopi per hari mengungkapkan, setelah tiga minggu, kolesterol darah para peserta meningkat rata-rata 26 poin.

Akan tetapi dampak mengonsumsi kopi atau ampas terhadap kolesterol tergantung pada bagaimana kopi disaring, diseduh, serta asal biji.

Secara keseluruhan, mungkin aman untuk menambahkan bubuk kopi ke makanan yang dipanggang dan menggunakannya untuk melunakkan atau membumbui daging, namun penggunaannya seminimal mungkin harus diperhatikan untuk menghindari dampaknya pada kadar kolesterol tubuh.

 

  1. McDonell, Kayla. 2018. 16 Creative Ways to Use Old Coffee Grounds. https://www.healthline.com/nutrition/uses-for-coffee-grounds#TOC_TITLE_HDR_3. (Diakses pada 29 September 2020).
  2. Oden, Garrett. 8 Amazing Things To Do With Your Used Coffee Grounds. https://www.javapresse.com/blogs/enjoying-coffee/8-things-to-do-with-used-coffee-grounds. (Diakses pada 29 September 2020).
  3. Ruggeri, Christine. 2020. Top 10 Unexpected Uses for Coffee Grounds. https://draxe.com/beauty/coffee-grounds/. (Diakses pada 29 September 2020).
  4. Uria, Deirdre. 2020. 11 Uses for Coffee Grounds You Didn’t Know About. https://www.thehealthy.com/food/coffee-grounds-beauty-uses/. (Diakses pada 29 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi