Terbit: 10 Maret 2020 | Diperbarui: 17 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim

Manfaat akupuntur sudah banyak diketahui untuk mengatasi masalah kesehatan, sehingga diminati oleh masyarakat. Pengobatan tradisional ini adalah tusuk jarum yang prinsipnya untuk merangsang titik tertentu pada bagian tubuh manusia. Jarum yang dibuat untuk akupuntur terbuat dari baja antikarat tipis. Saat ini, tusuk jarum masih diterapkan bagi semua umur untuk mengobati berbagai macam keluhan penyakit.

12 Manfaat Akupuntur untuk Kesehatan, Mengatasi Migrain hingga Kanker!

Manfaat Akupuntur untuk Kesehatan

Cara kerja akupuntur sendiri melalui rangsangan pada saraf sensorik di titik yang ditusuk. Rangsangan tersebut akan diteruskan hingga ke otak, akibatnya timbul berbagai respons fisiologis (normal) di tingkat otak maupun di organ perifer.

Penelitian telah menemukan bahwa saat dilakukan akupuntur, maka tubuh akan melepaskan opioid endogen sehingga menimbulkan sensasi nyaman dan menghilangnya rasa nyeri.

Pelepasan hormon-hormon yang bekerja pada aliran darah membuat regulasi yang baik pada aliran darah. Walaupun telah banyak dilakukan penelitian, hubungan antara titik akupuntur dengan respons sistemik tubuh masih sulit dijabarkan dengan ilmu kedokteran modern.

Berdasarkan sejumlah temuan dari penelitian, berikut berbagai khasiat dan manfaat akupuntur:

1. Mengatasi Sakit Kepala

Akupuntur adalah terapi yang digunakan untuk mengobati sakit kepala sejak dahulu. Penelitian telah menunjukkan bahwa manfaat akupuntur dapat mengurangi intensitas migrain dan mungkin memiliki manfaat yang bertahan lama.

Efek samping yang paling umum dari pengobatan ini adalah rasa yang begitu nyaman atau relaksasi, sehingga pasien bisa saja tertidur. Akupuntur sendiri merupakan pilihan pengobatan bagi mereka yang ingin bebas dari obat-obatan.

Berdasarkan ulasan di tahun 2016 yang diterbitkan dalam Cochrane Database of Systematic Reviews, para ilmuwan telah meninjau 22 percobaan yang sebelumnya diterbitkan (melibatkan 4985 peserta).

Hasilnya mereka menemukan bahwa menjalani terapi akupuntur untuk pengobatan gejala migrain dapat mengurangi frekuensi sakit kepala.

2. Mengurangi Nyeri Punggung

Sebuah laporan yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine pada tahun 2017, para peneliti menganalisis uji coba yang sebelumnya diterbitkan tentang penggunaan terapi nonfarmakologis (termasuk akupuntur) untuk nyeri punggung bawah.

Penulis laporan tersebut menemukan bahwa manfaat akupuntur terkait dengan penurunan intensitas nyeri dan fungsi yang lebih baik , dibandingkan tanpa akupuntur.

3. Mengatasi Nyeri Lutut

Sebuah analisis dari penelitian yang diterbitkan sebelumnya menemukan bahwa manfaat akupuntur dapat meningkatkan fungsi fisik dalam jangka pendek dan jangka panjang pada penderita nyeri lutut kronis akibat osteoartritis, tetapi tampaknya hanya memberikan pereda nyeri jangka pendek, yakni bertahan selama 13 minggu.

Sementara ulasan lain, yang diterbitkan dalam JAMA Surgery, menganalisis penelitian sebelumnya tentang penanganan nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri setelah artroplasti lutut total (bedah penggantian sendi lutut). Penelitian ini menemukan bukti bahwa pengobatan akupuntur dapat menunda penggunaan obat opioid untuk menghilangkan rasa sakit.

4. Mengurangi Stres

Stres menjadi salah satu alasan utama kebanyakan orang mencari pengobatan, salah satunya terapi akupuntur.

Hampir 77% orang mengakui telah mengalami gejala fisik stres, entah karena tuntutan dari pekerjaan atau masalah keuangan yang paling umum dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat akupuntur telah terbukti menurunkan hormon stres dan memperbaiki suasana hati yang pada akhirnya mengurangi kecemasan dan meningkatkan perasaan bahagia secara keseluruhan.

5. Mengurangi Ketegangan Mata

Anda mengalami masalah pada mata karena sering berada di depan monitor? Mungkin Anda dapat mempertimbangkan untuk menjalani pengobatan yang satu ini.

Pengobatan akupuntur ternyata dapat mengurangi ketegangan mata yang sering dihubungkan dengan ketegangan leher.

Akupuntur juga mengobati banyak penyakit mata termasuk miopia (rabun dekat), hipermetropia (rabun jauh), rabun senja, katarak, glaukoma, presbiopia, astigmatisme, amblyopia (mata malas), diplopia, dan buta warna.

6. Mengatasi Nyeri Kronis: Nyeri Punggung, Leher, Lutut atau Arthritis

Manfaat akupuntur telah terbukti lebih efektif untuk mengatasi nyeri punggung kronis menurut penelitian pada tahun 2006 yang dilakukan oleh University Medical Center of Berlin.

Begitupun penelitian di tahun 2012 yang dilakukan oleh Memorial Sloan-Kettering Department of Epidemiology and Biostatistics yang bertujuan untuk menentukan efek akupuntur terhadap beberapa kondisi nyeri kronis, termasuk nyeri punggung dan leher, radang sendi, sakit kepala kronis, dan nyeri bahu.

Para peneliti meninjau uji klinis yang melibatkan lebih dari 17.000 pasien, dan hasilnya menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan pengobatan akupuntur mengalami penurunan rasa sakit. Kesimpulannya adalah akupuntur efektif mengobati nyeri kronis. Oleh karena itu terapi ini menjadi salah satu pilihan rujukan dari dokter.

7. Mengobati Insomnia

Anda yang mengalami insomnia dapat melakukan terapi akupuntur karena dapat membantu meningkatkan kualitas tidur yang pada gilirannya meningkatkan kebugaran tubuh.

Berdasarkan penelitian Beijing University of Chinese Medicine telah melakukan meta-analisis besar pada tahun 2009 yang menunjukkan manfaat akupuntur dalam mengurangi gejala insomnia.

Analisis tersebut menemukan bahwa pasien yang menggunakan obat-obatan atau perawatan herbal untuk membantu kualitas tidur, dengan menambahkan terapi akupuntur menunjukkan efek yang lebih baik daripada hanya minum obat atau herbal saja.

8. Membantu Mencegah Penurunan Kognitif

Penelitian telah menunjukkan bahwa cara kerja akupuntur dapat meringankan gejala penurunan kognitif yang berkaitan dengan usia karena menghasilkan respons saraf di daerah otak (seperti putamen dan thalamus) yang terutama dipengaruhi oleh penyakit Parkinson. Parkinson adalah penyakit saraf yang memengaruhi bagian otak.

Penelitian ini digelar pada tahun 2002 yang dilakukan oleh Department of Neurology at the University of Maryland School of Medicine. Setelah sekitar 20 pasien Parkinson dirawat dengan akupuntur selama 16 sesi, 85 persen pasien melaporkan mengalami perbaikan secara subjektif dari gejala individu, termasuk tremor, berjalan, tulisan tangan, nyeri, tidur, kecemasan, dan depresi.

9. Memperlancar Kehamilan, Persalinan dan Kesehatan Postpartum

Tidak sedikit dokter menyarankan ibu hamil untuk menjalani akupuntur sebagai pengobatan dalam mengurangi stres, menyeimbangkan hormon, mengurangi kecemasan, dan mengurangi rasa sakit kehamilan dan persalinan.

Cara kerja akupuntur dianggap sebagai pengobatan yang aman untuk berbagai gejala selama kehamilan, termasuk meredakan ketegangan fisik dan emosional pada tubuh. Terapi ini juga dapat membantu mengendalikan suasana hati, depresi, gejala mental atau fisik yang mungkin dialami ibu melahirkan.

Perlu diperhatikan, ada beberapa titik akupuntur yang akan dihindari oleh ahli akupuntur terlatih selama kehamilan. Jadi, pastikan ahli akupuntur Anda berlisensi dengan benar untuk perawatan terbaik.

10. Meningkatkan Pemulihan Kanker dan Kemoterapi

Menurut National Cancer Institute, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengobatan akupuntur dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat pemulihan setelah perawatan kanker.

Satu penelitian acak telah menemukan bahwa akupuntur meningkatkan imunitas, jumlah trombosit dan mencegah penurunan sel sehat setelah terapi radiasi atau kemoterapi jika dibandingkan dengan tidak mendapatkan akupuntur.

Para peneliti juga menemukan bahwa pasien pada kedua kelompok terapi akupuntur juga mengalami penurunan rasa sakit dari perawatan, peningkatan kualitas hidup dan penurunan berbagai efek samping dari kemoterapi, seperti mual.

11. Melangsingkan Tubuh

Fungsi akupuntur juga untuk menurunkan berat badan, yaitu dengan menargetkan bagian hati, limpa, ginjal, kelenjar tiroid, dan sistem endokrin yang bermasalah.  

Fungsi akupuntur dapat membantu penurunan berat badan dengan merangsang aliran energi tubuh untuk memengaruhi faktor-faktor yang dapat mengatasi obesitas, seperti:

  • Meningkatkan metabolisme
  • Mengurangi nafsu makan
  • Menurunkan stres
  • Memengaruhi bagian otak yang mengendalikan rasa lapar

12. Membantu Mengurangi Sindrom Ovarium Polikistik

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa manfaat akupuntur bagus untuk mereka yang menderita sindrom ovarium polikistik, gangguan endokrin yang paling umum pada wanita usia reproduksi.

Fungsi akupuntur untuk sindrom ovarium polikistik dengan cara berikut:

  • Meningkatkan aliran darah ke ovarium
  • Mengurangi volume ovarium dan jumlah kista ovarium
  • Mengendalikan hiperglikemia melalui peningkatan insulin sensitivitas dan penurunan kadar glukosa darah dan insulin
  • Mengurangi kadar kortisol
  • Membantu penurunan berat badan
  • Anoreksia (gangguan makan)

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui efektivitas dari perawatan ini. 

Efek Samping Akupuntur

Apakah ada efek samping dari akupuntur? Sejauh ini masih aman untuk pengobatan dan hanya ada sedikit bahaya akupuntur.  

Menurut National Institute of Health (NIH), pengobatan akupuntur dianggap aman ketika dilakukan oleh seorang ahli yang berpengalaman dan terlatih menggunakan jarum steril. Untuk itu, penting untuk selalu menggunakan jasa ahli akupuntur yang terlatih. Jika akupunktur yang dilakukan secara tidak benar atau jarum yang terkontaminasi dapat menimbulkan risiko besar atau bahaya.

Sampai saat ini, sangat sedikit komplikasi dari penggunaan jarum akupuntur, sehingga risikonya dianggap sangat rendah. Namun, pengobatan ini bukan berarti tidak ada risiko, karena beberapa efek samping akupuntur serius telah terjadi ketika jarum yang tidak steril telah digunakan.

Sebelum menjalani akupuntur alangkah baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter tentang kondisi medis, dan untuk mendapatkan rekomendasi ahli akupuntur terbaik untuk Anda. 

 

  1. Wong, Cathy. 2019. The Benefits and Side Effects of Acupuncture. https://www.verywellhealth.com/acupuncture-health-uses-88407. (Diakses 10 Maret 2020)
  2. Aligned Modern Health. 2016. Top 10 Benefits of Acupuncture for Workplace Stress and Pain. https://www.alignedmodernhealth.com/top-10-benefits-acupuncture-workplace-stress-pain/. (Diakses 10 Maret 2020)
  3. Levy, Jillian. 2019. What Is Acupuncture? Plus, 7 Acupuncture Benefits. https://draxe.com/health/what-is-acupuncture/. (Diakses 10 Maret 2020)
  4. Frothingham, Scott. 2018. Acupuncture for Weight Loss. https://www.healthline.com/health/acupuncture-for-weight-loss. (Diakses 10 Maret 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi