Malaise: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

malaise-doktersehat

DokterSehat.Com – Apakah Anda sering merasa lemas, pusing, hingga tidak enak badan? Jika ya, ini pertanda bahwa Anda sedang mengalami yang namanya malaise. Alih-alih penyakit, malaise adalah pertanda dari suatu penyakit. Lantas, apa itu malaise? Apa gejala malaise? Apa penyebab malaise? Bagaimana cara mengobati malaise?

Apa itu Malaise?

Malaise adalah istilah kedokteran yang menggambarkan suatu kondisi di mana tubuh terasa lemas, pusing, dan tidak enak badan. Setiap orang pernah mengalami malaise, terutama saat sedang sakit. Ini karena malaise memang merupakan sinyal jika tubuh sedang tidak fit.

Malaise dapat menyerang tubuh seseorang, baik fisik maupun psikis, tergantung jenis penyakit yang mendasarinya.

Gejala Malaise

Gejala malaise sifatnya tidak spesifik dan subjektif, dalam artian bergantung pada penyakit yang melatarbelakangi seseorang mengalami malaise tersebut. Setiap orang juga merasakan gejala malaise yang berbeda. Bahkan untuk penyakit yang sama, seseorang ada yang mengalami malaise, namun ada juga yang tidak.

Gejala malaise berupa fisik juga berbeda dengan gejala malaise psikis. Selain itu, malaise tidak hanya ditandai dengan rasa lemas dan pusing. Berikut ini gejala malaise yang perlu Anda ketahui.

1. Gejala Malaise Fisik

Malaise ditandai dengan sejumlah gangguan fisik, di antaranya:

  • Tidak nafsu makan – Akibat badan lemas dan sakit, otomatis nafsu makan juga akan menurun.
  • Nyeri sendi – Badan mengalami nyeri dan pegal-pegal di semua ruas sendi dan otot. Kondisi ini menyebabkan seseorang merasa lemas dan tidak semangat melakukan kegiatan apapun.
  • Sakit perut – Perut yang sakit diakibatkan oleh sejumlah penyakit saluran pencernaan, seperti sembelit, diare, radang usus, dan sebagainya.
  • Demam – Tubuh yang mengalami demam disebabkan oleh adanya penyakit, mulai dari penyakit ringan seperti flu, hingga penyakit kronis sekalipun.
  • Berat badan menurun – nafsu makan yang menurun secara langsung turut menyebabkan berat badan mengalami penurunan.
  • Haid tidak teratur – Pada wanita, malaise juga bisa ditandai dengan tidak teraturnya siklus haid.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening – Kelenjar getah bening adalah kelenjar yang berperan dalam produksi sel darah putih. Saat tubuh terserang penyakit, otomatis sel darah putih akan bekerja ekstra untuk melawan penyakit tersebut. Akibatnya, terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening.

2. Gejala Malaise Psikis

Sementara itu, gejala malaise dalam bentuk psikis terdiri dari:

  • Tidak bersemangat – Saat mengalami malaise, seseorang akan merasa tidak bersemangat dan berenergi untuk melakukan aktivitas.
  • Cemas – Setiap orang yang sedang dalam kondisi malaise juga umumnya dilanda perasaan cemas terkait penyakit yang dideritanya.
  • Gangguan kognitif – Adanya gangguan daya ingat dan berpikir (kognitif) menjadi malaise yang menandakan terjadinya masalah pada fungsi otak. Atau, bisa jadi karena Anda sedang dilanda stres.
  • Perubahan mood – Malaise juga bisa menjadikan mood, tingkah laku, dan emosi seseorang inkonsisten. Anda bisa saja tiba-tiba marah, sedih, dan menjadi pendiam.

Penyebab Malaise

Penyebab seseorang mengalami malaise sudah pasti karena adanya penyakit yang merasuk ke dalam tubuh. Berikut adalah beberapa penyebab malaise yang penting untuk diketahui.

  • Infeksi kronis
  • Infeksi akut, bisa terjadi karena adanya infeksi jamur. Biasanya terjadi pada kasus penyakit influenza, pneumonia, dan sindroma virus akut.
  • TBC
  • Penyakit jantung
  • Gagal ginjal
  • Gangguan hati (liver)
  • Penyakit metabolik, seperti diabetes mellitus, pembengkakan kelenjar tiroid, gangguan hormon estrogen
  • Gangguan jaringan penyambung, seperti Rheumatrithis, sarcoidosis, lupus erythematous (SLE)
  • Kanker
  • Gangguan psikis, seperti stres atau depresi akut
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, di antaranya obat kejang, obat beta blocker untuk penyakit jantung, hingga antihistamin.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini contoh penyakit yang biasanya menyebabkan seseorang mengalami malaise.

1. Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menyerang sistem pernapasan dan tulang. TBC ditandai dengan sejumlah gejala seperti demam, keringat dingin, batuk, dan menurunnya nafsu makan.

2. Leukemia

Leukemia atau yang kita kenal sebagai kanker darah ini disebabkan oleh adanya tumor ganas di tempat produksi darah sehingga menyebabkan darah tidak dapat diproduksi secara wajar. Akibatnya, tubuh akan mengalami malaise disertai dengan gejala lainnya seperti mimisan, hingga penurunan gairah beraktivitas.

3. Bronkopneumonia

Bronkopneumonia adalah penyakit radang yang menyerang sistem pernapasan, yakni brobkus sampai alveolus. Bronkopneumonia disebabkan oleh infeksi virus dan umumnya dialami oleh anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Penderita bronkopneumonia akan merasakan malaise seperti badan lemas dan kepala pusing. Selain itu, gejala bronkopneumonia juga berupa kesulitan bernapas, gerakan dada yang asimetris, demam tinggi, anoreksia, hingga batuk berdahak.

4. Leptospirosis

Penyakit leptospirosis adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh kencing tikus. Biasanya, penyakit ini kerap terjadi di musim hujan pada daerah-daerah yang terdampak banjir.

Pada tahap awal, penderita leptospirosis akan mengalami malaise seperti lemas, nyeri otot dan sendi, diare, hingga sakit kepala. Leptospirosis merupakan penyakit mematikan sehingga membutuhkan penanganan segera. Jika Anda mengalami gejala leptospirosis, segera periksakan diri ke dokter sebelum semuanya bertambah parah.

5. Pembengkakan Kelenjar Tiroid

Pembengkakan kelenjar tiroid disebabkan oleh produksi hormon tiroid yang tidak wajar, bisa terlalu banyak atau terlalu sedikit.  Gangguan kesehatan ini umumnya ditandai oleh malaise dalam bentuk:

  • Rasa cemas
  • Pembengkakan di area leher
  • Kerontokan rambut
  • Menurunnya sistem imun
  • Kenaikan atau penurunan berat badan
  • Tidak nafsu makan

Kelenjar tiroid yang mengalami pembengkakan dapat diobati dengan sejumlah cara, tergantung dari jenis dan seberapa parah pembengkakan yang terjadi. Pemberian obat-obatan dan terapi radioaktif lazimnya akan ditempuh guna mengatasi penyakit ini.

Keduanya difungsikan untuk menurunkan kadar hormon tiroid pada penderita hipertiroid, dan menggantikan hormon tiroid yang hilang pada penderita hiportiroid. Selain itu, pengobatan ini ditujukan untuk mengatasi gangguan kesehatan lainnya yang diakibatkan oleh pembengkakan kelenjar tiroid.

6. Fatigue

Fatigue atau kelelahan adalah gangguan kesehatan yang ditandai oleh malaise seperti tubuh lemas, mudah mengantuk walaupun sudah cukup tidur, kekurangan gizi, hingga perasaan depresi. Aktivitas bekerja juga ditengarai berpotensi seseorang mengalami kelelahan hebat atau fatigue ini.

Mengonsumsi vitamin dan makanan bergizi merupakan cara mengobati fatigue yang paling ampuh, di samping perbanyak olahraga, berekreasi, dan merelaksasi tubuh.

7. Lupus

Lupus adalah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh yang seharusnya menjadi medium proteksi tubuh dari penyakit, justru malah menyerang tubuh. Lazimnya, lupus menyerang bagian jaringan, sel, dan organ tubuh.

Penyakit lupus ditandai dengan gejala malaise salah satunya. Wanita memiliki risiko terkena penyakit lupus lebih besar ketimbang laki-laki. Kendati termasuk ke dalam jenis penyakit yang tidak bisa disembuhkan, perkembangan teknologi medis sudah memungkinkan bagi para penderita lupus untuk bisa hidup normal dalam penyakitnya tersebut.

Baca Juga: Ileus Paralitik: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Diagnosis Malaise

Malaise adalah gejala penyakit yang wajar dan pasti dialami oleh semua orang. Jika dalam kurun waktu satu minggu Anda masih mengalami malaise, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari malaise tersebut. Nantinya, dokter akan melakukan sejumlah prosedur guna memastikan ada atau tidaknya indikasi penyakit serius yang terjadi pada Anda.

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan melakukan sesi wawancara (anamnesis) kepada Anda. Dokter akan mencatat semua keluhan yang Anda rasakan, riwayat penyakit pribadi dan keluarga, hingga riwayat pemakaian obat-obatan. Setelah itu, dokter akan memaparkan hipotesis untuk kemudian dilanjutkan kepada prosedur berikutnya.

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik perlu dilakukan guna memastikan apa penyebab pasti dari malaise yang pasien alami. Dokter akan memeriksa kondisi organ tubuh untuk mencari tahu jika ada yang abnormal dari kondisi maupun fungsi organ.

3. Pemeriksaan Penunjang

Agar lebih memastikan lagi penyebab malaise yang dialami pasien, dokter mungkin saja akan melakukan prosedur pemeriksaan penunjang, dalam hal ini adalah tes laboratorium yang terdiri dari:

  • Tes darah
  • Tes urin
  • CT scan

Selain itu, konsultasi dengan psikiater juga masuk ke dalam salah satu prosedur pemeriksaan penunjang. Ini penting guna menganalisis gejala malaise yang sifatnya psikis.

Cara Mengobati Malaise

Sekali lagi, malaise bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit. Oleh karena itu, cara mengobati malaise ini juga harus disesuaikan dengan jenis penyakit yang menjadi penyebabnya. Seperti yang sudah disebutkan tadi, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter guna memastikan penyebab malaise.

Sebelum pergi ke dokter, malaise juga bisa diobati dengan cara-cara sederhana seperti berikut ini:

1. Istirahat yang Cukup

Gejala malaise yang umum terjadi adalah rasa lemas pada tubuh. Lemas ini bisa jadi disebabkan karena tubuh Anda kurang beristirahat. Kurang-kurangi aktivitas begadang dan buatlah jadwal tidur yang cukup dan teratur, yakni sekitar 8-10 jam setiap hari.

2. Banyak Minum Air Putih

Lebih dari 50 persen tubuh kita diisi oleh cairan. Kekurangan cairan tentu akan membuat tubuh mengalami dehidrasi yang ditandai dengan malaise berupa tubuh letih dan pusing. Jika Anda meraskan gejala-gejala tersebut, segera minum air putih dan biasakan untuk minum air putih 8-10 gelas setiap hari agar tubuh senantiasa bugar dan bertenaga.

3. Makan Makanan Bergizi

Tubuh yang lemah, mudah mengantuk, dan sering sakit kepala bisa jadi menunjukkan malanutrisi. Mulai dari sekarang, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin dan nutrisi lainnya supaya tubuh bebas dari penyakit.

4. Rajin Olahraga

Olahraga juga menjadi cara mencegah dan mengatasi malaise. Luangkan setidaknya 30 menit setiap pagi untuk melakukan aktivitas olahraga, baik itu olahraga ringan seperti push-up, hingga olahraga berat seperti bersepeda atau berenang.

Rajin berolahraga membuat tubuh tetap bugar karena dengan berolahraga, tubuh mengeluarkan keringat yang berisi racun-racun berbahaya, pun berolahraga membuat aliran darah lancar dan otot-oto menjadi semakin kuat.

5. Rileks

Tingginya tekanan hidup terkadang membuat kita menjadi stres. Akibatnya, tubuh akan bereaksi dengan menunjukkan gejala malaise seperti pusing, lemas, dan puncaknya mengalami demam. Anda yang kesehariannya memiliki kesibukan, saat kiranya tekanan sudah berada pada titik tertinggi, segera ambil waktu sejenak untuk merelaksasikan diri, atau pergi berekreasi saat akhir pekan.

Itu dia informasi mengenai malaise, kondisi yang menjadi pertanda tubuh sedang diserang penyakit tertentu. Jaga selalu kesehatan tubuh Anda dengan menerapkan pola hidup sehat. Semoga bermanfaat!