13 Makanan Berkalsium Tinggi (No. 7 & 11 Paling Enak)

sumber-kalsium-doktersehat

DokterSehat.Com – Kalsium adalah salah satu zat gizi yang penting bagi tubuh. Oleh karena itu, Anda perlu mencukupi kebutuhan kalsium harian. Kebutuhan kalsium bisa dicukupi jika mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi. Ingin tahu beberapa makanan mengandung kalsium tinggi? Simak selengkapnya!

Makanan yang Mengandung Kalsium Tinggi

Kebutuhan kalsium harian bisa dicukupi jika Anda telah mengetahui beberapa makanan yang mengandung kalsium tinggi dan mengonsumsinya secara rutin. Apabila Anda mengonsumsi makanan mengandung kalsium ini maka Anda tidak membutuhkan suplemen kalsium.

Tidak ingin minum suplemen kalsium? Konsumsilah berbagai makanan yang mengandung kalsium tinggi ini setiap hari seperti yang ada di bawah ini:

1. Susu

Susu sudah dikenal sebagai makanan yang mengandung kalsium tinggi. Tidak heran apabila banyak orang yang menjadikan susu sebagai menu yang wajib dikonsumsi setiap hari. Kandungan kalsium pada susu tidaklah sama rata tergantung pada sumbernya.

Susu sapi mengandung kalsium sebesar 143 mg per 100 gram sedangkan susu kambing mengandung kalsium sebanyak 98 mg. Kandungan kalsium susu kerbau memang cukup tinggi, yaitu sebesar 216 mg. Akan tetapi, jarang orang yang ingin mengonsumsi susu ini.

Selain dari asal hewan yang diperas susunya, kandungan kalsium juga berbeda pada karakteristik hasilnya. Susu full cream adalah susu yang memiliki kandungan kalsium sangat tinggi sebesar 800 mg per 100 gram.

Meskipun susu termasuk makanan mengandung protein tinggi tetapi ada juga susu yang memiliki kandungan kalsium yang sedikit. Susu kedelai yang merupakan susu nabati hanya mengandung kalsium sebesar 50 mg per 100 gram.

2. Teri kering

Teri kering juga cukup dikenal memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi. Kandungan kalsium di dalam 100 gram teri kering adalah 1200 mg. Apabila Anda tidak suka minum susu maka Anda bisa menjadikan teri kering sebagai alternatif sumber kalsium.

Selain teri kering, ada pula beberapa jenis olahan teri yang juga memiliki kandungan kalsium yang sangat banyak. Teri segar memang mengandung kalsium yang lebih rendah, yaitu 500 mg tetapi teri tepung memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi.

Kandungan kalsium pada teri tepung adalah sebesar 4608 mg. Wah, sangat banyak bukan? Tak heran jika ada orang-orang yang mulai menggunakan teri tepung untuk dikonsumsi dalam rangkan mencukupi dan menabung kalsium.

Baca Juga: Selain Susu, Ini 6 Makanan yang Mengandung Kalsium

3. Ikan sarden

Ikan sarden kalengan adalah menu instan yang sangat mudah disajikan. Anda tidak perlu repot dalam mempersiapkan bumbu-bumbu untuk bisa mengonsumsi resep ikan sarden yang enak.

Kelezatan pada bumbu dan daging kan sarden kalengan semakin lengkap dengan kandungan kalsium yang ada di dalamnya. Ikan sarden kalengan mengandung 354 mg kalsium per 100 gram berat bersihnya.

Kandungan kalsium yang cukup tinggi ini dikarenakan ikan sarden kalengan adalah menu ikan yang bisa dimakan bersama tulangnya. Sebagaimana telah diketahui bahwa tulang ikan memiliki kandungan kalsium cukup banyak.

4. Ikan Goreng

Apabila Anda tidak suka makan ikan sarden kalengan maka ada pilihan makanan mengandung kalsium yang lain tetapi masih berbahan ikan. Anda bisa mengonsumsi ikan goreng jenis tertentu, yaitu seperti belut atau mujair.

Kandungan kalsium di dalam 100 gram belut goreng adalah sebanyak 840 mg, sedangkan pada ikan mujair goreng yang diolah menjadi dendeng sebanyak 3258 mg per 100 gram. Walau tidak bisa dimakan bersama tulang tetapi jenis ikan ini mengandung kalsium tinggi.

5. Daun katuk

Makanan mengandung kalsium juga bisa berasal dari kelompok sayur-sayuran. Daun katuk adalah salah satu jenis sayuran yang mengandung kalsium cukup banyak. Kandungan kalsium di dalam 100 gram daun katuk adalah 204 mg.

Inilah mengapa daun katuk sangat baik dan sering dianjurkan untuk dikonsumsi oleh para ibu menyusui. Hal ini dikarenakan manfaat daun katuk tidak hanya bisa meningkatkan jumlah ASI tetapi juga bisa mencukupi kebutuhan kalsium ibu menyusui.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa ibu menyusui telah banyak menggunakan cadangan kalsium pada tulang selama hamil. Kebutuhan kalsium ini lebih meningkat lagi ketika masa menyusui. Namun, perlu diingat bahwa ibu hamil tidak boleh makan daun katuk.

Baca Juga: 6 Resep Daun Katuk Lezat untuk Ibu Menyusui

6. Udang kering

Udang memang enak dikonsumsi dan digemari oleh banyak orang. Tidak hanya udang segar yang bisa diolah dengan resep lezat, udang kering juga telah memiliki pecinta kulinter tertentu.

Bagi para pecinta kuliner yang menggunakan udang kering maka ada kabar baik. Kabar baiknya adalah udang kering termasuk makanan yang mengandung kalsium tinggi. Kandungan kalsium pada udang kering sebanyak 1209 mg.

Bagaimana? Cukup besar bukan. Anda bisa menggunakan udang kering sebagai bahan utama maupun bahan pendamping untuk mencukupi kebutuhan kalsium harian Anda. Jadi, selain nikmat, udang kering pun bisa menjadi sahabat untuk tulang Anda.

7. Yogurt

Sebagai produk turunan susu, pastinya yogurt juga menjadi makanan yang mengandung kalsium tinggi. Kandungan kalsium di dalam 100 gram yogurt adalah sebanyak 120 mg. Anda perlu lebih cermat untuk memiliki yogurt untuk dikonsumsi karena kandungan kalsium pada setiap yogurt tidaklah. Jadi, periksa lagi fakta nutrisi pada yogrut tersebut.

8. Bayam

Selain daun katuk, bayam juga merupakan makanan mengandung kalsium yang berasal dari golongan sayur-sayuran. Sayuran hijau yang satu ini memiliki kandungan kalsium yang cukup banyak untuk kelompok sayuran.

Kandungan kalsium pada bayam biasa yaitu bayam hijau adalah sebanyak 267 mg per 100 gram, sedangkan kandungan kalsium pada bayam merah lebih banyak yaitu sebanyak 368 mg per 100 gram.

Baca Juga: Ini 4 Kreasi Resep Sayur Bayam yang Enak

9. Keju

Siapa yang suka keju? Apakah Anda termasuk orang yang suka mengonsumsi keju. Tidak heran jika banyak orang yang suka makan keju karena memiliki rasa gurih yang lezat. Selain lezat, keju juga mengandung kalsium dalam jumlah banyak.

Hal ini cukup wajar karena keju juga merupakan produk turunan dari susu. Kandungan kalsium pada keju adalah sebesar 777 mg per 100 gram keju. Namun, perlu diingat meskipun mengandung kalsium tinggi, keju juga mengandung lemak yang cukup banyak.

Jadi, jika Anda memiliki masalah terhadap berat badan atau sedang menjalani program diet menurunkan berat badan maka keju bukanlah sumber kalsium yang dapat dikonsumsi dalam jumlah banyak.

10. Kacang kedelai

Kacang kedelai juga mengandung makanan mengandung kalsium. Di dalam 100 gram kacang kedelai terdapat kalsium sebanyak 222 mg. Olahan dari kacang kedelai, yaitu tahu dan tempe juga bisa termasuk makanan yang mengandung kalsium.

Kandungan kalsium pada tempe adalah 155 mg dan pada tahu terdapat kalsium sebanyak 124 mg. Jumlah kalsium yang disebutkan adalah kandungan kalsium per 100 gram bahan makanan tersebut. Jadi, jika Anda suka tempe atau tahu maka jumlah yang bisa dikonsumsi cukup banyak sehingga asupan kalsium pun bisa banyak masuk.

Baca Juga: 5 Kreasi Resep Tofu yang Enak dan Sehat

11. Cokelat susu

Apakah Anda penggemar cokelat? Cokelat juga merupakan makanan yang mengandung kalsium. Akan tetapi, pilihlah cokelat susu yaitu cokelat yang juga terbuat dari susu. Kandungan kalsium pada cokelat susu adalah 200 mg per 100 gram.

12. Rebon kering

Makanan mengandung kalsium dari jenis seafood adalah rebon. Ada jua jenis rebon, yaitu rebon segar dan rebon kering. Rebon segar mengandung kalsium yang lebih rendah jika dibanding rebon kering tetapi tetap memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi.

Rebon segar mengandung kalsium sebanyak 757 mg per 100 gram, sedangkan rebon kering memiliki kandungan kalsium sebanyak 2306 mg. Anda bisa mengonsumsi rebon kering dengan olahan resep yang menarik.

13. Kembang tahu

Kembang tahu adalah makanan yang mengandung kalsium tinggi. Kandungan kalsium pada 100 gram kembang tahu adalah 378 mg. Jadi, jika Anda suka nyemil kembang tahu maka Anda tidak hanya sedang memanjakan lidah tetapi juga mencukupi kebutuhan kalsium harian Anda.

 

Sumber:

  1. UNY: DKBM Indonesia. http://staffnew.uny.ac.id/upload/132318122/pendidikan/DKBM-Indonesia.pdf [diakses pada 4 Januari 2019]