Terbit: 18 Agustus 2017 | Diperbarui: 21 Agustus 2017
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Berikut adalah beberapa makanan apa yang harus dihindari jika terkena Iritable Bowel Syndrome (IBS). Baik jenis IBS-D atau IBS-C, ada makanan tertentu yang harus dihindari agar tidak memicu gejala.

Irritable Bowel Syndrome (IBS) – Makanan yang Harus Dihindari dan Perubahan Gaya Hidup

Makanan tertentu bisa memperburuk kembung dan meningkatkan gas di saluran pencernaan. Makanan yang harus dihindari meliputi sayuran dan kacang polong, seperti:

  • Kubis
  • Kembang kol
  • Lobak
  • Selada air
  • Wasabi
  • Kubis brussel
  • Bok choy
  • Arugula
  • Kubis
  • Brokoli
  • Sawi putih

Kacang-kacangan juga bisa memperburuk kembung, seperti:

  • Kacang hitam
  • Kacang polong
  • Buncis
  • Edamame
  • Kacang fava
  • Kacang-kacangan
  • Kacang lima
  • Kacang merah
  • Kacang kedelai

Beberapa makanan bisa memicu gejala kram perut dan diare, diantaranya:

  • Makanan berlemak
  • Gorengan
  • Kopi
  • Kafein
  • Alkohol
  • Sorbitol (pemanis yang banyak ditemukan pada makanan diet, permen, dan gusi)
  • Fruktosa (ditemukan secara alami pada madu dan beberapa buah, dan juga digunakan sebagai pemanis)

Makan makanan dalam porsi besar juga bisa memicu kram perut dan diare.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Apa perubahan gaya hidup lainnya yang membantu meringankan gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS)?

  • Selain perubahan pola makan, ada beberapa kebiasaan sehat yang juga bisa membantu mengurangi gejala IBS
  • Menjaga kebugaran fisik yang baik untuk memperbaiki fungsi usus dan membantu mengurangi stres
  • Berolahraga secara teratur
  • Berhenti merokok untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan
  • Hindari kopi/ kafein dan permen karet
  • Mengurangi atau menghilangkan konsumsi alkohol dapat membantu
  • Manajemen stres dapat membantu mencegah atau mengurangi gejala IBS
    • Gunakan teknik relaksasi: Pernapasan dalam, visualisasi, Yoga
    • Lakukan hal-hal yang menurut Anda menyenangkan: Bicaralah dengan teman, baca, mendengarkan musik
    • Hipnosis yang diarahkan pada hal yang bisa mengurangi stres dan kecemasan
    • Biofeedback mengajarkan Anda untuk mengenali respons tubuh terhadap stres dan Anda dapat belajar memperlambat denyut jantung dan bersantai
  • Teknik manajemen nyeri dapat meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit
  • Terapi perilaku kognitif atau psikoterapi dengan konselor terlatih


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi