Terbit: 27 Desember 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Sebelum melakukan operasi atau pembedahan, beberapa dokter menyarankan seseorang untuk melakukan puasa atau hal lainnya. Setelahnya, Anda harus memerhatikan asupan nutrisi dan menghindari makanan yang dilarang pasca operasi agar luka jaitan lebih cepat pulih.

10 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Pasca Operasi

Selain dokter memberikan saran spesifik, biasanya mereka harus makan sesuatu yang tepat. Kalau sampai makan sesuatu yang dilarang akan ada gangguan pada tubuh sehingga penyembuhan tidak akan terjadi. Berikut beberapa jenis makanan yang tidak bisa dikonsumsi pasca operasi.

10 makanan yang dilarang pasca operasi

Setelah melakukan operasi, Anda harus menghindari beberapa jenis makanan dan minuman sementara waktu agar penyembuhan bisa berjalan lancar. Berikut ini beberapa makanan yang dilarang pasca operasi:

  1. Olahan susu

Olahan susu tidak cocok untuk dikonsumsi setelah operasi. Olahan susu akan meningkatkan kemungkinan terjadi sembelit. Padahal sembelit bisa membuat Anda lama mengejan saat buang air besar dan memicu robeknya luka pasca operasi.

Kalau Anda masih membutuhkan susu, ada baiknya untuk tetap mengonsumsi banyak sayuran. Dengan sayuran yang banyak, gangguan sembelit tidak akan terjadi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

  1. Makanan atau minuman berkafein

Kafein memang membuat tubuh jadi semangat kalau dikonsumsi dalam jumlah terbatas, namun ini menjadi salah satu yang dilarang dikonsumsi pasca operasi. Kalau dikonsumsi pasca operasi akan menyebabkan nutrisi yang berasal dari makanan dan obat susah masuk. Selain itu Anda juga akan besar dan berkali-kali ke kamar mandi.

  1. Minuman beralkohol

Berbagai jenis minuman beralkohol ternyata menyebabkan penyembuhan luka jadi terhambat. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa memicu iritasi. Kalau Anda tetap mengonsumsinya, ada kemungkinan terjadi kerusakan sel.

Oh, ya, alkohol yang dikonsumsi dalam jumlah banyak juga menyebabkan sel tidak segera pulih. Luka akan tetap basah sehingga jahitan yang terbentuk tidak akan melekat dan sembuh dengan sendirinya.

  1. Makanan atau minuman terlalu manis

Makanan yang dilarang pasca operasi adalah makanan yang terlalu manis karena akan menyebabkan gula darah menjadi naik. Saat gula darah di dalam tubuh naik, kemungkinan terjadi infeksi akan besar. Dampak dari infeksi ini adalah luka yang tidak kunjung mengering.

  1. Makanan kering

Makanan kering khususnya buah mengandung terlalu banyak pengawet dan juga gula. Kalau makanan ini dikonsumsi pasca operasi, luka akan susah sekali sembuh.

Daripada mengonsumsi buah kering ada baiknya mengonsumsi buah segar. Buah seperti jeruk atau mangga banyak mengandung vitamin C yang meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan penyembuhan.

  1. Minuman berkarbonasi

Minuman berkarbonasi tidak baik karena mengandung dua buah komponen. Pertama adalah gula yang terlalu banyak dan yang kedua adalah kafein. Dua kombinasi ini kalau dikonsumsi bisa menghambat penyembuhan.

Minuman berkarbonasi apa pun jenisnya meski yang jenis gula rendah tidak disarankan untuk dikonsumsi. Lebih baik memperbanyak minum air putih setiap harinya sebanyak 8 gelas.

  1. Daging merah dan olahannya

Daging merah dan olahannya memang mengandung banyak protein. Namun, pada mereka yang baru saja operasi sedikit tidak cocok karena mengganggu luka yang akan mengering.

  1. Makanan berlemak tidak sehat

Makanan yang terlalu banyak mengandung lemak bisa menyebabkan gangguan pada pencernaan. Pencernaan yang lama bisa membuat tubuh sulit mendapatkan suplai energi dan penyembuhan tidak bisa dilakukan dengan maksimal.

Makanan dengan kandungan lemak yang tinggi juga membuat proses pembuangan jadi terganggu. Kemungkinan jadi sembelit akan besar sehingga luka akan susah sembuh akibat banyak mengejan.

  1. Makanan berpengawet dan instan

Makanan yang dilarang pasca operasi adalah yang mengandung pengawet dan instan. Makanan jenis ini mengandung banyak zat kimia yang bisa membuat perut jadi kembung sehingga penyembuhan luka jadi semakin rendah.

Hindari atau sebisa mungkin batasi konsumsi makanan berpengawet. Sebisa mungkin untuk tetap memasak sendiri sehingga apa saja yang masuk bisa diperhatikan dengan baik.

  1. Makanan pedas

Makanan yang pedas memang sangat dibutuhkan untuk mengatasi nafsu makan yang anjlok. Selain itu, makanan yang pedas juga membuat seseorang makan lebih lahap dan menuntaskan hasrat ingin makan sesuatu yang terlalu pedas. Sayangnya, ini termasuk salah satu makanan yang dilarang pasca operasi.

Kalau Anda baru saja melakukan operasi, ada baiknya menjauhi makanan pedas apa pun. Makanan pedas akan menyebabkan iritasi di saluran pencernaan dan mengganggu penyembuhan pasca operasi besar

Cara menyiasati salah makan pasca operasi

Salah satu penyebab mengapa Anda sering makan dengan salah pasca operasi adalah ketidaktahuan. Nah, agar makanan yang disantap tepat sasaran, lakukan beberapa hal di bawah ini.

  • Sebisa mungkin memasaknya sendiri saja. Kalau Anda tidak bisa memasak sendiri karena masih sakit minta bantuan orang tua atau saudara. Dengan memasak sendiri, kemungkinan terjadi kesalahan makan akan kecil.
  • Kalau membeli makan di luar ada baiknya yang dimasak dahulu. Dengan begitu, Anda bisa membuat permintaan khusus seperti ditambahkan sesuatu atau dikurangi bahan tertentu.
  • Gunakan gula diet atau lebih baik hindari gula meja saat memasak. Terkadang kita tidak begitu menyadari banyaknya gula yang masuk ke dalam tubuh karena bentuknya minuman.
  • Rem makanan yang terlalu pedas. Cara terbaik untuk melakukan pengereman adalah dengan memasakan santapan yang cenderung asin meski tidak berlebihan.
  • Hindari begadang atau tidur terlalu malam. Kebiasaan ini membuat Anda lebih sering mengonsumsi kopi yang notabene tidak disarankan saat penyembuhan pasca operasi.

Itu dia beberapa jenis makanan yang dilarang pasca operasi. Mana saja yang menurut Anda paling susah dihindari dan sering kecolongan? Semoga informasi di atas bisa menambah pengetahuan kita semua.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi