Terbit: 24 Februari 2019 | Diperbarui: 25 Februari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Apa yang kita makan memang bisa memberikan pengaruh besar bagi kondisi kesehatan tubuh. Sebagai contoh, jika kita mengonsumsi makanan atau minuman yang kurang tepat di malam hari, bisa jadi kita akan mengalami susah tidur atau tidur dengan tidak nyenyak. Sebenarnya, apa sajakah makanan atau minuman yang bisa menyebabkan dampak kesehatan ini?

Makan Ini di Malam Hari, Siap-Siap Kena Gangguan Tidur

Beberapa makanan dan minuman terlarang di malam hari

Makan malam seringkali dijadikan waktu makan yang lebih ‘mewah’ dari waktu makan lainnya. Hal ini disebabkan oleh luangnya waktu yang bisa kita gunakan untuk mengonsumsinya. Sayangnya, jika kita memilih makanan atau minuman yang kurang tepat, dampaknya bisa memicu gangguan tidur.

Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang bisa menyebabkan dampak tersebut.

  1. Keju

Makanan yang sering dianggap sebagai makanan khas orang Barat ini tinggi kandungan lemak sehingga sebaiknya tidak sering-sering dikonsumsi di malam hari. Jika kita melakukannya, maka saluran pencernaan akan bekerja dengan sangat keras untuk mengolah lemak tersebut. Alhasil, bukannya beristirahat saat tidur malam, perut justru tetap bekerja keras dan akhirnya membuat kita tidak bisa benar-benar tidur dengan nyenyak.

Jika kita makan keju di dekat waktu tidur, maka hal ini juga akan meningkatkan risiko terkena kenaikan asam lambung yang juga akan membuat kita susah tidur. Karena alasan inilah pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsinya sekitar 4 atau 6 jam sebelum tidur.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

  1. Cokelat hitam

Cokelat hitam dikenal luas sebagai cokelat yang paling baik bagi kesehatan. Sayangnya, kita sebaiknya tidak mengonsumsinya di malam hari karena bisa membuat kita susah tidur. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar kafein di dalam makanan ini. Padahal, tubuh membutuhkan waktu berjam-jam lamanya demi menghilangkan dampak kafein di dalam tubuh.

  1. Daging-dagingan

Mengonsumsi daging yang masih dalam kondisi hangat di malam hari memang sangat nikmat untuk dilakukan. Sebagai contoh, banyak orang yang sengaja mengonsumsi daging steak di malam hari demi membuat makan malam menjadi terasa lebih mantap. Sayangnya, mengonsumsi daging-dagingan yang tinggi kandungan lemak akan membuat saluran pencernaan bekerja dengan sangat keras. Hal ini akan membuat kita tidur dengan tidak nyenyak.

Hal yang sama juga akan terjadi jika kita mengonsumsi daging olahan seperti sosis dan nugget. Bahkan, kita bisa saja mengalami sensasi perut kembung dan tidak nyaman setelah mengonsumsinya.

  1. Makanan pedas

Makanan pedas juga sering dikonsumsi banyak orang di malam hari karena dianggap bisa memberikan sensasi segar atau menghangatkan tubuh. Ditambah dengan fakta bahwa masyarakat Indonesia memang cenderung gemar mengonsumsi makanan pedas, maka tempat makan bertema makanan pedas pun laris manis di malam hari.

Sayangnya, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas akan membuat sensasi panas atau tidak nyaman di perut sehingga kita pun akan mengalami susah tidur atau tidur dengan tidak nyenyak.

  1. Minuman bersoda

Minuman bersoda memang bisa memberikan kesegaran tersendiri. Sayangnya, mengonsumsinya di malam hari akan membuat kita mengonsumsi kalori dalam jumlah yang terlalu banyak. Hal ini tentu akan bisa memicu kenaikan berat badan atau risiko diabetes. Selain itu, kandungan natrium benzoate dan berbagai bahan kimia lainnya di dalam minuman bersoda juga bisa membuat gangguan pencernaan atau refluks asam lambung yang tentu akan membuat kita susah tidur.

  1. Pizza dan burger

Pizza dan burger memiliki kandungan lemak tinggi yang akan membebani saluran pencernaan sehingga bisa membuat kita susah untuk tidur. Kandungan natriumnya juga cenderung tinggi sehingga bisa menyebabkan perut kembung.

Ada baiknya memang kita tidak mengonsumsi makanan-makanan tersebut di malam hari demi mencegah datangnya gangguan tidur dan masalah kesehatan lainnya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi