Terbit: 28 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Salah satu masalah kesehatan yang paling berbahaya bagi kesehatan adalah penggumpalan darah. Sebenarnya, hal ini sangat berguna jika kita sedang mengalami luka dan mencegah datangnya perdarahan parah. Namun, jika hal ini terjadi di dalam pembuluh darah, maka kita pun akan berisiko besar terkena stroke, penyakit jantung koroner, dan masalah kardiovaskular lainnya.

Makanan Terbaik Untuk Mencegah Penggumpalan Darah

Dilansir dari Boldsky, ada banyak sekali penyebab dari penggumpalan darah. Sebagai contoh, duduk atau berbaring dalam waktu yang lama, mengalami penyakit tertentu, mengalami kerusakan pembuluh darah, jarang berolahraga, memiliki tekanan darah tinggi, mengalami obesitas, penuaan, merokok, dan berbagai hal lainnya bisa menjadi pemicunya. Yang menjadi masalah adalah, jika sampai penggumpalan darah terjadi di bagian tubuh tertentu, hal ini bisa memicu kematian.

Untuk mencegah datangnya penggumpalan darah, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi salisilat, kandungan yang bisa ditemukan dalam banyak tanaman herbal atau bumbu-bumbuan layaknya paprika, kunyit, thyme, jahe, peppermint, licorice, dan buah-buahan seperti nanas, madu, anggur, berry, jeruk, tomat, dan lain sebagainya.

Kandungan lain yang bisa mencegah datangnya penggumpalan darah adalah yang asam lemak omega-3. Kandungan ini bisa ditemukan dalam ikan laut dan tanaman layaknya biji bunga matahari, minyak canola, minyak jagung, bayam, dan kale. Selain itu, ada baiknya kita juga rutin mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin E seperti avokad, mangga, tomat, kiwi, brokoli, bayam, almond, dan ubi.

Pastikan untuk melakukan diet sehat dengan kadar gizi yang seimbang demi menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tetap seimbang. Selain itu, rajin-rajinlah berolahraga dan hindari rokok. Dengan melakukan berbagai hal ini, maka kita tidak akan mudah terkena penggumpalan darah dan bisa hidup sehat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi