Apa Saja yang Boleh Dikonsumsi Setelah Keracunan Makanan?

keracunan-makanan-doktersehat

DokterSehat.Com -Kita selalu dianjurkan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan dengan hati-hati. Bahkan, ada yang menganjurkan memasak sendiri daripada sering beli di luaran sana. Nah, alasan utama mengapa kita harus hati-hati kalau ingin makan adalah keracunan. Makanan yang tidak bersih atau mengandung patogen atau barang berbahaya lain bisa memicu keracunan yang berbahaya.

Nah, saat keracunan, tubuh biasanya akan mengalami mual, mulas, hingga gangguan berbahaya lainnya. Setelah racun di dalam tubuh dinetralkan atau dikeluarkan, kita harus segera mengonsumsi makanan yang bisa digunakan untuk mengatasi rasa lemas dan menyuplai energi dalam jumlah banyak. Nah, kira-kira makanan apa saja yang bisa dikonsumsi setelah keracunan?

Makanan yang boleh dimakan

Setelah mengalami keracunan, Anda harus mengonsumsi beberapa makan di bawah ini untuk membuat kondisi tubuh membaik dan sembuh perlahan-lahan.

  1. Air putih dalam jumlah banyak

Saat sedang mengalami keracunan, tubuh akan semakin mudah mengalami gangguan seperti muntah dan diare. Dua masalah ini memicu tubuh kehilangan banyak sekali cairan yang sangat penting. Nah, cara terbaik untuk mengatasi kondisi lemas berlebihan saat mengalami ini adalah mengonsumsi air putih dalam jumlah banyak.

Kalau ada air mineral atau air dengan elektrolit tinggi seperti minuman untuk olahraga akan lebih membantu lagi. Tubuh membutuhkan suplai air dan mineral yang terus saja keluar. Oh ya, Anda juga boleh mengonsumsi kaldu ayam atau sayuran untuk alternatif minuman yang nikmat dan membuat tubuh lebih kuat.

  1. Makanan yang netral dan nyaman di perut

Setelah keracunan perut akan mengalami masalah seperti nyeri dan tidak bisa menerima berbagai jenis makanan. Tugas Anda adalah mengonsumsi makanan yang nyaman di perut, enak, dan memberikan nutrisi yang cukup banyak. Beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi terdiri dari: pisang, putih telur, nasi, madu, roti, dan agar-agar atau jeli.

Makanan dengan rasa manis dan asin juga cukup disarankan. Makanan itu akan memberikan energi yang cukup besar pada tubuh dan juga memenuhi kebutuhan mineral.

  1. Mengonsumsi home remedy

Home remedy atau obat tradisional adalah hal terakhir yang bisa kita lakukan. Tanpa harus menggunakan obat, kita bisa membuat tubuh menjadi lebih baik. Beberapa jenis home remedy yang bisa disiapkan adalah wedang jahe, yoghurt dengan campuran buah, atau air kelapa muda dengan gula merah.

Makanan yang harus dihindari

Selama keracunan, Anda tidak boleh makan dengan sembarangan. Kalau Anda makan sembarangan, tubuh akan semakin susah untuk disembuhkan. Beberapa makanan yang harus dihindari selama keracunan terdiri dari:

  • Alkohol apa pun jenisnya.
  • Makanan yang terlalu pedas dan asam. Makanan jenis ini akan membuat tubuh semakin tidak nyaman. Perut akan terus terasa sakit sehingga Anda akan tersiksa sendiri.
  • Minuman dengan kandungan kafein yang tinggi. Saat keracunan kita butuh air dalam jumlah banyak. Kalau mengonsumsi minuman berkafein, air akan terkuras karena kafein bersifat diuretik.
  • Olahan susu kecuali yang sudah difermentasi seperti yoghurt.
  • Makanan berlemak atau makanan yang digoreng dengan banyak minyak.
  • Jus buah terlalu banyak khususnya yang memiliki rasa sangat asam karena bisa membuat tubuh jadi tidak nyaman.
  • Makanan yang mengandung banyak serat.

Setelah kondisi tubuh membaik, diare berhenti, mual hilang, dan perut tidak nyeri, beberapa makanan di atas mulai boleh dikonsumsi.

Penyebab keracunan makanan

Secara umum ada beberapa patogen yang mudah sekali menyebabkan keracunan pada seseorang. Patogen yang menyebabkan hampir 91 persen keracunan makanan ini terdiri dari:

  • Norovirus. Virus yang banyak ditemukan pada buah, sayuran, dan tiram.
  • Salmonella. Banyak ditemukan di telur, daging, dan olahan susu yang tidak dilakukan dengan benar atau masih dalam kondisi mentah.
  • Clostridium perfringens. Banyak terdapat di daging khususnya yang tidak diolah atau masih mentah saat dikonsumsi.
  • Campylobacter. Juga muncul di daging yang belum matang saat diolah dan beberapa jenis air yang terkontaminasi.
  • Staphylococcus. Banyak ditemukan pada produk hewani mulai dari telur, keju, krim, dan susu.

Selain beberapa patogen yang telah disebutkan sebelumnya, keracunan makanan juga disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini.

  • Parasit seperti cacing.
  • Jamur beracun atau yang tidak layak makan.
  • Racun khususnya zat kimia berbahaya.
  • Makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Orang yang mudah terdampak keracunan makanan

Semua orang bisa mengalami keracunan. Namun, hanya beberapa kelompok saja yang lebih rentan mengalaminya. Berikut beberapa orang yang rentan keracunan sehingga sebelum mengonsumsi sesuatu mereka harus lebih hati-hati.

  • Anak-anak. Mereka yang masih berusia di bawah setahun dan belum mengetahui bagaimana cara membersihkan tangan dengan baik akan mudah sekali mengalami keracunan. Itulah kenapa sebelum makan anak harus dibersihkan tangannya terlebih dahulu.
  • Wanita yang hamil. Beberapa jenis bakteri seperti listeria bisa masuk ke dalam tubuh dari makanan seperti melon atau beberapa olahan daging. Listeria yang masuk ke tubuh berpotensi sebabkan masalah pada kehamilan.
  • Orang yang sudah berusia lanjut. Penyebab utama mengapa mereka lebih rentan keracunan adalah daya tahannya yang rendah. Kalau mengonsumsi makanan yang tidak sehat, keracunan akan langsung memberikan dampak.
  • Orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Orang dengan kondisi kesehatan tertentu seperti HIV, diabetes, atau mengalami gangguan hati akan mudah mengalami keracunan daripada mereka yang sehat.

Keracunan makanan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Nah, keracunan ini bisa menyebabkan masalah pada tubuh seperti mual hingga yang terparah bisa menyebabkan kerusakan pada organ. Kalau Anda merasa memiliki tanda keracunan setelah mengonsumsi makanan tertentu, segera netralkan racun atau langsung ke dokter agar bisa disembuhkan.