Terbit: 30 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.ComSembelit yang terjadi pada bayi tentu membuat kita sangat khawatir ya. Selain bayi menjadi rewel, bayi juga akan terganggu kondisi kesehatannya secara umum, mulai dari aktivitas harian hingga nafsu makan.

4 Hal Terkait Makanan yang Sebabkan Bayi Sembelit

Biasanya, makanan atau pola makan menjadi salah satu penyebab bayi mengalami sembelit. Hal ini wajar karena pencernaan berkaitan erat dengan asupan makanan yang dikonsumsi anak.

Agar kita bisa mewaspadai apa saja penyebab terkait makanan yang dapat membuat bayi menjadi sembelit, berikut 4 penyebab terkait makanan yang paling sering menyebabkan anak menjadi sembelit:

1. Penggunaan susu formula

Photo Credit: Kaboompics via Pexels

Dibandingkan dengan ASI, susu formula dapat menyebabkan bayi lebih sering sembelit. Susu formula untuk anakdi bawah usia 6 bulan memiliki sifat yang lebih sulit dicerna oleh pencernaan bayi.

Susu formula memiliki kandungan zat dan gizi yang cenderung membuat pencernaan bayi, yang masih sensitif, bekerja lebih keras.

Hal ini tentu membuat sembelit lebih mungkin terjadi. Belum lagi kondisi keasaman pH dan bakteri di usus anak jadi harus beradaptasi dengan lebih berat.

Tips: Usahkan bayi minum ASI saja hingga usia 6 bulan. Jika tidak memungkinkan, berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi anak, tentang jenis susu yang tepat untuk anak perlu Anda lakukan.

Hal ini karena jenis susu untuk anak harus diperhatikan dengan benar kandungan lemak dan jenis protein yang sesuai dengan pencernaannya.

2. Bayi sedang memulai MPASI

Plus-minus-MPASI-homemade-doktesehat-1

Photo Credit: Flickr.com/thedabblist

Setelah melewati 6 bulan ASI eksklusif, bayi akan memulai mengenal jenis makanan baru melalui MPASI.

Saat sedang memulai konsumsi MPASI, sangat wajar jika bayi sering mengalami sembelit, hal ini disebabkan pencernaan bayi yang masih beradaptasi dengan jenis makanan yang baru.

Tips: Selalu kenalkan MPASI sesuai dengan usia anak, baik dari jenis, tekstur, porsi dan frekuensi MPASI yang diberikan.

Pastikan MPASI diberikan bergizi lengkap, paling tidak terdiri dari karbohidrat, satu jenis protein dari hewani maupun nabati dan vitamin serta mineral, dari sayur atau buah.

3. Bayi kurang minum

cara-mengatasi-bayi-alergi-susu-sapi-doktersehatBayi yang sedang kurang minum, misalnya karena sedang sakit atau kurang asupan air putih, untuk anak usia di atas 6 bulan, akan rentan mengalami sembelit. Hal ini disebabkan cairan merupakan salah satu zat gizi yang juga mendukung lancarnya pencernaan dalam tubuh.

Selain memberikan MPASI yang mengandung serat dari buah dan sayur, pastikan asupan minum bayi cukup, yaitu kurang lebih 400-800 ml dalam sehari.

Tips: Jika anak sudah memulai MPASI, biasakan anak untuk minum teratur.

Hal ini akan membentuk pola minum air putih yang baik sejak dini. Anda bisa membiasakan anak minum air putih setelah makan utama, camilan, atau setelah minum ASI.

4. Pilihan makanan yang kurang sesuai untuk pencernaan makan anak

Anak yang mulai mengenal berbagai jenis makanan, cenderung ingin mencoba banyak makanan baru.

Pilihan makanan yang kurang tepat, misalnya makanna yang rendah serat, makanan yang banyak mengdung gula, garam, lemak dan bahan pengawet, serta tidak lengkap gizinya, bisa membuat pencernaan anak terganggu dan menyebabkan sembelit.

Tips: Kenalkan anak pada sebanyak mungkin makanan alami hingga usia 2 tahun.

Makanan alami, baik karbohidrat, protein, serta vitamin dan mineral, masih memiliki kandungan serat, meskipun kadarnya berbeda-beda. Hal ini sangat baik untuk mendukung kesehatan pencernaan anak dan mencegah sembelit.

Nah, itu dia 4 hal terkait makanan yang bisa menyebabkan sembelit pada bayi dan anak.

Sebisa mungkin kontrol dengan tepat pemberian makanan pada bayi dan anak agar tidak mengalami sembelit hanya karena pemilihan makanan yang kurang tepat, ya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi