9 Makanan Terbaik untuk Pria Berusia di Atas 50 Tahun

makanan-untuk-pria-tua-doktersehat

DokterSehat.Com – Bersamaan dengan bertambahnya usia, pria akan mengalami banyak penurunan fungsi tubuh dan gangguan kesehatan. Untuk itu, pria yang sudah berusia lanjut atau berusia 50 tahun ke atas harus memperhatikan apa yang dimakan. Mereka harus memilih  bahan makanan dengan baik untuk menurunkan risiko kesehatan atau penyakit berbahaya.

Jenis Makanan yang Bisa Dikonsumsi Pria Usia Lanjut

Pria yang sudah berusia lanjut disarankan untuk mengonsumsi beberapa makanan di bawah ini. Dengan mengonsumsinya, mereka bisa mendapatkan tubuh yang cukup kuat dan tidak mudah sekali. Oh ya, beberapa makanan di bawah ini juga berlaku untuk wanita usia lanjut khususnya mereka yang mendekati menopause.

  1. Jamur

Jamur mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Satu mangkuk jamur mengandung sekitar 20 kalori penuh protein dan serat. Selain dua nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh tersebut, jamur juga mengandung potasium. Mikronutrien ini bermanfaat untuk menekan sodium dalam tubuh dan menurunkan tekanan darah.

Jamur sangat cocok untuk mereka yang tidak bisa mengonsumsi protein hewani karena ada masalah kesehatan atau ingin hidup menjadi vegetarian. Pilih jamur yang sesuai dengan preferensi atau ganti setiap hari agar tidak mudah sekali mengalami kebosanan.

  1. Alpukat

Alpukat dianggap baik untuk kesehatan pria yang sudah lanjut usia karena mengandung cukup banyak lemak nabati yang sehat. Lemak yang berasal dari alpukat bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan energi dan tidak berisiko mengalami penyakit kardiovaskular.

Anda bisa menggunakan alpukat setiap hari untuk dimakan langsung, dijadikan salad, atau dibuat menjadi jus. Kalau Anda ingin membuat jus usahakan untuk tidak menggunakan gula terlalu banyak, ya! Gula justru bisa memicu kondisi diabetes kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak, apalagi sudah usia lanjut.

  1. Cherry

Cherry tidak hanya memberikan rasa manis dan asam serta menjadi hiasan kue saja. Buah yang kerap dijual dalam bentuk kaleng ini bermanfaat sebagai antiinflamasi khususnya pada otot. Mengonsumsi cherry dalam bentuk buah atau jus bisa mempercepat penyembuhan otot setelah berolahraga atau melakukan aktivitas berat lainnya.

Usahakan untuk mengonsumsi cherry dalam kondisi yang masih segar. Jangan cherry yang sudah diawetkan dan digelontor cukup banyak sekali gula. Kalau hal ini sampai terjadi, tubuh bukannya menjadi sehat malah lebih mudah sakit. Apalagi gula berlebihan bisa memicu obesitas.

  1. Aneka Jenis Daging

Seiring dengan bertambahnya usia, protein sangat penting untuk tubuh. Hal ini terjadi karena seiring dengan bertambahnya usia, pria atau wanita akan kehilangan sekitar 3-8% massa otot di tubuhnya selama satu dekade. Kondisi ini terjadi mulai usia 30 tahun ke atas.

Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi kalau Anda tidak mendapatkan asupan protein dalam jumlah banyak. Protein akan membantu tubuh dalam hal pembentukan otot baru. Kalau Anda rutin mengonsumsi ikan laut yang sehat atau daging merah yang rendah lemak, protein bisa diserap oleh tubuh dengan maksimal.

  1. Telur

Telur baik untuk mencegah penurunan massa otot pada tubuh. Setelah berolahraga atau sebelumnya, pria disarankan untuk mengonsumsi telur yang digoreng atau direbus. Oh ya, kalau Anda memiliki kolesterol, batasi pengonsumsian telur. Maksimal dalam satu hari 2 butir saja ukuran sedang.

Semua jenis telur khususnya ayam bisa dikonsumsi. Namun, akan lebih baik lagi kalau menggunakan telur dari ayam yang tidak dipelihara dengan obat kimia tertentu. Sebagian besar telur yang ada di pasaran berasal dari ayam petelur yang setiap hari diberi makanan yang mengandung obat tertentu.

  1. Aneka Buah Berry

Berbagai jenis berry seperti strawberry atau blueberry memberikan manfaat yang besar untuk pria. Kandungan Vitamin C akan meningkatkan antibodi dan mencegah masuknya radikal bebas. Selain itu, blueberry dikenal memiliki kandungan antiinflamasi yang bekerja sebagai anti kanker.

  1. Kefir atau Yoghurt

Olahan susu yang difermentasi ini memiliki bakteri baik yang menjaga perut, lambung, dan usus. Lebih lanjut, pengonsumsian kefir atau yoghurt secara rutin juga baik untuk mengendalikan tekanan darah pada pria yang memiliki diabetes.

  1. Makanan Berserat Tinggi

Seiring dengan bertambahnya usia, masalah pencernaan akan semakin banyak bermunculan dan menyebabkan masalah pada tubuh. Salah satu masalah pencernaan itu adalah sembelit dan gangguan pergerakan feses. Kalau Anda sering sekali mengalami sembelit, kemungkinan besar perut akan sering kembung dan nyeri.

Perbanyak makanan yang mengandung serat seperti aneka sayuran hijau dan juga buah-buahan. Pastikan makanan yang berserat selalu ada dalam menu harian. Kalau Anda tidak bisa mengonsumsi makanan yang berserat, kotoran akan terlalu lama menumpuk di usus dan berisiko sebabkan penyakit usus.

  1. Makanan dengan Kandungan Mineral Tertentu

Makanan dengan kandungan mineral tertentu juga wajib dikonsumsi saat berusia lanjut. Makanan yang masuk ke dalam tubuh harus mengandung mineral penting seperti vitamin D, vitamin B12, kalsium, potasium, magnesium, zat besi, hingga omega-3 yang banyak terdapat pada ikan laut.

Beberapa jenis daging, buah, dan sayur mengandung cukup mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Karenanya, Anda disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang jenisnya banyak dan bervariasi setiap hari. Kalau Anda merasa tidak bisa mencukupinya setiap hari, penggunaan suplemen boleh dilakukan.

Inilah sembilan jenis makanan yang cocok untuk pria berusia lanjut. Beberapa makanan di atas juga bisa dikonsumsi oleh wanita dengan usia yang hampir sama. Semoga ulasan di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan agar bisa hidup dengan baik meski usia tak lagi muda atau digunakan mulai sekarang akan menjadi gaya hidup sampai tua nanti.

 

Sumber:

  1. Doheny, Kathleen. 2016. 7 Best Foods for Men Over 50. https://www.everydayhealth.com/pictures/7-best-foods-men-their-50s. (Diakses pada 31 Agustus 2019).
  2. Raman, Ryan. 2017. How Your Nutritional Needs Change as You Age. https://www.healthline.com/nutrition/nutritional-needs-and-aging. (Diakses pada 31 Agustus 2019).