Terbit: 9 April 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji


Makanan penambah imun dapat membantu tubuh tidak mudah sakit dan terhindar dari berbagai penyakit. Tubuh manusia membutuhkan nutrisi setiap harinya untuk tumbuh dan bertahan hidup. Nutrisi yang seimbang akan membuat tubuh jadi sangat sehat. Sementara itu, nutrisi yang tidak seimbang bisa membuat tubuh mengalami kekurangan energi. Apa saja makanan penambah kekebalan tubuh? Yuk simak selengkapnya di bawah ini.

makanan-penambah-imun-doktersehat

Daftar Makanan dan Minuman Penambah Imun

Ada banyak pilihan makanan peningkat imunitas dan bisa digunakan untuk membuat tubuh selalu sehat setiap saat. Kalau Anda sebelumnya tidak acuh dengan masalah daya tahan, cobalah makan makanan yang menyehatkan tubuh.

Berikut adalah sejumlah makanan dan minuman penambah imun:

1. Paprika Merah

Meski sering diabaikan dan hanya dipakai untuk penambah rasa saja, paprika merah mengandung banyak sekali vitamin C yang sudah tentu dapat meningkatkan imun. Bahkan kandungan vitamin C yang dimiliki oleh paprika merah dua kali lebih banyak dari buah jeruk. Makanan penambah imun ini juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit

Paprika dikonsumsi dalam bentuk makanan atau sambal. Oh ya, berhubung cabai mengandung zat yang bisa membuat perut jadi sakit, ada baiknya untuk membatasi konsumsinya dan sesuai dengan kemampuan.

2. Aneka Buah Jeruk

Salah satu vitamin penambah daya tahan tubuh adalah vitamin C yang terkandung di dalam aneka buah jeruk. Anda bisa mengonsumsi aneka jeruk mulai dari lemon, jeruk mandarin, hingga grapefruit. Buah ini mengandung vitamin C yang cukup tinggi sehingga cocok untuk menjaga daya tahan tubuh.

Anda bisa makan langsung mengonsumsi jeruk dalam bentuk buah, memerasnya, atau membuatnya dalam bentuk smoothies dan juga jus. Saat mengonsumsi jeruk, jangan menambahkan gula meja terlalu banyak.

3. Bawang Putih

Selama ini kita sering menggunakan bawang putih sebagai bumbu masakan saja. Ternyata bawang putih juga merupakan salah satu makanan penambah imun atau daya tahan tubuh. Dalam bahan bumbu masakan ini terkandung senyawa yang bisa mengatasi peradangan dan membunuh bakteri dan juga jamur.

4. Jahe

Jahe baik untuk menjaga daya tahan khususnya saat sedang hujan. Jahe dapat dikonsumsi baik dalam bentuk makanan maupun minuman bisa membuat tubuh jadi hangat sehingga Anda tidak mudah mengalami sakit seperti flu, batuk, hingga gangguan pernapasan lainnya.

Selain itu, makanan dan minuman penambah imun ini juga baik untuk menekan kadar kolesterol yang berlebihan pada tubuh.

5. Bayam

Bayam tidak hanya mengandung zat besi yang baik untuk peredaran darah dan mencegah anemia. Sayuran hijau yang juga kaya akan protein ini mengandung vitamin C dan antioksidan dalam jumlah yang cukup banyak.

Anda bisa mengonsumsi sayur bayam dalam bentuk tumisan atau dibuat jus bersama dengan buah seperti jeruk sebagai makanan penambah imun.

6. Brokoli

Brokoli yang sering sekali tidak disukai oleh anak-anak ternyata mengandung banyak vitamin lho! Anda bisa mendapatkan vitamin A, C, dan E dalam sayuran ini. Selain itu, brokoli juga mengandung banyak sekali antioksidan yang baik untuk mencegah serangan berbagai penyakit dan memperkuat sistem imun tubuh.

7. Yogurt

Yogurt merupakan salah satu makanan dan minuman penambah imun dengan membuat saluran pencernaan tidak mengalami gangguan. Minuman ini bisa membuat pencernaan selalu sehat dan Anda tidak mengalami sembelit.

8. Kacang Almond

Kacang almond bisa membuat Anda lebih sehat karena memberikan asupan vitamin C dan E. Selain itu, mengonsumsi kacang ini secara rutin juga bisa mencegah flu dan demam yang muncul saat musim hujan. Bisa dikatakan juga kalau kacang almond adalah salah satu makanan penambah imun yang bisa dijadikan camilan.

9. Teh hijau

Teh hijau adalah salah satu minuman yang direkomendasikan untuk diet. Selain itu, minuman yang cocok dikonsumsi tanpa gula ini juga mengandung flavonoid. Zat ini merupakan antioksidan yang sangat hebat. Flavonoid cocok untuk mencegah sakit ringan seperti flu atau batuk.

Anda bisa mengonsumsi teh hijau sebanyak 2-3 cangkir setiap harinya. Anda bisa menambahkan jeruk lemon atau menambahkan daun mint untuk menambah rasa.

10. Kunyit

Kunyit merupakan herbal serba guna yang banyak digunakan untuk masakan dan minuman. Bumbu dapur ini mengandung banyak curcumin yang bisa mengurangi peradangan untuk mengobati osteoartritis dan artritis reumatoid.

Makanan dan minuman penambah imun ini juga dapat membantu mengurangi kerusakan otot yang disebabkan oleh cedera saat olahraga.

11. Daging Ayam

Saat Anda sakit, sup ayam lebih dari sekadar makanan enak dengan efek plasebo. Namun makanan penambah imun ini dapat membantu memperbaiki gejala pilek dan juga membantu mencegah sakit. Unggas, seperti ayam dan kalkun, kaya akan vitamin B6. Sekitar 3 ons kalkun ringan atau daging ayam mengandung 40 hingga 50 persen dari jumlah harian yang direkomendasikan untuk vitamin B6.

Vitamin B6 adalah berperan penting dalam banyak reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh. Ini juga penting untuk pembentukan sel darah merah yang baru dan sehat. Kaldu yang terbuat dari rebusan tulang ayam mengandung gelatin, kondroitin, dan nutrisi lain yang bermanfaat untuk penyembuhan usus dan kekebalan tubuh.

12. Kerang-Kerangan

Kerang mungkin tidak terlintas dalam pikiran kebanyakan banyak orang yang ingin meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya, tetapi beberapa jenis kerang benar-benar mengandung zinc.

Zinc mungkin kurang mendapatkan perhatian dari vitamin dan mineral lainnya, tetapi tubuh kita membutuhkannya sehingga sel-sel kekebalan tubuh dapat berfungsi dengan baik. Beberapa jenis kerang yang mengandung banyak zinc termasuk kepiting, remis, lobster, dan kerang.

Perlu diperhatikan, terlalu banyak zinc justru dapat menghambat fungsi sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu jumlah angka kecukupan gizi (AKG) pria dewasa sebanyak 11 miligram, dan untuk wanita sebanyak 8 miligram.

13. Biji Munga Matahari

Biji bunga matahari mengandung banyak nutrisi, termasuk fosfor, magnesium, dan vitamin B6. Biji-bijian ini juga sangat tinggi vitamin E, yang berperan sebagai antioksidan kuat.

Vitamin E penting dalam mengatur dan memelihara fungsi sistem kekebalan tubuh. Makanan penambah imun lainnya yang memiliki vitamin E dalam jumlah tinggi termasuk alpukat dan sayuran berdaun gelap.

14. Pepaya

Pepaya adalah buah yang juga mengandung vitamin C. Dalam satu buah pepaya saja Anda bisa mendapatkan 224 persen dari jumlah vitamin C harian yang disarankan. Pepaya juga memiliki enzim pencernaan yang disebut papain sebagai anti-inflamasi.

Pepaya juga memiliki jumlah kalium, vitamin B, dan folat yang cukup, semua ini bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

15. Semangka

Semangka juga merupakan makanan penambah imun. Satu porsi semangka (2 cangkir) mengandung 270 miligram kalium, 30% dari nilai harian vitamin A, dan 25% dari nilai vitamin C. Bahkan kalori dalam semangka tidak banyak sama sekali. Satu porsi semangka hanya mengandung 80 kalori.

Semangka juga memiliki vitamin B6 dan glutathione. Tubuh membutuhkan vitamin, nutrisi, dan senyawa seperti glutathione ini untuk fungsi kekebalan tubuh yang baik.

16. Kiwi

Seperti pepaya, buah yang dapat dikonsumsi dalam bentuk jus atau buah utuh ini secara alami dipenuhi dengan nutrisi penting, termasuk folat, potasium, vitamin K, dan vitamin C. Vitamin C dapat meningkatkan sel darah putih untuk melawan infeksi, sementara nutrisi kiwi lainnya menjaga agar seluruh tubuh tetap berfungsi dengan baik.

17. Ubi Jalar

Satu ubi jalar sedang mengandung 120% dari nilai harian vitamin A dan 30% dari nilai harian vitamin C dan hanya memiliki 100 kalori. Vitamin ini sangat penting untuk fungsi kekebalan tubuh dan bagus untuk kulit Anda.

Makanan penambah imun ini adalah makanan bebas kolesterol dan bebas lemak, sehingga tubuh bisa mendapatkan semua vitamin yang membantu kekebalan tubuh. Ubi jalar juga dipenuhi serat yang sehat.

Cara Menjaga Imunitas Tubuh Lainnya

Selain mengonsumsi beberapa makanan dan minuman penambah imun di atas, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh, yaitu:

  • Melakukan olahraga secara rutin setiap harinya, minimal selama 15-30 menit per hari.
  • Segera mandi jika kehujanan atau segera keringkan.
  • Tidur yang cukup.
  • Membuat tubuh tidak terlalu lelah saat bekerja.
  • Jangan merokok.
  • Pertahankan berat badan yang sehat.
  • Kurangi alkohol
  • Kurangi stres.
  • Lakukan beberapa langkah untuk menghindari infeksi, seperti sering mencuci tangan dan memasak daging sampai matang.

Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh (Terhindar dari Virus & Bakteri)

Gangguan Daya Tahan Tubuh Saat Musim Hujan

Selama musim hujan akan ada banyak sekali gangguan daya tahan tubuh. Waspadai beberapa hal di bawah ini dengan baik:

  • Mudah kehujanan dan tubuh menjadi terlalu dingin. Kondisi ini menyebabkan Anda menjadi mudah demam dan masuk angin. Segera ganti pakaian dan gunakan minyak angin.
  • Orang di sekitar yang terkena flu dan batuk akan mudah menularkan virus. Apalagi jika melakukan kontak secara langsung.
  • Tubuh yang cenderung dingin membuat Anda kadang malas makan dan akhirnya daya tahan tubuh menjadi menurun.
  • Tubuh yang pasif dan malas berolahraga juga bisa memicu sakit.
  • Penyakit lebih kronis seperti muntaber hingga tifus juga bisa menyerang dengan mudah.

_

Itulah sejumlah makanan dan minuman penambah imun yang bisa dikonsumsi setiap hari. Meski makanan di atas menyehatkan, sebaiknya terlebih dahulu konsultasikan dengan dokter tentang kondsi medis atau alergi, dan seberapa banyak yang harus dikonsumsi. Semoga bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2014. How to boost your immune system. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-boost-your-immune-system. (Diakses 9 April 2020)
  2. Davis, Charles P. 2020. 16 Foods That Boost and Improve Your Immune System. https://www.onhealth.com/content/1/immune_system_boosting_foods. (Diakses 9 April 2020)
  3. Schend, James . 2019. 15 Foods That Boost the Immune System. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/foods-that-boost-the-immune-system#bell-peppers. (Diakses 9 April 2020)



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi