Terbit: 25 November 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ada sejumlah minuman dan makanan penghilang mual yang bisa Anda konsumsi manakala gejala umum yang satu ini menyerang. Apa saja pilihan makanan-makanan tersebut? Simak informasi selengkapnya berikut ini!

12 Makanan Penghilang Mual yang Ampuh

Pilihan Makanan Penghilang  Mual yang Ampuh

Mual adalah kondisi ketika seseorang merasakan sensasi seperti ingin muntah. Mual terjadi karena adanya suatu gangguan medis, entah itu yang sifatnya fisik maupun psikis.

Mengalami mual tentu saja akan membuat diri Anda tidak nyaman, bukan? Oleh sebab itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan guna mengatasi hal ini. Selain obat mual, makanan dan minuman tertentu juga kabarnya ampuh untuk menghilangkan mual. Berikut daftar makanan dan minuman penghilang mual yang perlu Anda ketahui.

1. Biskuit

Jenis makanan untuk menghilangkan mual yang pertama adalah biskuit. Menurut penelitian, 90 persen ginekologis—atau pakar reproduksi wanita—menganggap biskuit adalah makanan yang sangat direkomendasikan untuk ibu hamil konsumsi saat mengalami morning sickness yang salah satu gejalanya adalah mual.

Belum dapat terkonfirmasi secara pasti mengapa biskuit dapat membantu meredakan gejala mual. Namun, hal ini kabarnya karena biskuit tidak memiliki aroma yang tajam. Pasalnya, aroma makanan dan minuman yang tajam dapat memicu munculnya sensasi mual tersebut.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

2. Air Putih

Mual terkadang disertai oleh muntah. Manakala ini terjadi, tubuh tentunya akan kehilangan banyak cairan. Menjadi suatu masalah yang lebih besar lagi apabila Anda tidak segera mengganti cairan yang hilang tersebut. Selain gejala mual yang kembali muncul dan bahkan bertambah intensitasnya, Anda akan mengalami yang namanya dehidrasi.

Dehidrasi tentu saja tidak bisa dibiarkan karena dampaknya bisa sangat buruk bagi tubuh. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya segera minum air putih yang banyak guna menjaga agar tubuh tetap terhidrasi. Dengan begitu, gejala dehidrasi berupa mual dan lainnya bisa mereda.

Selain air putih, Anda bisa minum sejumlah jenis minuman lainnya, yaitu:

  • Minuman isotonik
  • Air kelapa
  • Teh
  • Minuman bersoda

3. Pisang

Pisang adalah buah yang cukup populer sebagai penghilang mual. Ini karena pisang berfungsi untuk mengembalikan potasium yang hilang akibat muntah yang didahului dengan mual-mual.

Potasium sendiri merupakan elemen elektrolit. Jadi, ketika Anda mual dan muntah, mineral ini akan ikut terbuang dan akhirnya menyebabkan dehidrasi. Maka dari itu, sebaiknya Anda memiliki persediaan buah ini sebagai antisipasi ketika mual menyerang.

4. Kentang

Kentang masuk ke dalam daftar makanan penghilang mual karena ia memiliki aroma yang tidak tajam, sehingga cocok dikonsumsi saat perut terasa mual yang notabene tidak boleh mengonsumsi makanan beraroma tajam terlebih dahulu. Tidak hanya itu, kentang juga mengandung cukup banyak kalori sehingga dapat membantu mengembalikan energi yang hilang (apabila mual berujung pada muntah).

Anda bisa mengonsumsi kentang dengan cara merebus atau memangganggnya terlebih dahulu. Sebaiknya jangan mencampur kentang dengan bumbu masakan lain, terutama yang memiliki cita rasa tajam.

5. Jahe

Jahe diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol, paradol, dan shogaol. Ketiga senyawa tersebut kabarnya akan berinteraksi dengan sistem saraf pusat dan perut untuk memperbaiki gejala mual.

Beberapa penelitian kecil pun menunjukkan bahwa makan jahe dapat menghilangkan mual yang muncul seperti pada kasus mabuk perjalanan, pembedahan, dan kemoterapi. Selain itu, jahe juga dapat menjadi pengobatan yang aman dan efektif untuk mual di pagi hari selama kehamilan.

Meskipun tidak ada konsensus tentang jumlah jahe yang diperlukan untuk mencapai efek ini, sebagian besar penelitian menyarankan sekitar 0,5-1,5 gram jahe kering per hari. Anda bisa mengonsumsi jahe dalam bentuk minuman teh, biskuit, atau permen. Jahe juga tersedia dalam bentuk kapsul herbal.

Namun, perlu diingat bahwa beberapa produk mungkin tidak mengandung jahe dalam jumlah yang banyak, sehingga efektivitasnya untuk mengatasi mual mungkin tidak terlalu signifikan.

6. Teh Herbal

Teh herbal seperti chamomile dan dan peppermint menurut penelitian cukup efektif dalam meredakan gejala mual, terutama pada ibu hamil yang “akrab” dengan morning sickness. Kendati bukti ilmiah yang ada masih terbatas dan belum bisa menjadi rujukan, faktanya banyak orang merasa mual yang mereka alami menghilang setelah mengonsumsi teh tersebut.

7. Kacang

Kekurangan protein dapat membuat rasa mual semakin parah, jadi carilah makanan yang mengandung protein, salah satunya kacang. Kandungan protein pada kacang dapat membantu meredakan mual yang terjadi, sekaligus menambah energi tubuh.

Kacang-kacangan utamanya dapat menghilangkan mual yang terjadi karena lapar, gula darah rendah, atau kehamilan. Akan tetapi, perlu Anda ketahui jika mengonsumsi kacang saat sakit—misalnya saat terserang infeksi virus—justru dapat memperburuk gejala tersebut.

8. Kaldu Ayam

Kaldu ayam atau sayur bisa menjadi sumber nutrisi yang baik dan mudah dicerna saat seseorang sedang merasa mual. Jika seseorang kurang minum atau kehilangan cairan karena berkeringat dan muntah, kaldu dapat membantu menggantikan cairan, garam, dan elektrolit yang hilang tersebut.

9. Roti Panggang

Jenis makanan penghilang mual lainnya adalah roti panggang. Sama seperti biskuit dan kentang, alasan mengapa roti panggang dapat membantu meredakan mual adalah karena makanan ini memiliki rasa yang hambar alih-alih tajam.

Ini tentu saja diperlukan guna mengatasi mual yang terjadi. Selain itu, kandungan zat pada roti juga dapat memulihkan keadaan perut yang kosong dengan lebih cepat. Anda bisa mengonsumsi roti panggang dengan menambahkan selai kacang, mengingat kacang juga merupakan salah satu makanan untuk meredakan mual.

10. Nasi

Saat merasakan mual, nasi putih juga bisa menjadi alternatif makanan yang bisa Anda konsumsi guna meredakannya. Lagi-lagi, ini karena nasi memiliki rasa tawar sehingga tidak mengganggu perut dan memperparah gejala mual tersebut.

Akan tetapi, konsumsi nasi ini hanya untuk meredakan gejala mual. Ketika mual sudah hilang, maka kombinasikan nasi dengan lauk pauk seperti sayur, ikan, maupun daging guna mencukupi asupan nutrisi bagi tubuh Anda.

11. Makanan Dingin

Orang mungkin merasa lebih mudah makan makanan dingin saat merasa mual, karena aromanya tidak setajam makanan panas. Sebaliknya, aroma makanan panas dapat meningkatkan perasaan mual bagi sebagian orang.

Beberapa pilihan makanan dingin yang bisa Anda konsumsi untuk meredakan mual adalah:

  • Yogurt
  • Salad telur
  • Es krim

12. Apel

Apel—khususnya saus apel—menjadi pilihan makanan penghilang mual yang juga sebaiknya tidak luput dari persediaan di lemari pendingin Anda. Apel mengandung karbohidrat dan memiliki toleransi yang baik terhadap lambung.

Selain itu, kandungan seratnya yang tinggi juga menjadi alasan mengapa buah ini bisa menjadi penghilang mual yang ampuh.

Hal Lain yang Bisa Dilakukan untuk Menghilangkan Mual

Selain dengan mengonsumsi makanan penghilang mual, beberapa hal lain yang perlu Anda terapkan guna meredakan gejala ini adalah sebagai berikut:

  • Makan dalam porsi sedikit, namun sering (1-2 jam sekali).
  • Makan dan minum secara perlahan, jangan terburu-buru.
  • Hindari berbaring setelah selesai makan.
  • Sikat gigi setelah makan agar tidak ada sisa makanan yang tertinggal. Pasalnya, makanan yang tertinggal juga dapat memicu mual.
  • Hindari mencium aroma masakan atau hal lainnya yang berbau tajam.

 

  1. Johnson, M. 2017. 9 Foods That Help Relieve Nausea. https://www.everydayhealth.com/digestive-health/diet/foods-that-help-relieve-nausea/ (accessed on 25 November 2020)
  2. Mandl, E. 2018. The 14 Best Foods to Eat When You’re Nauseous. https://www.healthline.com/nutrition/foods-to-eat-when-nauseous#TOC_TITLE_HDR_2 (accessed on 25 November 2020)
  3. Sissons, B. 2019. What foods to relieve nausea. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326683#cold-foods (accessed on 25 November 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi