Terbit: 27 September 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Kehamilan yang terjadi pada wanita bisa mengalami beberapa masalah kalau pria dan wanita sama-sama tidak subur. Kalau salah satu pasangan tidak subur, kehamilan juga akan susah terjadi. Pada kasus tertentu, pasangan sama-sama subur, tapi kehamilan susah terjadi hanya karena tidak tahu makanan penghambat kehamilan.

makanan-penghambat-kehamilan-doktersehat

Makanan Penghambat Kehamilan yang Wajib Dihindari

Kalau Anda dan pasangan sama-sama subur, tapi tetap ada gangguan kehamilan berarti ada yang salah dengan aktivitas seks yang dilakukan. Beberapa pasangan melakukan seks di waktu yang tidak tepat. Selanjutnya, wanita mengonsumsi makanan tertentu yang bisa menyebabkan kehamilan jadi terganggu.

Kalau Anda tidak mau mengalami gangguan kehamilan, coba jauhi beberapa makanan penghambat kehamilan di bawah ini:

  1. Lemak trans

Lemak trans mudah sekali ditemui di luaran sana serta kerap dikonsumsi oleh pria dan wanita. Lemak ini terdapat pada makanan seperti keripik, gorengan, hingga aneka masakan yang memasaknya dengan minyak. Makanan ini memang tidak memberikan efek langsung, tapi efek jangka panjang akan terasa setelah beberapa tahun.

Lemak trans yang dikonsumsi berlebihan membuat pembuluh darah jadi rusak. Kalau susah rusak, aliran darah yang membawa nutrisi tidak akan sampai ke sistem reproduksi. Dampaknya, lemak ini akan mengganggu produksi sel telur dan juga sperma yang menjadi kunci penting dari pembuahan.

  1. Soda

Soda yang dikonsumsi oleh pria atau wanita secara berlebihan ternyata mengandung banyak sekali efek samping. Pertama, minuman ini mengandung gula sintetis yang buruk untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh. Selain itu, soda juga bisa menurunkan tingkat kesuburan pada pria dan wanita.

Minuman yang memiliki banyak jenis dan rasa ini juga mengandung zat karbonasi. Zat ini akan mengganggu kesehatan rahim dan janin. Itulah kenapa soda tidak disarankan untuk ibu hamil karena bisa mengganggu pertumbuhan. Selain itu, risiko terjadi keguguran atau lahir prematur juga tetap ada.

  1. Alkohol

Alkohol tidak disarankan untuk pasangan yang ingin mendapatkan keturunan. Pada pria, alkohol bisa menurunkan jumlah dan kualitas sperma jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Sementara itu pada wanita, alkohol menurunkan kesempatan mendapatkan kehamilan mengganggu pertumbuhan janin.

Minuman keras ini mampu menguras kadar Vitamin B di dalam tubuh wanita dengan mudah. Padahal vitamin yang penting ini bermanfaat untuk  meningkatkan fungsi dari organ reproduksi wanita. Kalau kesehatan organnya menurun, wanita akan susah mendapatkan kehamilan meski pasangan susah mencobanya berkali-kali.

  1. Daging mentah

Makanan penghambat kehamilan yang berikutnya adalah makanan yang mentah seperti telur, daging, hingga makanan laut. Semua makanan harus dimasak dahulu agar bakteri atau mikroba berbahaya yang ada di dalamnya bisa segera mati dan tidak menimbulkan efek samping.

Makanan yang tidak dimasak rentan sekali mengandung bakteri seperti salmonella. Bakteri ini bisa menurunkan peluang kehamilan. Selain itu, makanan yang tidak dimasak dan segar juga ada yang mengandung cemaran limbah seperti merkuri yang banyak terdapat di makanan laut seperti tuna.

  1. Makanan yang terlalu manis

Makanan yang terlalu manis dan mengandung karbohidrat sederhana mudah sekali meningkatkan gula darah. Saat gula darah di dalam tubuh meningkat, beberapa organ seks akan mengalami gangguan. Produksi sperma akan menurun dan tidak berkualitas begitu pun sel telur. Oleh karena itu, makanan yang terlalu manis termasuk ke dalam daftar makanan penghambat kehamilan.

Kalau pasangan ingin segera mendapatkan kehamilan, lima makanan penghambat kehamilan di atas harus dihindari atau minimal dikurangi. Selanjutnya, imbangi usaha mendapatkan kehamilan dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Pasangan yang ingin mendapatkan kehamilan harus mau berolahraga secara rutin. Mengonsumsi makanan dan minuman yang dibuat sendiri. Terakhir, cek kondisi kesehatan reproduksi secara berkala untuk mengetahui ada atau tidaknya gangguan.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi