Makanan Rendah Kalori yang Tidak Membantu Program Diet

doktersehat-permen

DokterSehat.Com– Saat sedang menjalankan program penurunan berat badan, tentunya kita akan lebih teliti dalam memilah dan memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi. Umumnya, kita akan menjauhi makanan yang mengandung kalori tinggi dan lebih memilih makanan yang mengandung kalori rendah karena dianggap dapat membantu menurunkan berat badan.

Sederet makanan rendah kalori mungkin akan kita coba konsumsi selama program penurunanan berat badan. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa jenis makanan berkalori rendah tapi justru tidak membantu program penurunan berat badan yang sedang Anda jalani. Apa saja jenis makanan tersebut? berikut diantaranya.

1. Brokoli

Sayuran wajib dikonsumsi setiap hari terutama bagi Anda yang sedang dalam program diet. Akan tetapi, tidak semua jenis sayuran bisa dikonsumsi dan membantu proses penurunan berat badan, misalnya seperti brokoli. Walaupun brokoli hanya mengandung sekitar 255 kalori dalam satu binggolnya, namun sayuran ini dikenal mengandung gas yang akan membuat perut kembung dan buncit.

2. Semangka

Semangka merupakan salah satu jenis buah yang mengandung air cukup banyak sehingga snagat cocok dikonsumsi ketika sedang ingin menurunkan berat badan. Kandungan air dalam semangka juga bisa membuat perut lebih cepat kenyang. Tidak hanya itu saja, semangka juga rendah kalori, tinggi nutrisi, dan serat. Akan tetapi, ternyata semangka mengandung gula cukup tinggi, sehinggga jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menggagalkan program diet yang Anda jalani.

3. Permen Tanpa Gula

Permen identik dengan rasa manis yang dihasilkan oleh gula. Sehingga, jika makanan ini dikonsumsi terlalu banyak maka akan menyebabkan kenaikan berat badan dan juga penyakit berbahaya lainnya, yakni diabetes. Oleh karenanya, Anda akan menggantinya dengan permen tanpa gula. Anda berpikir bahwa permen tanpa gula dapat membantu menurunkan berat badan. Tapi nyatanya, ini justru dapat menggagalkan proses penurunan berat badan. Hal tersebut dikarenakan permen tanpa gula menggunakan pemanis buatan yang dapat memicu insulin sehingga bisa menyebabkan kenaikan berat badan.