3 Makanan Pengganti Nasi yang Ternyata Lebih Mengenyangkan

doktersehat-jagung-manis-untuk-kesehatan-kulit
Photo Credit: Pexels.com/it's me neosiam

DokterSehat.Com– Anda tentu sering mendengar kebiasaan pola makan orang Indonesia yang menyebutkan bahwa belum kenyang jika tidak makan nasi, bukan?

Ya, celetukan tersebut memang seakan menjadi hal yang biasa di Indonesia, mengingat sebagian besar penduduk Indonesia memilih nasi sebagai makanan pokok harian.

Belakangan ini memang sudah banyak orang yang memahami bahwa nasi merupakan salah satu makanan sumber karbohidrat yang bisa digantikan dengan bahan makanan berkarbohidrat lainnya.

Akan tetapi, tak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar merasa bahwa mengonsumsi makanan pengganti nasi, kurang bisa memberikan rasa kenyang. Padahal jika dipilih dengan tepat, makanan berkarbohidrat pengganti nasi juga bisa sama-sama memberikan rasa kenyang untuk tubuh, lho.

Mengapa makanan pengganti nasi terkadang kurang mengenyangkan?

Salah satu penyebab tubuh menjadi merasa tidak kenyang saat mengonsumsi makanan pengganti biasanya disebabkan karena:

  1. Pemilihan jenis yang rendah serat, atau
  2. Porsi makanan yang dirasa lebih sedikit daripada nasi

Kedua hal ini menjadi penyebab kita menjadi tidak kenyang jika mengonsumsi makanan pengganti nasi. Untuk itu, memilih makanan pengganti nasi agar kita bisa merasa kenyang sebaiknya memerhatikan kandungan seratnya yang tinggi serta porsi yang sesuai untuk mengganti nasi.

Lantas, apa saja bahan makanan pengganti yang lebih mengenyangkan dari pada nasi?

Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang, berikut beberapa pilihan makanan pengganti yang lebih mengenyangkan daripada nasi:

1. Umbi-umbian

manfaat-kentang-ungu-doktersehat
photo credit : pexels.com

Pernahkah Anda mencoba mengganti nasi dengan umbi-umbian? Meskipun tidak sepopuler mengganti nasi dengan mi, namun ternyata umbi-umbian juga bisa menjadi pilihan pengganti nasi yang mengenyangkan.

Umbi-umbian, misalnya singkong, kentang, atau ubi, memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Tidak hanya itu, umbi bisa lebih mengenyangkan karena umumya dapat dikonsumsi dalam jumlah besar untuk menggantikan satu porsi atau satu centong nasi.

Sebagai contoh, Anda bisa mengonsumsi 2-3 buah kentang ukuran sedang, kurang lebih masing-masing 50-70 gram, untuk menggantikan 100 gram nasi. Hal ini tentu akan memberikan rasa kenyang yang lebih lama karena adanya kandungan serat yang tinggi dan porsi umbi yang cukup besar.

2. Jagung atau nasi jagung

Doktersehat - Jagung
Photo Credit: Flickr.com/Benjamin 1970

Makanan yang satu ini kerap dilupakan sebagai salah satu makanan berkarbohidrat , karena sering diolah menjadi lauk atau sayuran. Padahal jika ditelaah dari kandungan gizinya, maka kandungan serat yang ada pada jagung cukup tinggi dibandingkan dengan makanan pengganti nasi lain, misalnya mi atau roti putih.

Untuk itu, Anda bisa memilih jagung sebagai pengganti nasi. Anda bisa merasa lebih kenyang, tidak hanya karena kandungan seratnya yang tinggi, namun juga karena jagung dapat dikonsumsi dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu 3 buah jagung segar setara dengan kandungan gizi 1 centong nasi.

Jika ingin menggunakan nasi jagung sebagai pengganti nasi, Anda bisa memperbanyak porsi jagung dalam satu porsi nasi jagung, agar tubuh makin kenyang.

3. Oatmeal atau sereal gandum

Menu yang satu ini tidak hanya praktis dan super sehat, namun juga bisa memberikan rasa kenyang yang lebih lama dalam tubuh. Hal ini tentu saja didukung dengan kandungan serat yang tinggi dalam oatmeal atau sereal gandum.

Anda bisa mengonsumsi 5-6 sendok makan oatmeal, sereal, atau havermut, kering untuk menggantikan satu centong nasi. Dalam angka tersebut, Anda tentu bisa merasa kenyang, apalagi oatmeal kerap disajikan dengan tambahan susu yang akan membuat volumenya menjadi semakin banyak dan mengenyangkan.

Jika ingin tubuh Anda merasa kenyang lebih lama, pilih sajian oatmeal yang terbuat dari whole grain yang kandungan seratnya lebih dari 50% masih terjaga.