Terbit: 11 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit yang hingga saat ini belum bisa disembuhkan adalah autoimun. Penyakit yang membuat antibodi tubuh justru menyerang sel yang ada di dalam tubuh. Kondisi ini sangat berbahaya dan bisa memicu masalah yang serius.

10 Makanan yang Bisa Mencegah Penyakit Autoimun

Daftar Makanan Pencegah Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun memang sangat berbahaya dan jenisnya ada banyak. Penyakit ini diderita oleh semua orang meski wanita cenderung lebih besar risiko. Penyakit ini menyebabkan tubuh jadi lemas dan tidak bertenaga seperti yang dialami oleh Ashanty.

Beberapa hari lalu dokter memvonis penyanyi wanita ini mengidap autoimun. Kondisi ini bisa terlihat dari tes yang dijalaninya. Penyakit autoimun memang belum bisa disembuhkan, tapi gejalanya bisa ditekan kalau Anda mengonsumsi makanan di bawah ini.

  1. Apel

Salah satu pemicu utama terjadinya autoimun di dalam tubuh khususnya pada saluran cerna adalah usus yang kotor. Kalau usus menjadi kotor dan dipenuhi dengan patogen hingga racun, proses pencernaan tidak akan bisa berjalan dengan lancar.

Salah satu cara untuk mengembalikan atau mencegah terjadinya gangguan pada usus adalah dengan mengonsumsi apel. Mengapa harus apel? Karena buah ini mengandung cukup banyak flavonoid yang mencegah terjadinya inflamasi berlebihan di usus.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

  1. Teh Hijau

Teh hijau yang dikonsumsi secara rutin akan menyuplai epigallocatechin-3-gallate (EGCG) dalam jumlah banyak. Antioksidan yang cukup kuat itu akan membuat daya tahan tubuh membaik perlahan-lahan dan inflamasi yang terjadi di sel bisa dicegah.

Teh hijau bisa dikonsumsi setiap harinya. Anda bisa mengonsumsinya saat pagi atau sore hari. Saat minum teh hijau pastikan tidak menambahkan gula agar manfaatnya dalam meningkatkan daya tahan dan juga meningkatkan metabolisme bisa maksimal.

  1. Alpukat

Ada dua kandungan dari alpukat yang membuat buah ini cocok untuk penderita autoimun. Pertama buah ini mengandung asam lemak nabati yang cukup besar. Asam lemak ini bekerja untuk membuat menstabilkan level hormon di tubuh.

Selanjutnya kandungan vitamin B yang tinggi juga dibutuhkan oleh tubuh. Kalau seseorang mendapatkan suplai vitamin B dengan jumlah tepat, daya tahan tubuh akan kuat dan membaik. Dampaknya tidak akan sampai salah serang ke sel tubuh sendiri.

  1. Bunga Kol

Bunga kol atau brokoli mengandung senyawa bernama glutathione. Senyawa ini bermanfaat dalam meningkatkan daya tahan tubuh yang dimiliki seseorang. Rutin mengonsumsi sayuran jenis ini akan membuat tubuh tidak mudah sakit.

Bunga kol juga mencegah terjadinya kenaikan oksida stres di dalam tubuh. Kalau oksidan stres di dalam tubuh sangat rendah, peluang terjadi inflamasi di sel tubuh akan rendah. Seperti yang kita tahu, inflamasi adalah pemicu utama terjadinya autoimun.

  1. Jahe

Jahe adalah bahan anti inflamasi yang paling banyak digunakan. Anda bisa menggunakannya dalam bentuk segar atau yang sudah dalam bentuk bubuk. Kandungan antioksidannya akan mencegah sel mengalami gangguan.

Selain mencegah inflamasi, jahe juga sangat baik untuk mengendalikan gula darah di dalam tubuh, mencegah masalah pencernaan, menurunkan kolesterol. sampai kemungkinan mencegah kanker.

  1. Minyak Zaitun

Minyak zaitun bisa digunakan sebagai bahan masakan atau cukup dikonsumsi secara langsung. Kandungan anti inflamasinya cukup tinggi dan juga mengandung cukup banyak lemak yang sehat sehingga fungsi hormon tetap terkontrol.

  1. Jamur

Jamur memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Selain menyuplai protein nabati dalam jumlah banyak, jamur juga meregulasi antibodi di dalam tubuh. Kalau sampai antibodi terlalu aktif, kandungan dari jamur bisa meredakan hal itu.

  1. Madu

Kecuali Anda memiliki alergi dengan polen, madu bisa digunakan sebagai salah satu andalan dalam mencegah gejala autoimun. Anda bisa langsung mengonsumsi satu sendok teh madu atau dicampur dengan air sampai larut.

Madu mengandung cukup banyak nutrisi dan juga energi. Kandungan anti jamur, anti bakteri, hingga anti inflamasi akan membuat tubuh jadi semakin sehat dan kalau memiliki penyakit autoimun bisa dicegah kemunculannya.

  1. Semua Sayuran Daun Hijau

Tubuh bisa memunculkan gejala autoimun kalau sistemnya buruk dan tidak mendapatkan asupan vitamin dan mineral. Oleh karena itu Anda disarankan untuk mengonsumsi aneka sayuran dengan daun hijau setiap hari.

Sayuran hijau yang dikonsumsi secara rutin bisa membantu tubuh dalam membentuk enzim, memberi makanan pada bakteri baik di usus, serta mencegah racun masuk ke dalam tubuh. Anda bisa makan sawi, bayam, selada, dan sayuran lainnya.

  1. Kunyit

Kunyit adalah salah satu herbal yang sangat bermanfaat untuk mengatasi berbagai gangguan autoimun mulai dari multiple sclerosis hingga rematik. Kandungan curcumin yang ada pada kunyit membuat gejala penyakit semakin menurun.

Anda bisa mengonsumsi kunyit setiap hari dalam bentuk jamu atau dicampur dengan makanan. Umumnya curcumin dalam kunyit dicerna kalau langsung diminum. Namun, kalau kunyit dipanaskan dahulu atau dicampur lada hitam, tubuh mudah menyerapnya.

Inilah beberapa daftar makanan yang bisa digunakan untuk mencegah gejala dari autoimun muncul dengan parah. Selain makanan di atas, pengidap juga disarankan untuk menjalankan diet khusus bernama AIP atau the autoimmune protocol.

Dengan protokol diet ini makanan yang masuk ke dalam tubuh hanyalah jenis yang aman dan bisa mencegah inflamasi. Makanan ini dibutuhkan karena penderita autoimun rentan sekali mengalami inflamasi di tubuhnya.

 

 

Sumber:

  1. Limiti, Stephanie. 2019. I Have an Autoimmune Disease—Here’s What I Eat Now for Healthy Immunity. https://thethirty.whowhatwear.com/autoimmune-disease-diet/slide3. (Diakses pada 11 Oktober 2019).
  2. Turner, Lisa. 2019. 6 Healing Foods to Beat Autoimmune Diseases. https://www.cleaneatingmag.com/clean-diet/eat-to-beat-autoimmune-diseases. (Diakses pada 11 Oktober 2019).
  3. Burgess, Lana. 2017. All you need to know about the AIP diet. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320195.php. (Diakses pada 11 Oktober 2019).
  4. Silver, Natalie. 2018. What Is the Autoimmune Protocol (AIP) Diet?. https://www.healthline.com/health/aip-diet. (Diakses pada 11 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi