10 Makanan Penambah Energi Saat Puasa agar Tubuh Tidak Mudah Lemas

makanan-peningkat-stamina-saat-puasa-doktersehat

DokterSehat.Com – Ada kalanya tubuh merasa lemas ketika sedang menjalankan ibadah puasa. Apakah Anda sering seperti itu? Jangan khawatir! Ada beberapa makanan penambah energi saat puasa yang bisa Anda konsumsi. Tubuh pun tidak mudah lemas.

Aneka jenis makanan yang bisa menambah energi ketika sedang berpuasa terdiri dari beberapa kelompok bahan makanan. Beberapa kelompok pangan tersebut meliputi buah, kacang, umbi, lauk hewani, produk turunan susu, dan lainnya. Yuk, simak selengkapnya!

Aneka Jenis Makanan Penambah Energi Saat Puasa

Memasuki bulan Ramadan, ada beberapa jenis makanan yang perlu tersedia di rumah. Ada pun makanan tersebut bisa membantu Anda untuk menambah energi saat sedang berpuasa. Hal ini membuat tubuh Anda tetap berenergi meskipun sedang puasa.

Inilah beberapa jenis makanan penambah energi saat puasa:

1. Madu

Madu merupakan makanan yang ‘wajib’ dikonsumsi selama Ramadan. Salah satu manfaat utama madu adalah menghasilkan energi. Ini dikarenakan kandungan gizi terbanyak madu adalah karbohidrat. Sebagaimana diketahui bahwa karbohidrat adalah sumber tenaga.

Namun, ada juga kandungan gizi madu lainnya. Beberapa jenis vitamin, mineral, dan enzim ada di dalam madu. Mengonsumsi madu pun tidak hanya berdampak pada peningkatan energi saja melainkan juga untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Selain itu, ada juga manfaat madu lainnya yang mendukung aktivitas ibadah di bulan suci. Pengonsumsian madu bisa meningkatkan jumlah sel darah merah dan hemoglobin sehingga Anda tidak mudah lemas.

2. Kurma

Bulan puasa, bulannya buah kurma! Ya, tidak mengherankan jika kurma akan membanjiri pasar swalayan ketika Ramadan datang. Bisa dipahami bila kurma adalah buah yang sangat identik dengan bulan Ramadan.

Selain menjadi makanan pembuka yang disunnahkan oleh nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kurma juga bermanfaat untuk meningkatkan energi bagi tubuh. Buah kurma memiliki kandungan karbohidrat yang cukup banyak.

Kurma juga mengandung protein, lemak, serat makanan, dan berbagai vitamin serta mineral. Anda bisa mengonsumsi kurma basah atau kurma kering. Ada baiknya jika Anda mengonsumsi kurma saat buka puasa dan saat sahur.

Baca Juga: 11 Menu Makanan Buka Puasa yang Sehat & Enak

3. Kacang almond

Lauk nabati, yaitu kacang-kacangan juga bisa menjadi makanan penambah energi saat puasa. Jenis kacang yang biasa direkomendasikan adalah kacang almond. Kacang almond mengandung tinggi protein dan lemak.

Kandungan protein dan lemak yang cukup tinggi di dalam kacang almond akan memberikan energi sehingga tubuh tetap berenergi saat puasa. Lemak yang dikandung oleh kacang almond termasuk lemak tidak jenuh sehingga baik untuk kesehatan.

4. Kentang

Sebagian besar penduduk Indonesia memang mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok yang mengandung zat arang atau karbohidrat. Selain nasi, ada juga jenis makanan lain yang merupakan makanan pokok dan bisa menghasilkan banyak energi, yaitu kentang.

Kandungan karbohidrat di dalam kentang cukup banyak sehingga mengonsumsi kentang akan memberikan banyak energi bagi tubuh. Pengonsumsian kentang juga bisa menjaga asupan protein yang bisa menjadi cadangan energi.

5. Pisang

Buah-buahan memang dikenal sebagai sumber vitamin dan mineral tetapi bukan sumber karbohidrat. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku untuk kurma dan pisang. Hal ini dikarenakan kedua buah tersebut kaya akan kandungan karbohidrat.

Pisang yang termasuk ke dalam kelompok buah-buahan bahkan bisa menjadi alternatif makanan pokok yang kaya vitamin dan mineral. Selama bulan puasa, konsumsilah buah pisang setiap hari agar tubuh tetap berenergi ketika puasa.

6. Roti Gandum

Roti sering kali menjadi makanan cemilan atau menu selingan. Banyak yang tidak menyadari bahwa roti bisa menjadi makanan penambah energi saat puasa terutama roti gandum utuh.

Jenis roti gandum utuh akan membuat perut Anda tetap kenyang. Pasalnya, gandum adalah salah satu jenis serealia yang mengandung banyak karbohidrat dan lama dipecah sehingga bisa mempertahankan rasa kenyang.

7. Susu

Selama bulan Ramadan, konsumsilah susu. Selain untuk menjaga kesehatan tulang selama puasa, susu juga bisa menambah energi bagi tubuh. Jenis susu yang biasa dikonsumsi bagi masyarakat Indonesia saat puasa adalah susu sapi.

Susu sapi mengandung tinggi protein, lemak, dan kalsium. Tingginya protein dan lemak pada susu sapi akan meningkatkan energi bagi tubuh. Jadi, tidak mengherankan jika susu masuk ke dalam makanan peningkat energi saat puasa.

Selain susu sapi, Anda juga bisa memiliki pilihan alternatif, seperti susu kambing, susu almond, dan susu kedelai. Namun, jangan mengonsumsi susu setelah makan berat. Aturlah jarak konsumsi susu dengan menu utama.

8. Keju

Keju adalah produk turunan susu yang memiliki rasa lezat dan bisa menjadi makanan penambah energi saat puasa. Kandungan lemak dan protein di dalam keju cukup banyak. Anda bisa mengonsumsi keju bersama makanan penambah energi lainnya. Sebagai contoh, Anda bisa mengonsumsi roti gandum dengan keju atau kentang goreng dan keju.

Baca Juga: 8 Cara Menahan Lapar Saat Puasa Selama Bulan Ramadan

9. Putih telur

Telur memang bisa menjadi lauk hewani utama pada makanan berat. Selama bulan puasa, telur juga cocok sebagai makanan tambahan yang akan memberikan tambahan energi bagi tubuh. Akan tetapi, bagian telur yang dimaksud adalah putih telur.

Putih telur merupakan sumber protein bagi tubuh yang bisa menjadi cadangan energi ketika dibutuhkan. Anda bisa mengonsumsi 2 butir telur (bagian putihnya saja) dalam satu hari selama bulan puasa. Anda pun akan tetap bertenaga seharian!

10. Daging

Daging adalah lauk hewani yang juga memiliki kontribusi terhadap energi. Kandungan energi di dalam daging cukup banyak. Anda bisa memilih daging sapi, daging kambing, atau daging ayam bagian dada yang banyak protein.

Konsumsilah beberapa atau semua makanan penambah energi saat puasa yang telah disebutkan. Tubuh Anda harus mendapatkan energi yang cukup sehingga bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar.