Terbit: 17 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Masyarakat Indonesia dikenal luas sebagai penggemar makanan pedas. Tak hanya bisa membuat selera makan meningkat, makanan pedas ternyata juga bisa memberikan banyak manfaat kesehatan. Bahkan, penelitian terbaru membuktikan bahwa rutin mengonsumsinya bisa mencegah datangnya stroke dan penyakit jantung. Kok bisa?

Makanan Pedas Bisa Turunkan Risiko Stroke dan Penyakit Jantung

Manfaat Makan Makanan Pedas

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam American College of Cardiology, disebutkan bahwa 23 ribu orang dari Italia dilibatkan sebagai partisipan. Para partisipan ini terbagi menjadi orang yang hobi makan makanan pedas dan yang tidak.

Setelah mempertimbangkan berbagai macam faktor, ditemukan fakta bahwa mereka yang hobi mengonsumsi makanan pedas setidaknya empat kali dalam seminggu cenderung memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung lebih rendah 40 persen dibandingkan dengan yang jarang mengonsumsinya. Sementara itu, perbandingan risiko terkena stroke mencapai 50 persen.

Sebagai informasi, penelitian ini memakai data dari studi Moli-Sani yang dilakukan di wilayah Molise, Italia Selatan. Penelitian ini dilakukan demi mengecek bagaimana dampak kebiasaan makan makanan pedas yang memang disukai masyarakat di wilayah Italia ini.

“Kini, penelitian dilakukan lebih lanjut akan dilakukan di Tiongkok dan Amerika Serikat untuk mengetahui secara pasti manfaat lebih besar dari makanan pedas,” ucap salah satu peneliti yang terlibat, Lucia Lacoviello dari Neuromed.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Meskipun begitu, pakar kesehatan Duane Mellor dari inggris menyebut cabai tidak bisa dijadikan satu-satunya alasan mengapa risiko stroke dan penyakit jantung bisa menurun. Dia menyebut adanya kemungkinan hal ini juga terkait dengan makanan lain seperti herbal, sayuran, rempah-rempah dan lainnya sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.

Manfaat Lain dari Hobi Makan Makanan Pedas

Pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan jika rutin mengonsumsi makanan pedas.

Berikut adalah manfaat-manfaat tersebut.

  1. Membuat Sistem Metabolisme Meningkat

Jika dicermati, kita akan merasakan tubuh lebih panas dan berkeringat saat makan pedas. Efek ini mirip layaknya saat kita sedang berolahraga. Ternyata, hal ini disebabkan oleh kemampuan makanan pedas dalam meningkatkan metabolisme tubuh.

Pakar kesehatan menyebut capsaicin, senyawa yang ada di dalam cabai memang bisa membuat metabolisme meningkat. Hal ini akan merangsang pembakaran kalori yang lebih baik di dalam tubuh. Berat badan pun bisa turun akibat hal ini.

  1. Membuat Suasana Hati Meningkat

Kita seperti merasakan sensasi lega, puas, dan mantap saat mengonsumsinya. Hal ini disebabkan oleh kemampuan makanan pedas dalam membuat hormon bahagia seperti serotonin meningkat jumlahnya. Risiko terkena masalah mental seperti depresi, kecemasan, dan stres pun bisa ditekan dengan signifikan.

  1. Meningkatkan Fungsi Otak

Kandungan flavonoid di dalam cabai dan paprika merah bisa membuat koneksi sel-sel dan saraf di dalam otak semakin membaik. Fungsi kognitif dan memori otak akan semakin meningkat. Hal ini juga akan berimbas pada menurunnya risiko terkena penyakit degeneratif seperti Parkinson, alzheimer depresi, dan skizofrenia.

  1. Bisa Membuat Panjang Umur

Penelitian yang dilakukan dengan melibatkan sekitar 500 ribu partisipan di Tiongkok menghasilkan fakta bahwa harapa hidup orang yang rutin makan makanan pedas setidaknya enam atau tujuh kali sepekan naik hingga 14 persen. Jika dikonsumsi dua kali saja dalam seminggu, risiko terkena kematian dini turun sekitar 10 persen.

  1. Menyehatkan Saluran Pernapasan

Makanan pedas bisa membuat kita menurunkan risiko terkena gangguan pernapasan layaknya sinusitis, asma sekaligus mencegah flu dan pilek dengan efektif.

 

Sumber:

  1. Bonanni, Americo. 2019. Consumption of chili pepper cuts down the risk of death from a heart or cerebral attack. eurekalert.org/pub_releases/2019-12/inmn-coc121219.php (Diakses pada 17 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi