Makanan Panas Sebabkan Kanker?

Doktersehat-makanan-panas

DokterSehat.Com– Selain makanan pedas, kita juga menyukai makanan panas seperti bakso, soto, atau mie ayam. Dalam realitanya, makanan-makanan ini seperti kehilangan kenikmatannya jika suhunya lebih dingin. Hanya saja, menurut pakar kesehatan, ada baiknya kita tidak sembarangan dalam mengonsumsi makanan panas karena kebiasaan ini bisa saja memicu datangnya kanker, tepatnya kanker nasofaring.

Pakar kesehatan dr. Marlinda Adham, SpTHT-KL(K) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyebutkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas bisa menyebabkan iritasi pada bagian selaput lendir yang ada dalam rongga mulut. Selain makanan dan minuman panas, selaput lendir yang memiliki nama lain mukosa ini juga rentan teriritasi oleh asap rokok.

Hal yang sama juga terjadi jika kita sering mengonsumsi makanan yang dibakar meski efeknya tidak secepat makanan dengan suhu yang terlalu panas. Hal ini disebabkan oleh sifat makanan yang dibakar yang memiliki kandungan karsinogenik penyebab kanker.

Tak hanya karena faktor makanan yang panas atau diolah dengan cara dibakar, kanker nasofaring ternyata juga disebabkan oleh infeksi virus. Beberapa jenis virus seperti epsteinn barr virus (EBV) dan human papilloma virus (HPV) juga bisa menjadi penyebabknya. Jika sampai virus ini menyerang bagian amandel atau laring, maka risiko kanker kepala leher juga akan meningkat. Sebagai informasi, penyakit ini cenderung lebih sering menyerang anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa.

“Paparan virus EBV seringkali terjadi pada usia anak-anak akibat kurangnya konsumsi buah-buahan atau sering tidur di lokasi yang dekat dengan dapur sehingga sering terpapar asap dapur yang tidak sehat,” ucap dr. Adham.

Demi mencegah datangnya kanker laring, ada baiknya kita juga tak lagi mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok. Kebiasaan buruk ini bisa meningkatkan risiko kanker hingga sepuluh kali lipat dan bahkan bisa meningkat hingga dua kali lipat jika dilakukan dengan bersamaan. Selain itu, jika kita malas membersihkan gigi dan mulut, risiko infeksi pada lidah, gusi, dan gigi yang bisa berimbas pada datangnya kanker juga meningkat.