Terbit: 11 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Anda tentu pernah mendengar bahwa ikan adalah salah satu jenis bahan makanan yang mengandung merkuri, bukan?

Selain Ikan, Makanan & Minuman ini Juga Mengandung Merkuri!

Ya, hal ini membuat ikan menjadi salah satu jenis makanan yang harus diwaspadai konsumsinya, tidak hanya untuk kelompok usia umum, namun utamanya bagi ibu hamil dan janin.

Bahaya merkuri untuk tubuh manusia

Merkuri merupakan zat kimia yang jika ada dalam bahan makanan dan masuk dalam tubuh manusia, dapat menyebabkan gangguan pada sistem dan organ vital tubuh, salah satunya pencernaan dan otak.

Doktersehat-ibu-hamilMerkuri pada ibu hamil dan janin, terbukti dapat membuat gangguan kesehatan pada tubuh ibu dan kegagalan tubuh kembang janin.

Maka dari itu, keberadaan merkuri dalam bahan makanan haruslah diwaspadai.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Kandungan merkuri pada ikan

doktersehat ikan dan avokad

Photo credit: Pexels by Dana

Biasanya ikan menjadi bahan makanan yang terkenal dapat mengandung merkuri.

Merkuri memang ditemukan di air yang tercemar dan masuk dalam tubuh ikan dan berikatan dengan ikatan protein ikan.

Ikan predator atau bertubuh besar dapat mengandung merkuri yang paling banyak. Hal ini wajar, karena ikatan pada protein yang ada pada ikan-ikan kecil bertumpuk dan semakin banyak kadarnya pada tubuh ikan besar atau predator seperti ikan hiu.

Akan tetapi, berbagai studi belakangan ini menunjukkan bahwa kandungan merkuri tidak hanya ada pada ikan.

Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui bahan makanan apa saja yang banyak mengandung merkuri.

Bahan makanan dan minuman yang mengandung merkuri

Berikut bahan makanan dan minuman yang cukup sering kita konsumsi sebagai makanan harian yang ternyata berisiko meengandung merkuri:

1. Minuman berpemanis buatan, utamanya dengan jenis HFCS

Minuman-soda-efek-wanitaSeberapa sering Anda mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan?

Jika cukup sering, maka ada perlunya Anda mulai mewaspadai bahayanya, karena selain menyebabkan masalah kesehatan karena asupan gula yang tinggi, minuman berpemanis buatan juga mengandung merkuri, lho.

Studi pada 2009 menyebutkan bahwa minuman berpemanis buatan, utamanya dengan jenis pemanis high-fructose corn syrup atau HFCS memiliki kandungan merkuri, jenis metilmerkuri yang cukup tinggi.

Hal ini bahkan juga disebutkan pada studi lain, di tahun yang sama, juga menunjukkan kandungan metilmerkuri pada minuman dengan pemanis HFCS.

Kandungan metilmerkuri disebut merupakan jenis kandungan pada minuman yang paling berbahaya untuk kesehatan tubuh.

Solusi:
Lantas, bagaimana cara menghindari kandungan merkuri yang ada pada minuman kemasan?

Untuk menghindarinya, sebisa mungkin selalu perhatikan kandungan jenis pemanis buatan yang digunakan dalam minuman kemasan yang akan Anda konsumsi.

Hindari jenis minuman tersebut jika memiliki kandungan HFCS yang tinggi, atau ganti dengan jenis minuman manid dengan pemanis buatan jenis lainnya.

Beras

manfaat-beras-merah-doktersehatPercayakah Anda bahwa salah satu bahan makanan yang termasuk dalam makanan pokok di Indonesia ini ternyata juga berisiko mengandung merkuri?

Ya, ternyata berbagai studi belakangan ini menunjukkan bahwa beras, utamanya beras yang ditanam di daerah yang sangat dekat dengan industri atau pabrik penghasilsil limbah merkuri, memiliki kandungan merkuri yang tinggi.

Hal ini disebabkan kandungan merkuri yang ada pada tanah, air, atau udara di area sekitar tempat beras di tanam, dapat diserap oleh tanaman. Kondisi ini kemudian membuat merkuri, utamanya jenis metilmerkuri bisa diserap dengan mudah oleh tanaman dan masuk dalam kandungan bulir beras.

Solusi:
Beras yang bermerkuri secara umum sulit untuk dideteksi.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghindari penyerapan merkuri dari beras, adalah dengan menanak beras pada suhu yang tepat dan hingga matang sempurna.

Jika hal tersebut masih membuat Anda khawatir, memilih jenis beras organik bisa jadi pilihan yang tepat.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi