Hati-Hati, Jangan Berbuka dengan yang Asal Manis

doktersehat-makanan-minuman-saat-berbuka
Photo Credit: Flickr.com/Shereveport-Bossier Convention and Tourist Bureau’s photostream

DokterSehat.Com– Berbukalah dengan yang manis. Istilah tersebut seakan melekat di benak banyak orang dan diterapkan saat waktu buka puasa tiba. Memang menyenangkan ya jika berbuka dengan berbagai makanan yang manis, namun tahukah Anda bukan makanan manis sembarangan lho yang boleh dikonsumsi saat berbuka puasa.

Konsumsi makanan manis yang tidak tepat akan meningkatkan kandungan kadar gula dalam tubuh dan menyebabkan kita menjadi ingin mengonsumsi makanan manis lainnya.

Risiko mengonsumsi makanan manis saat berbuka dengan asal

Hal ini sangat umum terjadi, dimana seba sebagian besar makanan yang dikonsumsi saat berbuka adalah makanan berkarbohidrat sederhana.

Contohnya minuman manis, yaitu berbagai jenis es, sirup, gula cair atau cokelat manis pada awal berbuka. Bahan makanan berkarbohidrat sederhana tersebut memiliki kandungan indeks glikemik yang tinggi.

Sehingga selain justru akan membuat kita craving atau sangat menginginkan makanan lainnya kadar gula darah dalam tubuh menjadi meningkat dengan sangat cepat dan kadar gula darah tersebut juga akan turun dengan cepat.

Jika dilakukan terus menerus maka tentu bisa mengganggu kesehatan tubuh.

Selain itu hal ini dinilai mampu membuat tubuh merasa cepat lemas, hal ini tentu bisa mengganggu ibadah Anda selanjutnya ‘kan?

Lalu, makanan manis seperti apa yang baik dikonsumsi saat berbuka?

Beberapa jenis makanan manis yang baik dikonsumsi saat berbuka puasa adalah makanan manis yang tidak dalam bentuk karbohidrat sederhana, yaitu:

1. Buah-buahan yang manis

Dokter Samuel Oetoro, pakar kesehatan dan gizi menyebutkan bahwa konsumsi makanan manis dari buah sangat baik saat berbuka puasa. Gula alami dari buah akan memberikan manfaat yang jauh lebih baik dibandingkan dengan gula biasa.

Anda bisa membuat jus, sari buah atau smoothies. Pilih olahan dari buah yang manis misalnya semangka, jambu biji atau pisang.

Menggunakan buah sebagai isian es juga boleh dilakukan namun hal ini rentan mendapatkan penambahan pemanis, misalnya sirup, sehingga harus sangat dibatasi penggunaannya.

2. Kurma

Mirip dengan buah-buahan, kurma akan memberikan asupan gula alami yang baik dicerna untuk tubuh. Pilih kurma yang masih segar dan tampilan fisiknya masih baik karena masih memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga sangat bermanfaat bagi tubuh.

3. Madu

Meskipun tidak banyak berbeda dengan gula, namun madu bisa jadi pilihan yang tepat saat berbuka asalkan porsinya dibatasi.

Mengunakan madu sebagai pemanis pada es buah buah bisa jadi pilihan yang tepat. Beberapa studi menyebutkan penggunaan madu dapat bermanfaat bagi tubuh karena memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dibanding pemanis lainnya.

Satu hal lagi yang perlu dicermati adalah porsi saat mengonsumsinya. Meskipun tiga bahan makanan di atas dianjurkan namun pastikan Anda mengonsumsinya tidak berlebihan. Selalu ingat bahwa batas konsumsi makanan manis dalam satu hari adalah 4 porsi makanan manis, ya.

Namun, tidak berati semua makanan atau minuman saat berbuka harus manis lho

Ya, pakar kesehatan dan gizi, dokter Saptawati menyebutkan bahwa sebelum mengonsumsi makanan atau minuman manis ada hal yang lebih dianjurkan yaitu mengonsumsi air putih.

Seperti yang kita ketahui, selama lebih dari delapan jam berpuasa maka tubuh tentu mengalami dehidrasi ringan hingga sedang.

Hal ini menjadi penting diperhatikan, sehingga saat awal berbuka, kita dianjurkan untuk minum air putih terlebih dahulu, sebanyak satu hingga dua gelas, sebelum mengonsumsi makanan atau minuman yang manis.

Kondisi ini akan sangat baik untuk tubuh dan merupakan kebiasaan dapat yang akan mendukung tubuh selalu terhidrasi selama menjalankan puasa.

Nah, jadi kini Anda bisa tetap mengonsumsi makanan dan minuman manis yang sehat saat berbuka, ‘kan?