Terbit: 3 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Pikun tak hanya terjadi di usia tua saja. Dalam realitanya, banyak orang yang mulai mengalami gangguan memori di usia muda. Sebagai contoh, kita terkadang lupa meletakkan barang yang sederhana seperti kunci atau ponsel. Ada baiknya kita mewaspadai hal ini dan mulai mencari cara untuk mencegah masalah pikun.

7 Makanan Ini Bisa Mencegah Pikun

Beberapa Makanan yang Bisa Membantu Mencegah Pikun

Selain dengan menerapkan gaya hidup secara keseluruhan yang lebih sehat, pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis makanan yang bisa kita rutin konsumsi demi mencegah pikun atau penyakit degeneratif layaknya alzheimer atau demensia.

Berikut adalah berbagai makanan yang bisa memberikan manfaat tersebut.

  1. Kacang Almond

Kacang almond dikenal sebagai salah satu camilan yang sangat nikmat untuk dikonsumsi. Berbeda dengan camilan yang tidak sehat, kacang almond memiliki kandungan nutrisi yang bisa mendukung kondisi kesehatan kita dengan lebih baik.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Brain Research Bulletin, disebutkan bahwa almond memiliki kandungan yang bisa meningkatkan daya ingat layaknya vitamin E. Sebagai informasi, di dalam 28 gram kacang almond terdapat 37 persen kebutuhan vitamin E harian kita. Keberadaan vitamin E inilah yang bisa mencegah datangnya gangguan kognitif.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

  1. Alpukat

Salah satu buah yang dikenal luas cocok untuk program diet ini ternyata juga bisa membantu mencegah datangnya masalah degeneratif seperti alzheimer atau demensia. Hal ini disebabkan oleh adanya asam lemak tak jenuh tunggal yang dikenal sebaga lemak sehat.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Canadian Journal of Psychiatry, disebutkan bahwa lemak sehat ini akan mendukung fungsi otak. Bahkan, kandungan ini juga mampu mencegah otak mengalami peradangan.

  1. Blueberry

Salah satu buah dari keluarga berry ini ternyata bisa membantu mencegah pikun dan gangguan kognitif otak lainnya, lho. Fakta ini diungkap dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul Nutritional Neuroscience. Kandungan di dalam buah ini terbukti mampu memberikan perlindungan bagi otak dengan maksimal.

  1. Brokoli

Salah satu jenis sayuran dengan bentuk yang unik ini ternyata juga bisa mencegah datangnya pikun. Fakta ini diungkap dalam penelitian yang diunggah dalam BioMed Research International.

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa brokoli tinggi kandungan vitamin A yang bisa mendukung daya ingat dan memiliki sifat anti peradangan yang bisa mencegah peradangan di dalam otak.

  1. Kopi

Salah satu minuman yang digemari oleh banyak orang ini ternyata bisa memberikan manfaat besar dalam pencegahan masalah pikun. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Practical Neurology Journal, disebutkan bahwa kopi mampu memberikan perlindungan bagi otak. Bahkan, rutin mengonsumsinya disebut-sebut bisa menurunkan risiko alzheimer dengan signifikan.

Hanya saja, kita juga harus lebih cermat dalam memilih kopi. Kopi hitam yang tidak diberi tambahan gula, susu, atau krim biasanya jauh lebih direkomendasikan karena tinggi kandungan antioksidan. Sementara itu, kopi instan sachetan biasanya sudah diberi tambahan pemanis yang kurang sehat.

  1. Cokelat Hitam

Cokelat hitam biasanya memiliki harga lebih mahal dari jenis cokelat lainnya, namun dalam hal khasiat bagi kesehatan, cokelat ini memiliki manfaat kesehatan yang jauh lebih besar. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Neuroscience and Biohevioral Review, disebuan bahwa cokelat hitam mampu mendukung kemampuan kognitif dan mengingat di usia tua.

  1. Buah Ceri

Buah Ceri tinggi kandungan antioksidan yang bisa mendukung fungsi kognitif dan daya ingat. Kandungan ini juga bisa memberikan perlindungan bagi otak.

 

Sumber:

  1. Van Hare, Holly. 2019. Foods That Fight Memory Loss. com/healthy-eating/foods-fight-memory-loss. (Diakses pada 3 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi