Terbit: 13 Juni 2018 | Diperbarui: 19 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com
Apakah Anda sedang mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan mudik dengan pesawat? Jika ya, maka persiapan yang dilakukan haruslah esktra maksimal karena risiko mabuk perjalanan di udara cukup besar, bukan?

Anti Mabuk di Udara! Makan Ini sebelum Anda Mudik Naik Pesawat

Selain persiapan kesehatan yang optimal, persiapan dari segi mental hingga makanan harus Anda lakukan dengan tepat. Hal ini penting karena persiapan yang maksimal bisa memberikan kenyamanan selama perjalanan hingga menekan risiko terjadinya mabuk udara selama mudik dengan pesawat.

doktersehat mudik pakai pesawat

photo credit: Pexels

Pemilihan makanan yang tepat sebelum melakukan perjalanan dengan pesawat disebut sangat membantu mencegah terjadinya mabuk udara di perjalanan, mengapa?

Makanan yang tepat akan memberikan asupan zat, gizi dan efek yang baik untuk tubuh. Makanan yang dikonsumsi asal saat mudik dengan pesawat akan menyebabkan risiko munculnya rasa mual hingga muntah yang semakin besar.

Selain itu risiko dehidrasi bahkan diare bisa terjadi jika pemilihan makanan adalah makanan yang rendah cairan dan kurang higienis atau berbumbu tajam.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Lalu, apa saja sih makanan yang baik dikonsumsi sebelum melakukan perjalanan mudik dengan pesawat?

Makanan yang baik dikonsumsi sebelum melakukan perjalanan dengan pesawat adalah makanan yang dapat memberikan tubuh merasa rileks, tidak menyebabkan mual, dapat mengihdarasi tubuh dan tidak menyebabkan gangguan pada pencernaan. Makanan-makanan tersebut adalah:

1. Buah dengan rasa yang asam

Rasa asam dan manis dari buah bisa jadi pilihan yang tepat untuk dikonsumsi sebelum mudik dengan pesawat. Buah jeruk, kiwi, minuman dari buah yang asam, atau minuman dengan perasan jeruk nipis bisa jadi pilihan super untuk mencegah mabuk saat di pesawat. Kandungan cairan yang tinggi pada buah juga sangat membantu menghidrasi tubuh.

doktersehat buah penuh air

Photo credit: Pexels by PhotoMIX

Akan tetapi, perhatikan bahwa jika Anda melakukan perjalanan saat puasa, hindari konsumsi buah yang terlalu asam saat sahur karena berisiko menyebabkan gangguan pencernaan. Akan lebih baik jika Anda memilih buah dengan rasa manis asam misalnya mangga.

2. Yoghurt

Yoghurt merupakan pilihan tepat sebelum Anda melakukan perjalanan dengan pesawat. Kandungan probiotik yang ada pada yoghurt bermanfaat untuk melancarkan fungsi pencernaan.

doktersehat-manfaat-yoghurt

Photo Credit: Flickr.com/Jaro Larnos

Hal ini tentu akan sangat baik karena mampu menekan munculnya rasa mual muntah dalam tubuh selama perjalanan di pesawat. Anda bisa menambahkan potongan buah pada yoghurt agar asupan vitamin dan mineral makin lengkap.

3. Teh herbal

Anda penggemar teh herbal? Jika tidak, maka kini saatnya Anda memilih teh herbal dari bunga kering atau teh dengan tambahan daun mint yang bisa jadi pilihan yang super sebelum Anda melakukan perjalanan mudik dengan pesawat.

doktersehat-teh-hitam

Memilih teh herbal dapat memberikan rasa rileks dalam tubuh serta mampu menghidrasi tubuh dengan baik.

Teh juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan cenderung lebih rendah kafein sehingga efek rileks dari konsumsi teh bisa lebih maksimal.

4. Makanan yang tidak asin

Makanan asin, utamanya makanan dari kemasan yang tinggi kandungan natrium akan memberikan efek yang buruk pada tubuh sebelum melakukan perjalanan dengan pesawat. Kadar garam yang tinggi membuat tubuh cepat mengalami dehidrasi, berisiko menyebabkan mual karena konsumsi makanan kemasan yang cenderung kurang dapat dikontrol.

Jumlah-buah-puasa-doktersehat-1

Jika ingin memilih makanan gurih sebelum melakukan perjalanan dengan pesawat, maka hindari makanan yang menggunakan natrium berlebihan. Makanan gurih yang bisa Anda namun tetap sehat adalah buah atau sayur dengan bumbu alami, misalnya sayur dengan bumbu bubuk bawang putih dan lada atau apel panggang dengan bubuk kayu manis.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi