Terbit: 4 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Saat berbuka puasa ada orang yang lebih suka mengonsumsi makanan atau minuman hangat karena dianggap lebih sehat. Sementara itu, mereka yang mengonsumsi makanan dan minuman dingin seperti es juga tidak sedikit karena rasa segar yang diberikan bisa membuat tubuh jadi bugar.

Mana yang Lebih Dianjurkan untuk Berbuka Puasa, Makanan Hangat atau Dingin?

Nah, kira-kira mana yang lebih sehat antara makanan dingin dan hangat? Apakah keduanya memiliki kemungkinan membuat perut bergejolak atau tidak sama sekali. Lantas saat berbuka puasa harus makan apa dahulu?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, simak penjelasan terkait efek makanan dan minuman dingin pada tubuh serta manfaat dari makanan hangat saat berbuka puasa di bawah ini.

Efek makanan dan minuman dingin saat berbuka

Saat sedang puasa, lambung akan mengandung cukup banyak asam karena tidak ada makanan yang dicerna sama sekali. Selain itu, organ ini juga sangat sensitif sehingga tidak bisa diisi dengan sembarangan.

Kalau Anda mendadak mengisinya dengan makanan atau minuman yang terlalu dingin, lambung akan sedikit bergejolak. Sensitivitasnya akan terpicu sehingga Anda akan merasakan sakit setelah beberapa saat.

Efek lain dari terlalu banyak mengonsumsi yang dingin saat berbuka puasa adalah rasa kembung dan menyesakkan di bagian dada. Kondisi ini bisa memicu Anda mengalami masuk angin hingga muncul rasa pusing.

Kalau Anda tidak ingin mendapatkan kondisi yang tidak nyaman seperti ini ada baik untuk tidak minum es berlebihan. Kalau ingin sesuatu yang segar lebih baik didahului dengan air putih biasa.

Selanjutnya Anda bisa mengonsumsi makanan dan minuman yang dingin dengan porsi yang tidak berlebihan. Kalau berlebihan bisa memicu mulas dan diare esok harinya.

Manfaat makanan dan minuman hangat saat berbuka

Selanjutnya mari kita bahas apa saja manfaat dari makanan dan minuman hangat saat berbuka puasa agar bisa membandingkan sendiri.

  1. Melancarkan peredaran darah

Makanan yang hangat akan melancarkan peredaran darah di dalam tubuh perlahan-lahan. Setelah makan Anda akan lebih murah bertenaga dan merasa segar karena oksigen sudah disalurkan ke seluruh tubuh dengan maksimal.

Untuk mendapatkan kondisi ini usahakan untuk berbuka dengan satu gelas air putih hangat-hangat kuku. Selanjutnya  istirahat sejenak dan baru makan makanan yang hangat lain dengan porsi yang tidak berlebihan.

  1. Melancarkan detoksifikasi

Saat sedang puasa, tubuh akan mengalami detoksifikasi. Racun yang ada di dalam tubuh akan dikeluarkan memalui saluran ekskresi. Biasanya racun keluar bersamaan dengan feses atau keringat.

Minum air hangat akan membuat tubuh cepat sekali berkeringat. Kondisi ini akan memicu tubuh mengeluarkan racun dalam jumlah yang cukup banyak. Setelah racun dikeluarkan, tubuh akan terasa lebih segar dan sehat.

  1. Memperlancar pencernaan

Mengonsumsi makanan yang hangat akan membantu pencernaan berjalan dengan baik. Kalau pencernaan berjalan dengan baik, Anda bisa segera mendapatkan energi sehingga kondisi tubuh tidak lemas kembali.

Makanan yang hangat juga menghindari terjadinya begah yang mengganggu. Anda bisa segera beristirahat dan jarang sekali terjadi insomnia.

  1. Membantu menurunkan berat badan

Meski tidak terlalu besar, mengonsumsi makanan dan minuman hangat juga bisa menurunkan berat badan. Hal ini bisa terjadi karena pencernaan berjalan dengan lancar dan lemak di dalam tubuh akan segera diolah menjadi energi.

Nah, dari apa yang telah ditulis di atas, kira-kira mana yang baik untuk berbuka puasa? Tanpa berpikir panjang kita akan tahu kalau makanan dan minuman yang hangat adalah jawabannya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi