Terbit: 10 September 2018 | Diperbarui: 31 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Makanan yang dibakar memang memiliki rasa yang cenderung lebih enak. Tak percaya? Siapa sih yang tidak suka dengan makanan seperti sate atau ikan bakar? Tak hanya proses pengolahan yang membuat rasa makanan ini menjadi lebih nikmat, keberadaan bumbu yang jumlahnya banyak yang ditaburkan pada makanan saat proses pembakaran juga membuatnya ini terasa jauh lebih menggoda.

Makanan yang Dibakar Bisa Picu Hipertensi

Sayangnya, sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya oleh American Heart Association, New Orleans, Amerika Serikat menghasilkan fakta bahwa makanan yang diolah dengan cara dibakar ternyata bisa meningkatkan risiko hipertensi, apalagi jika makanan ini dikonsumsi terlalu sering.

Dalam penelitian ini, 86 ribu partisipan dengan jenis kelamin wanita dan 17 ribu partisipan pria dilibatkan. Hasilnya adalah, seluruh partisipan mengalami risiko hipertensi akibat menerapkan pola makan yang buruk. Hanya saja, sekitar 37 ribu dari total partisipan ternyata memiliki risiko terkena hipertensi lebih tinggi dari partisipan lainnya gara-gara suka mengonsumsi makanan yang dibakar terlalu sering.

Gang Liu, Ph.D, salah seorang peneliti yang terlibat dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, Boston, Amerika Serikat menyebutkan bahwa bahan makanan yang dipanaskan dengan suhu tinggi akan menyebabkan munculnya senyawa yang bisa memicu stres oksidatif yang kemudian berimbas pada peningkatan tekanan darah. Selain itu, kita juga sering menambahkan bumbu yang kaya akan sodium pada makanan yang dibakar demi menambah rasanya menjadi lebih enak. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika sodium bisa memicu hipertensi.

Selain menyebabkan hipertensi, pakar kesehatan juga menyebutkan bahwa makanan yang dibakar jika sering dikonsumsi bisa menyebabkan kanker. Karena alasan inilah ada baiknya kita tidak lagi terlalu sering mengonsumsinya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi