Terbit: 7 Agustus 2018 | Diperbarui: 8 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Anda tentu setuju jika makanan cepat saji adalah makanan yang mengenyangkan, nikmat, dan praktis. Meskipun sering disebut sebagai makanan yang kurang sehat, nyatanya, makanan cepat saji masih kerap menjadi pilihan yang cukup praktis untuk banyak orang.

Jangan Makan Makanan Cepat Saji dengan 4 Cara Tak Sehat Ini!

Sesekali mengonsumsinya tentu boleh-boleh saja, akan tetapi, ada beberapa kebiasaan saat mengonsumsi makanan cepat saji yang justru merupakan kebiasaan yang tidak sehat.

Hal ini, tentu membuat tubuh menjadi tetap berisiko saat mengonsumsi makanan cepat saji, walaupun hanya sesekali.

Lantas, apa saja kebiasaan tak sehat saat mengonsumsi makanan cepat saji?

Berikut beberapa kebiasaan salah yang sering dilakukan saat mengonsumsi makanan cepat saji:

1. Memilih makanan utama cepat saji yang digoreng dengan menu pendamping yang juga digoreng

doktersehat-kentang-gorengMakanan cepat saji sebagian besar diolah dengan metode masak goreng. Hal ini tentu saja disebabkan metode menggoreng adalah metode yang paling praktis dan bisa memberi rasa nikmat gurih pada makanan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Sayangnya, jika menu makanan utama yang Anda pilih sudah digoreng, hindari memilih menu pendamping yang digoreng pula. Hal ini tentu akan meningkatkan asupan lemak dalam tubuh hanya dalam satu kali makan saja.

Tips sehat: Anda bisa mengutamakan memilih menu makanan cepat saji yang tidak digoreng. Misalnya kebab dengan metode masak daging panggang.

Anda juga bisa memilih kombinasi makanan cepat saji dengan metode masak yang berbeda. Misalnya ayam goreng atau burger daging dengan kentang rebus.

2. Memilih menu makanan cepat saji dalam porsi besar

doktersehat-makanan-ganggu-kesehatan-tulangSudah menjadi hal yang umum jika rumah makan atau restoran cepat saji menawarkan promo berupa penjualan produk dalam porsi yang lebih besar namun dengan selisih harga yang lebih tidak banyak.

Hal ini memang sangat menggoda, ya. Sayangnya, memilih menu makanan cepat saji dalam porsi besar, bukanlah pilihan yang tepat.

Makanan cepat saji adalah makanan yang cenderung memiliki banyak kalori, karena pemilihan bahan baku yang mengedepankan prinsip cepat atau praktis.

Makanan yang telah disiapkan biasanya akan mendapatkan banyak tambahan bahan tinggi kalori, misalnya tepung bumbu, saus kemasan, bumbu dengan bahan berkalori, agar makanan tetap terasa nikmat dan bisa disajikan dalam waktu singkat.

Tips sehat: Pilih menu cepat saji dengan porsi yang sesuai dengan kebutuhan kalori harian Anda. Jika porsi normal yang ditawarkan masih terlau besar, Anda bisa menyimpannya untuk waktu makan berikutnya atau membaginya dengan orang lain.

3. Menambahkan terlalu banyak saus atau bumbu tinggi lemak, gula, garam

Doktersehat - Fast Food

Photo Credit: Flickr.com/ulvi can

Makanan cepat saji memang nikmat ditambah dengan aneka saus dan bumbu tambahan, ya. Mulai dari saus sambal atau tomat kemasan, garam, atau saus mayones.

Akan tetapi, menambahkan saus atau bumbu tersebut dalam jumlah banyak, bisa menyebabkan asupan kalori dari makanan menjadi meningkat.

Saus kemasan tinggi kandungan natrium, gula buatan, dan pengawet, garam tinggi natrium, dan saus mayones tinggi akan kandungan lemak.

Tips sehat: Tambahkan bumbu rempah yang tidak berkalori pada makanan cepat saji yang Anda konsumsi, lada atau bubuk bawang putih bisa jadi pilihan yang tepat. Anda bisa pula menambahkan saus tomat alami buatan sendiri.

4. Memilih minuman bersoda atau berpemanis buatan

doktersehat-minuman-sodaMakanan cepat saji memang seakan tak bisa lepas dari minuman bersoda ya.

Meskipun memang nikmat, hal ini bukanlah suatu kebiasaan yang sehat, karena minuman bersoda hanya mengandung tinggi gula dan miskin gizi.

Memilih minuman bersoda setelah mengonsumsi makanan cepat saji hanya akan meningkatkan asupan kalori dalam satu kali makan.

Tips sehat: Pilih minuman alami setelah mengonsumsi makanan cepat saji. Teh hijau, air kelapa alami, atau jus buah tanpa tambahan gula bisa jadi pilihan yang sehat dan mampu membantu membuang lemak lewat pembuangan pencernaan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi