Begini Cara Makanan Cepat Saji Memicu Diabetes

makanan-cepat-saji-junk-food-doktersehat
Photo Source: Flickr/avlxyz

DokterSehat.Com– Makanan cepat saji digemari oleh masyarakat, khususnya anak muda. Harganya terjangkau, rasanya enak, dan lokasi restorannya yang cenderung cocok untuk dijadikan tempat nongkrong menjadi alasan mengapa makanan yang juga dikenal dengan nama lain junk food ini memiliki banyak peminat. Sayangnya, dibalik rasanya yang nikmat, pakar kesehatan menyebut makanan cepat saji bisa menyebabkan datangnya berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah diabetes.

Cara makanan cepat saji bisa menyebabkan diabetes

Makanan cepat saji memiliki kadar kalori dan natrium yang tinggi namun rendah kandungan sehat seperti serat. Hal ini berarti, mengonsumsinya bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan pencernaan. Selain susah buang air besar, keberadaan natrium yang tinggi juga bisa menyebabkan masalah perut kembung.

Jika kita sering mengonsumsi makanan tinggi kalori namun minim serat seperti makanan cepat saji, maka tubuh akan lebih rentan mengalami kenaikan berat badan. Padahal, jika sampai kita mengalami masalah obesitas, maka risiko terkena diabetes bisa meningkat dengan signifikan.

Saat kita mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat seperti makanan cepat saji, maka tubuh akan segera memecah karbohidrat ini menjadi glukosa dan memasukkannya ke dalam darah. Hal ini akan membuat kadar gula darah meningkat. Tubuh pun akan segera mengeluarkan insulin untuk mengolah gula darah ini agar bisa dijadikan sumber energi bagi sel-sel tubuh.

Sayangnya, semakin sering kita mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi, pankreas akan bekerja dengan terlalu keras sehingga lambat laun bisa membuat produksi insulin menurun. Ditambah dengan semakin meningkatnya berat badan, produksi insulin semakin terganggu sehingga gula darah tidak bisa dimetabolisme dengan baik. Hal ini akan membuat kadar gula darah terus meningkat dan akhirnya memicu diabetes.

Dampak lain yang bisa didapatkan jika sering mengonsumsi makanan cepat saji

Selain bisa menyebabkan diabetes, pakar kesehatan menyebut kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji juga akan menyebabkan dampak kesehatan lainnya.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Menyebabkan hipertensi

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, makanan cepat saji tinggi kandungan natrium. Padahal, kandungan ini juga dikonsumsi dengan berlebihan bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah. Hal ini tentu akan meningkatkan risiko terkena hipertensi

Makanan cepat saji juga tinggi kandungan kolesterol yang tentu akan membuat risiko terkena penyakit kardiovaskular meningkat. Padahal, penyakit-penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

  1. Mengganggu sistem pernapasan

Terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji akan membuat risiko terkena kenaikan berat badan meningkat. Padahal, jika kita sampai mengalami masalah obesitas, maka risiko untuk mengalami gangguan pernapasan seperti asma atau sesak napas pun meningkat.

Banyaknya lemak yang menumpuk di dalam tubuh akan membuat jantung dan paru-paru tertekan sehingga mempengaruhi pernapasan, membuat tubuh mudah lelah, dan sulit melakukan aktivitas dengan normal.

  1. Tidak baik bagi kesehatan mental

Hobi mengonsumsi makanan cepat saji dalam jangka panjang bisa menyebabkan peningkatan risiko depresi hingga 51 persen. Hal ini disebabkan oleh kemampuan makanan cepat saji dalam menurunkan fungsi pembuluh darah, termasuk yang menuju otak. Otak yang tidak bisa mendapatkan pasokan darah dan oksigen dengan cukup akhirnya mengalami penurunan fungsi dan bisa menyebabkan gangguan suasana hati dan emosi. Risiko terkena penyakit mental seperti depresi pun meningkat.

  1. Merusak kesehatan kulit, kuku, dan rambut

Pakar kesehatan menyebut makanan tinggi kalori seperti makanan cepat saji mampu memicu lonjakan kadar gula darah yang akhirnya menyebabkan datangnya jerawat. Selain itu, sebuah penelitian membuktikan bahwa remaja yang mengonsumsi makanan cepat saji minimal tiga kali dalam sepekan cenderung lebih rentan terkena eksim atau penyakit kulit.