Salah satu jenis makanan yang paling sering kita konsumsi adalah makanan berprotein. Makanan ini bisa berupa daging-dagingan, susu, dan keju. Meski bisa memberikan banyak manfaat bagi tubuh, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak mengonsumsinya terlalu banyak sebagaimana lemak. Apa alasannya?

protein-daging-doktersehat

Kaitan Antara Makanan Berprotein dan Kanker

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Valter Longo dan diunggah hasilnya dalam jurnal Cell Metabolism, disebutkan bahwa protein memang bisa membantu memperbaiki dan mendukung regenerasi otot, membuat kenyang, sekaligus membantu mengendalikan berat badan, namun penelitian ini juga mengungkap fakta bahwa terlalu banyak mengonsumsinya bisa meningkatkan risiko kanker dengan signifikan.

Longo menyebut hal ini sepertinya terkait dengan adanya kandungan lemak dan sifat karsinogen di dalam daging dan produk hewani lainnya. Jika kita mengonsumsinya dalam jumlah banyak setiap hari, maka risiko terkena kanker bisa meningkat hingga 4 persen. Bahkan, risiko untuk terkena kematian dini akibat kanker bisa semakin tinggi jika kita mengonsumsinya dalam porsi yang sedang setiap hari. Penelitian ini melibatkan lebih dari 6 ribu partisipan dengan usia rata-rata lebih dari 50 tahun.

Lantas, seberapa banyak asupan protein yang dianggap terlalu banyak? Pakar kesehatan menyebut idealnya kita hanya mengonsumsi 0,8 gram protein untuk setiap kilogram berat badan kita. Hal ini berarti, jika kita memiliki berat 50 kilogram, maka asupan protein harian sebaiknya tidak melebihi 40 gram.

Jika kita mengonsumsi protein hingga 20 persen dari asupan kalori harian, baik itu protein hewani maupun nabati, maka akan membuat asupan protein ini lebih tinggi dari normal. Jika kita membatasinya sekitar 10 persen saja, maka asupan protein masih dianggap aman bagi tubuh kita.

Melihat fakta ini, Longo menyarankan kita untuk membatasi asupan protein, khususnya yang berasal dari bahan hewani seperti daging-dagingan, keju, dan susu agar tidak berlebihan. Meskipun begitu, jangan benar-benar membatasinya karena hal ini bisa saja membuat kita kekurangan protein yang berimbas pada melemahnya otot.

Beberapa Makanan Pencegah kanker

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis makanan yang bisa membantu mencegah datangnya kanker.

Berikut adalah makanan-makanan tersebut.

  1. Wortel

Salah satu sayuran yang sering kita olah di berbagai masakan yang kita konsumsi ini ternyata bisa menurunkan risiko kanker, lho. Fakta ini diungkap dalam penelitian yang diumumkan oleh US National Library of Medicine pada 2015 lalu. Hasilnya adalah, rutin mengonsumsinya bisa menurunkan risiko kanker lambung hingga 26 persen.

Perokok yang rutin mengonsumsi wortel juga disebut-sebut bisa menurunkan risiko terkena kanker paru tiga kali lebih kecil.

  1. Brokoli

Jenis sayuran sehat lain yang bisa membantu menurunkan risiko kanker adalah brokoli. Sayuran ini tinggi kandungan fitronutrien yang berperan besar dalam menghambat perkembangan sel kanker. Risiko terkena beberapa jenis kanker seperti kanker prostat dan kanker usus juga bisa diturunkan dengan signifikan.

  1. Bawang Putih

Salah satu bumbu makanan yang sering kita konsumsi ini tinggi kandungan allicin yang bisa membunuh sel-sel kanker. Selain bawang putih, bawang Bombay juga bisa menurunkan risiko terkena penyakit ini.

  1. Daging Ikan

Pakar kesehatan menyebut rutin makan daging ikan seminggu sekali bisa menurunkan risiko kanker. Hanya saja, kita sebaiknya mengonsumsi ikan yang kaya lemak karena biasanya tinggi kandungan asam lemak omega 3 dan vitamin D.

  1. Tomat

Kandungan lycopene di dalam tomat bersifat anti kanker. Rutin mengonsumsinya bisa membantu menurunkan beberapa jenis kanker seperti kanker prostat, kanker mulut, kanker paru, kanker serviks, dan kanker payudara.

 

Sumber

  1. Anonim. 2020. Eating too much protein can raise your risk of getting cancer. https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/diet/eating-too-much-protein-can-raise-your-risk-of-getting-cancer/photostory/73249874.cms. (Diakses pada 24 Januari 2020).