Terbit: 15 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Secara umum ada dua godaan yang sering mengancam kita semua saat Lebaran tiba. Godaan pertama adalah makanan manis yang terdiri dari kue dan aneka makanan manis lainnya. Godaan kedua yang sering diabaikan adalah lemak yang terdapat pada makanan atau lauk yang kerap dihidangkan untuk sarapan, making siang, atau makan malam.

5 Cara Menyiasati Konsumsi Makanan Berlemak Saat Lebaran

Godaan berupa makanan manis mungkin Anda bisa menghindarinya dengan mudah. Dengan melakukan pembatasan, tubuh tidak akan mengalami kenaikan berat badan yang signifikan.

Godaan kedua inilah yang agak sulit karena sering muncul sebagai makanan utama. Tidak mungkin kan kita hanya makan nasi saja tanpa lauk?

Nah, untuk menyiasati kondisi tersebut, coba simak beberapa cara membatasi atau mengatasi makanan berlemak saat Lebaran di bawah ini.

  1. Mengenal jenis lemak

Untuk mengetahui apa saja jenis lemak yang sehat dan bisa dikonsumsi dan jenis lemak yang harus dihindari, Anda harus paham klasifikasinya. Lemak yang ada pada makanan terdiri dari lemak hewani dan lemak nabati.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Lemak nabati biasanya berasal dari tumbuhan dan buah seperti avokad. Lemak jenis ini baik untuk kesehatan sehingga bisa dikonsumsi. Selanjutnya lemak hewani yang berasal dari lapisan lemak hewan seperti sapi dan ayam wajib dihindari atau dikonsumsi dalam jumlah terbatas.

Selanjutnya kita juga mengenal lemak trans. Lemak jenis ini biasanya berasal dari tumbuhan yang sudah terhidrogenasi. Beberapa lemak trans banyak sekali terdapat pada kerupuk, gorengan, dan margarin.

  1. Memperbanyak buah dan sayur

Perbanyak buah dan sayur untuk mencegah banyak lemak masuk ke dalam tubuh. Kalau sedang makan, batasi porsi lauk yang tinggi lemak seperti opor ayam yang banyak kulitnya atau daging rendang yang banyak sekali memiliki lemak meski rasanya enak.

  1. Lebih memilih makanan yang dibakar

Makanan yang digoreng dan masih hangat memang sangat nikmat sehingga Anda akan habis banyak saking asyiknya. Makanan jenis ini mengandung banyak lemak trans yang bisa meningkatkan risiko kolesterol dan gangguan kardiovaskular lainnya.

Kalau Anda tidak mau mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak, ada baiknya untuk banyak mengonsumsi sesuatu yang dibakar. Anda masih bisa memakan daging sapi atau ayam tanpa lemak atau olahan makanan lain yang proses pengolahannya tidak banyak menggunakan minyak.

  1. Tahu mana camilan sehat

Selama ini kita sering makan sesuatu yang berminyak karena tidak tahu mana saja makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan. Kita ambil contoh sederhana saja, mana yang lebih boleh dimakan antara kacang tanah goreng atau kacang mede? Tentu jawabannya adalah kacang mede.

Sebelum menyantap makanan yang dihidangkan, coba tengok terlebih dahulu. Kira-kira ada makanan yang bisa disantap dan tidak mengandung banyak lemak atau tidak. Jika tidak ada Anda bisa minum air putih saja atau membatasi makanan seperti hanya menyantap satu butir kue kering per rumah.

  1. Bisa membedakan lapar mata dan fisik

Selama ini kita makan bukan karena lapar secara fisik, tapi lapar mata. Karena banyak makanan nikmat yang tersedia, kita jadi tidak bisa mengendalikan diri untuk makan sebanyak-banyaknya. Padahal makanan itu banyak yang berlemak.

Agar Anda tidak terlalu sering lapar mata dan akhirnya makan tanpa batas, coba minum segelas air. Kalau dalam 15-30 menit masih lapar, Anda memang membutuhkan makan. Kalau Anda jadi kenyang, berarti tubuh hanya mengalami dehidrasi.

Semoga ulasan tentang pengendalian konsumsi lemak di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan. Selamat Lebaran!


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi