Terbit: 6 September 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Demi mencegah kenaikan berat badan atau risiko terkena diabetes, pakar kesehatan menyarankan kita untuk menurunkan asupan makanan yang kaya akan gula. Yang menjadi masalah adalah, makanan yang kaya akan gula belum tentu memiliki rasa yang manis. Dalam banyak kasus, banyak makanan yang tidak memiliki rasa yang manis juga kaya akan kandungan gula tersembunyi.

Waspada, Makanan Bergula Tidak Selalu Terasa Manis

WHO menyarankan kita untuk membatasi gula maksimal 50 gram dalam sehari atau sekitar 4 sendok makan. Sayangnya, karena kita tidak menyadari akan adanya makanan yang memiliki kandungan gula tersembunyi, maka konsumsi gula harian kita tentu akan menjadi berlebihan. Hal ini sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh Survey Konsumsi Makanan Individu (SKMI) pada 2014 lalu yang menyebutkan bahwa 29,7 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi gula lebih tinggi dari rekomendasi WHO.

Makanan-makanan ini biasanya berbentuk camilan yang bisa saja memiliki rasa yang asin atau manis. Selain itu, seringkali makanan-makanan ini juga tidak mencantumkan kandungan gula dengan jelas di label. Bukannya bertuliskan gula atau sirup jagung, nama yang dicantumkan adalah nama lain yang terkadang membingungkan konsumen. Nama – nama gula lainnya ini adalah fructose, maltose, dekstrosa, cane juice, cane syrup, corn sweeteners, high fructose corn syrup, konsentrat jus buah atau fruit juice concentrate nectar, malt syrup, molasses, dan lain-lain.

Beberapa jenis bahan makanan yang tidak memiliki rasa yang manis namun kaya gula adalah saus sambal, saus tomat, sayur kalengan, yoghurt, snack bar, dan sereal granola. Ada baiknya kita tidak lagi sembarangan mengonsumsinya demi mencegah konsumsi gula dengan berlebihan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi