Tak Hanya Nanas, Inilah Makanan yang Berbahaya Dikonsumsi Ibu Hamil

hamil-suara-berubah-doktersehat-1
Designed by Freepik

DokterSehat.Com– Saat sedang hamil, setiap wanita dituntut untuk sangat berhati-hati dan menjaga makanan yang dikonsumsi setiap hari. Pasalnya, ketika sedang hamil, organ tubuh menjadi lebih sensitif dan kekebalan tubuh pun menurun. Jika sampai salah makan, bisa membahayakan ibu hamil serta bayi yang dikandungnya.

Sampai saat ini, ada sebuah makanan yang dipercaya cukup berbahaya bagi ibu hamil, yaitu nanas. Menurut sebagian orang, nanas bisa merusak janin sehingga menyebabkan keguguran. Hal itu memang benar dan telah banyak korbannya. Namun, tak hanya nanas, pasalnya masih ada beberapa makanan lagi yang harus dihindari ketika sedang hamil. Apa saja makanan tersebut? Berikut diantaranya:

1. Kepiting

Makanan laut yang satu ini memang memiliki rasa yang cukup menggugah selera sehingga menjadi primadona bagi sebagian orang. Namun, walau rasanya sangat lezat, kepiting cukup berbahaya jika dikonsumsi ibu hamil. Pasalnya, kepiting dapat membuat ukuran rahim menyusut sehingga sirkulasi darah ke janin menjadi tidak lancar.

2. Delima

Buah yang satu ini memang cukup segar dan bisa dikonsumsi secara langsung ataupun diolah menjadi jus. Tapi buah ini terbilang sebagai buah yang cukup ganas bagi ibu hamil karena bisa menyebabkan keguguran jika dikonsumsi secara berlebihan. Sebab, delima bisa membuat kontraksi rahim hingga kram yang menjadi salah satu penyebab terjadinya keguguran.

3. Durian

Durian adalah buah yang sangat lezat dan memiliki harga relatif mahal. Banyak yang menyukai buah ini karena cita rasa serta aromanya sangat menggoda. Namun, durian adalah buah yang tidak baik dikonsumsi ketika sedang hamil. Pasalnya, asam arachidonat akan memicu pembentukan prostaglandin yang akan membuat kontraksi yang cukup fatal bagi rahim.

4. Pepaya Muda

Waspadalah ketika Anda membeli pepaya. Jangan sampai membeli pepaya yang muda, walau Anda sedang ngidam sekalipun. Sebab, pepaya muda cukup berbahaya bagi perkembangan embrio. Senyawa yang dimiliknya bisa membuat kontraksi kuat pada rahim yang berpotensi menyebabkan keguguran.