Terbit: 22 Februari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Tidak semua orang bisa menikmati waktu makan dengan tenang dan santai. Sebagai contoh, banyak orang yang tinggal di kota besar dan harus benar-benar memanfaatkan waktu yang cenderung sempit agar tidak mudah terlambat sehingga memilih untuk makan dengan cepat. Bahkan, ada yang makan sambil mengemudi atau menggunakan kendaraan umum. Meskipun dianggap sebagai sesuatu yang wajar, pakar kesehatan menyebut kebiasaan makan terlalu cepat bisa membahayakan kesehatan.

Makan Terlalu Cepat Bisa Picu Diabetes?

Dampak makan terlalu cepat bagi risiko diabetes

Sebuah penelitian yang dilakukan di Lithuania membuktikan bahwa kebiasaan makan dengan cepat akan membuat kita kesulitan untuk mengunyah makanan hingga benar-benar halus. Masalahnya adalah hal ini juga akan meningkatkan risiko terkena diabetes. Bahkan, penelitian ini membuktikan bahwa orang yang terbiasa mengunyah makanan dengan lebih cepat cenderung memiliki risiko diabetes 2,5 lebih besar dibandingkan dengan orang-orang yang makan dengan lebih tenang.

Penelitian yang serupa juga dilakukan di Jepang. Hasilnya adalah, mereka yang mengunyah makanan dengan cepat cenderung lebih rentan terkena resistensi insulin. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika resistensi insulin bisa membuat gula darah tidak bisa dimetabolisme dengan maksimal. Selain membuat tubuh tidak bisa mendapatkan energi dengan cukup, hal ini juga akan membuat kadar gula darah terus berada dalam kondisi yang tinggi sehingga risiko terkena diabetes pun meningkat.

Selain makan dengan cepat, pakar kesehatan menyebut kebiasaan melewatkan sarapan juga bisa menyebabkan peningkatan risiko penyakit yang sama. Bahkan, sebuah penelitian menghasilkan fakta bahwa rutin sarapan akan membantu kita menurunkan risiko diabetes sebanyak 34 persen.

Bahaya lain dari kebiasaan makan terlalu cepat

Pakar kesehatan menyebut rata-rata manusia membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit untuk menghabiskan satu porsi makanan. Jika mampu menghabiskannya dalam waktu kurang dari 10 menit, maka kita termasuk dalam orang-orang yang makan dengan terlalu cepat. Selain diabetes, kebiasaan ini ternyata juga bisa memberikan dampak buruk lainnya bagi kesehatan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Berikut adalah dampak-dampak buruk tersebut.

  1. Meningkatkan risiko tersedak

Makan terlalu cepat membuat makanan yang ditelan masih dalam kondisi kasar dan belum benar-benar halus. Hal ini bisa membuatnya rentan tersangkut di kerongkongan dan memicu tersedak. Sering dianggap sebagai masalah yang sepele, dalam realitanya tersedak bisa saja menyebabkan tersumbatnya saluran pernapasan. Padahal, jika sampai kita tidak bisa bernapas, maka risiko untuk terkena kematian juga meningkat.

  1. Membuat pencernaan bekerja dengan lebih keras

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, makan dengan terlalu cepat akan membuat makanan tidak benar-benar dikunyah dengan baik. Makanan yang masih dalam kondisi kasar ini akan masuk ke dalam sistem pencernaan. Padahal, pencernaan baru bisa benar-benar mengolah makanan jika kondisinya berada dalam kondisi halus.

Pencernaan pun terpaksa bekerja dengan jauh lebih keras demi menghancurkan makanan yang masih kasar ini. Hal ini akan menghambat proses penyerapan nutrisi. Selain itu, usus juga akan kesulitan untuk melakukan pembersihan atau melakukan regenerasi sel. Bahkan, bisa jadi usus tidak mampu membersihkan diri dari berbagai zat sisa dan racun yang tentu bisa menyebabkan datangnya berbagai macam masalah kesehatan.

  1. Porsi makanan menjadi berlebihan

Tubuh memiliki mekanisme untuk mengetahui kapan perut sudah mendapatkan asupan makanan yang cukup dengan cara mengeluarkan sinyal kenyang. Hanya saja, butuh beberapa waktu bagi tubuh untuk mengeluarkan sinyal ini.

Jika kita makan terlalu cepat, asupan makanan pun menjadi terlalu banyak dari kebutuhan namun tubuh belum sempat mengeluarkan sinyal kenyang. Alhasil, asupan kalori pun menjadi berlebihan dan kita pun akan lebih rentan mengalami kenaikan berat badan. Padahal, jika sampai kita mengalami masalah obesitas, risiko terkena berbagai penyakit berbahaya akan meningkat.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi