Roti bakar dikenal luas sebagai salah satu camilan yang paling nikmat. Apalagi jika dikonsumsi saat masih dalam kondisi hangat atau baru saja dibuat. Hanya saja, belakangan ini ada kabar yang menyebut kebiasaan mengonsumsi roti bakar bisa menyebabkan datangnya kanker. Apakah kabar ini memang benar?

roti-bakar-doktersehat

Kaitan Antara Roti Bakar dengan Risiko Kanker

Anggapan bahwa roti bakar bisa menyebabkan datangnya kanker berawal dari informasi bahwa makanan yang diolah dengan cara dibakar memang bisa memicu datangnya penyakit mematikan ini. Pakar kesehatan dr. Paul Brent dari Food Standards Australia and New Zealand (FSANZ) menyebut bahwa anggapan ini memang mungkin tepat meskipun masih belum benar-benar bisa dipastikan.

Brent menyebut di dalam roti bakar memang bisa saja ditemukan kandungan akrilamida, senyawa yang disebut-sebut memiliki potensi besar menyebabkan kanker. Hanya saja, masih ada perdebatan besar terkait dengan hal ini di antara pakar kesehatan karena banyak roti bakar yang ternyata tidak memilikinya.

“Semakin tinggi suhu yang dipakai untuk memasak dalam waktu yang lama, semakin meningkat kadar akrilamida di dalam makanan. Khusus untuk roti bakar, biasanya kandungan akrilamidanya lebih sedikit jika dibandingkan dengan yang ada di dalam kentang goreng atau keripik,” terang Brent.

Pakar kesehatan menyebut akrilamida sering digunakan dalam industri makanan. Masalahnya adalah kandungan ini bisa menyebabkan dampak beracun bagi sistem saraf. Hanya saja, jika kita membuat roti bakar di rumah, misalnya, biasanya tidak memiliki kandungan akrilamida sebanyak yang ada dalam makanan kemasan yang diproduksi oleh industri.

Hanya saja, roti bakar biasanya juga memiliki kandungan polycyclic aromatic hydrocarbons. Kandungan ini bersifat karsinogen atau bisa memicu datangnya kanker meskipun jumlahnya cenderung sangat kecil.

Alih-alih melarang konsumsi roti bakar, Brent menyebut konsumsi roti bakar masih aman untuk dilakukan. Hanya saja, kita harus benar-benar cermat dalam mengolahnya. Sebagai contoh, jangan memanggangnya terlalu lama hingga kecokelatan atau terlalu gelap. Cobalah untuk memanggangnya hingga warnanya keemasan saja karena rasanya biasanya sudah cukup nikmat.

Berbagai Makanan Pemicu Kanker yang Sebaiknya Kita Hindari

Alih-alih terlau mengkhawatirkan roti bakar, pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis makanan lain yang justru berpotensi menyebabkan datangnya kanker yang sebaiknya kita hindari.

Berikut adalah makanan-makanan tersebut.

  1. Daging Olahan

Daging olahan seperti nugget, sosis, atau daging ham memang sangat nikmat untuk dikonsumsi kapan saja. Masalahnya adalah makanan ini ternyata berpotensi menyebabkan datangnya kanker. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan sudah merilis daftar penelitian yang membuktikan bahwa di dalam daging olahan terdapat kandungan karsinogen yang cukup tinggi

  1. Daging Merah

Sebagaimana daging olahan, daging merah seperti daging kambing atau daging sapi juga sangat nikmat untuk dikonsumsi kapan saja. Sayangnya, telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa terlalu sering mengonsumsinya bisa meningkatkan risiko terkena kanker. Salah satu jenis kanker yang bisa dipicu oleh daging meah adalah kanker kolorektal.

  1. Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol terbukti bisa meningkatkan beberapa jenis kanker seperti kanker usus besar, kanker hati, kanker tenggorokan, dan kanker dubur. Jika kita juga merokok, dampak dari kanker ini bahkan bisa jauh lebih besar.

  1. Makanan Kalengan

Makanan kalengan seperti sarden ternyata bisa meningkatkan beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, kanker prostat, dan kanker ovarium.

  1. Minuman Terlalu Panas

Jika kita terbiasa mengonsumsi kopi atau teh yang terlalu panas, maka risiko untuk terkena kanker tenggorokan akan semakin meningkat. Risiko ini bahkan bisa lebih tinggi jika kita juga merokok.

 

Sumber:

  1. Brent, Paul. 2011. Q: Can eating burnt toast give you cancer?. abc.net.au/health/talkinghealth/factbuster/stories/2011/01/25/3093063.htm. (Diakses pada 30 Desember 2019).