Terbit: 12 Januari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kita tentu pernah melihat orang yang hanya mau makan putih telurnya saja. Dia menyebut kuning telur kurang baik bagi kesehatan meski rasanya cenderung lebih nikmat. Sebenarnya, sebaiknya kita makan seluruh bagian telur secara utuh atau bagian putih telurnya saja?

Sebaiknya Makan Putih Telur Saja Atau Telur Utuh?

Tips Makan Telur

Nilai gizi yang ada di dalam telur bisa bervariasi bergantung pada dari hewan mana telur ini dihasilkan. Selain itu, jika kita hanya mengonsumsi bagian putih telur atau kuning telurnya saja, tentu akan mendapatkan nutrisi yang berbeda jika dibandingkan dengan mengonsumsi telur secara utuh.

Sebagai informasi, bagian putih telur yang menyelubungi kuning telur sebenarnya terdiri dari air sebanyak 90 persen dan protein sebanyak 10 persen. Di dalamnya, hanya terdapat kandungan vitamin, protein, dan kalori dalam kadar yang rendah. Hanya saja, jika kita mengonsumsi telur secara utuh, akan mendapatkan berbagai nutrisi secara lengkap seperti vitamin, mineral, protein, kalori, dan lain-lain.

Protein di dalam putih telur cenderung memiliki kualitas tinggi karena dilengkapi dengan 9 jenis asam amino esensial yang baik bagi kesehatan. Hal ini berarti, jika kita ingin mendapatkan asupan protein namun ingin membatasi asupan kalori, makan putih telur saja bisa dijadikan pilihan yang tepat.

Meskipun begitu, makan telur secara utuh juga akan memberian keuntungan tersendiri, yakni mendapatkan rasa kenyang. Meski memiliki kadar kalori lebih banyak dibandingkan dengan putih telur saja, telur utuh sebenarnya tidak memberikan dampak yang besar bagi asupan kalori harian sehingga masih dianggap aman bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Kadar nutrisinya yang lengkap juga bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Bagi sebagian orang yang berprofesi sebagai atlet atau binaragawan yang membutuhkan asupan protein tinggi, konsumsi putih telur bisa dijadikan pilihan yang baik. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut orang biasa sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mengonsumsi telur secara utuh saja asalkan diolah dengan tepat dan porsinya tidak terlalu banyak.

Manfaat Rutin Makan Telur

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, kandungan nutrisi di dalam telur sangatlah lengkap sehingga membuat makanan ini cocok untuk dijadikan lauk.

Berikut adalah berbagai manfaat kesehatan yang bisa didapatkan jika rutin makan telur.

  1. Menjaga Kesehatan Penglihatan

Kandungan lutein dan zeaxanthin di dalam telur tergolong dalam antioksidan yang bisa memberikan manfaat besar bagi kesehatan mata. Bagi para lansia yang sudah mengalami penurunan kondisi penglihatan, asupan telur harian bisa membantu menghambat penurunan tersebut sekaligus mencegah katarak serta degenerasi makula.

Sebagai informasi, kandungan ini bisa ditemukan di dalam kuning telur. Hal ini berarti, kita sebaiknya makan telur secara utuh demi mendapatkan manfaatnya.

  1. Baik bagi Kesehatan Otak

Kandungan kolin dan vitamin B di dalam otak bisa membuat fungsi otak dan produksi sinyal antar otak terjaga. Kandungan ini juga bisa memecah asam amino berjenis homosistein yang bisa berimbas pada menurunnya risiko terkena penyakit jantung.

  1. Menurunkan Trigliserida

Jika ada yang menyebut makan telur kurang baik bagi kesehatan jantung, hal ini bisa dipastikan tidak benar. Dalam realitanya, makan telur justru bisa menurunkan kadar trigliserida di dalam darah. Sebagai informasi, semakin tinggi trigliserida, semakin rentan kita terkena penyakit jantung dan masalah kardiovaskular lainnya.

Hal ini disebabkan oleh kandungan asam lemak omega 3 di dalam telur yang sangat tinggi. Kandungan ini bisa menurunkan kadar trigliserida hingga 16-18 persen dan berimbas positif bagi kesehatan jantung.

 

Sumber:

  1. Anonim. 2020. A whole egg or just the egg-white — what’s healthier for you?. https://indianexpress.com/article/lifestyle/health/whole-egg-egg-whites-should-you-have-health-benefits-6202600/ (Diakses pada 12 Januari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi