Terbit: 5 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Ada sebuah anggapan yang cukup aneh namun dipercaya oleh banyak orang, yakni sering makan pisang dalam jumlah banyak bisa menyebabkan sakit kepala. Apakah anggapan ini memang benar?

Banyak Makan Pisang Bisa Bikin Sakit Kepala?

Kaitan Antara Makan Pisang dengan Sakit Kepala

Pisang dikenal luas sebagai salah satu buah yang paling baik bagi kesehatan. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan serat di dalamnya. Hal ini berarti, makan pisang bisa membuat kita kenyang, menjaga porsi makan agar tidak berlebihan, sekaligus bisa dijadikan camilan sehat yang bisa membantu menjaga berat badan. Masalahnya adalah meskipun pisang tinggi manfaat sehat, bukan berarti kita bisa mengonsumsinya dengan sembarangan.

Sebagai contoh, ada sebagian orang yang mengaku mengalami sakit kepala atau migrain setelah makan pisang dalam jumlah banyak. Efek samping ini ternyata memang bisa terjadi karena adanya kandungan asam amino tirosin di dalam buah ini.

Sebagai informasi, asam amino tirosin saat masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi tyramine. Jika jumlahnya terlalu banyak, akan membuat risiko terkena sakit kepala atau migrain akan meningkat. Pakar kesehatan menyebut pisang yang sudah sangat matang cenderung tinggi kandungan tyramine. Meski rasa dari pisang ini sangat manis, terlalu banyak mengonsumsinya memang bisa menyebabkan dampak ini.

Selain pisang, beberapa jenis makanan sehat lain seperti cokelat dan alpukat juga memiliki kandungan tyramine sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi dengan berlebihan. Selain itu, kandungan ini juga bisa ditemukan di dalam minuman beralkohol.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Selain bisa menyebabkan sakit kepala, mengonsumsi pisang dengan berlebihan juga bisa memberikan efek lain seperti munculnya reaksi alergi. Hanya saja, hal ini tidak berlaku pada setiap orang. Gejala dari reaksi alergi ini biasanya seperti gatal-gatal pada mulut setelah mengonsumsinya.

Terlalu banyak makan pisang juga disebut-sebut bisa menyebabkan efek samping lain seperti diare atau perut kembung. Sebagaimana alergi, dampak ini juga tidak dialami oleh semua orang.

Batasan Makan Pisang

Meski masih menjadi perdebatan pakar kesehatan, ada baiknya kita membatasi konsumsi cokelat maksimal dua buah saa setiap hari. Jika dikonsumsi dengan berlebihan, bisa jadi akan menyebabkan efek kurang baik seperti sakit kepala hingga peningkatan denyut jantung.

Beberapa Dampak lain yang Bisa Didapatkan Jika Terlalu Banyak Makan Pisang

Di dalam buah pisang terdapat kandungan kalium dan potasium yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi dengan berlebihan, bisa menyebabkan dampak kesehatan.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Membuat Kita Mudah Mengantuk

Kandungan tritofan di dalam pisang sangatlah tinggi. Jika dikonsumsi di dekat waktu tidur, kandungan ini akan membuat kita lebih mudah mengantuk dan tidur menjadi lebih nyenyak, namun jika kita mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak setiap hari, akan menyebabkan dampak berupa tubuh yang mudah mengantuk sepanjang hari.

Di dalam pisang juga tinggi kandungan magnesium yang juga bisa menyebabkan dampak yang sama.

  1. Bisa Mengacaukan Kadar Gula Darah

Di dalam pisang terdapat kandungan gula alami yang cukup tinggi. Hal inilah yang membuat pisang memiliki rasa manis. Masalahnya adalah bagi orang yang mengalami diabetes atau pre-diabetes, bisa jadi hal ini akan mengacaukan kadar gula darah.

  1. Bisa Menyebabkan Hiperkalemia

Mengonsumsi pisang dengan berlebihan akan membuat asupan kalium berlebihan atau dalam dunia medis disebut sebagai hyperkalemia. Hal ini bisa membuat denyut jantung menjadi tidak beraturan, lemah otot, hingga tekanan darah yang tidak normal.

 

Sumber:

  1. Blumberg, Perry. 2016. Banana Hangovers? Surprising Headache Triggers You Didn’t Know About.com/headaches/banana-hangovers-the-surprising-headache-trigger-you-dont-know-about/. (Diakses pada 5 November 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi