Terbit: 7 Januari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Pisang adalah salah satu buah lokal yang sangat mudah untuk kita temukan di berbagai tempat. Di pasar-pasar tradisional, buah dengan rasa yang manis dan mengenyangkan ini juga bisa didapatkan dengan harga terjangkau. Hanya saja, apakah benar jika rutin makan pisang bisa mencegah datangnya penyakit jantung?

Sering Makan Pisang Bisa Cegah Penyakit Jantung

Manfaat Makan Pisang bagi Risiko Penyakit Jantung

Sebuah penelitian menunjukkan fakta bahwa makanan dengan kandungan kalium tinggi seperti pisang bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh kemampuan kalium dalam menurunkan risiko terkena penyempitan aorta, penebalan dinding jantung, dan pelemahan otot jantung. Risiko terkena gagal jantung juga bisa diturunkan dengan signifikan.

Tak hanya buah pisang, beberapa buah lain seperti alpukat, labu, dan blewah juga bisa memberikan dampak yang sama karena tinggi kandungan kalium.

Penelitian ini dilakukan di University Alabama at Birmingham (UAB) Amerika Serikat dengan menggunakan tikus percobaan. Tikus-tikus ini dicek demi mengetahui seperti apa dampak kalium dari makanan yang kita konsumsi pada kesehatan tubuh.

“Penemuan ini menunjukkan manfaat dari asupan kalsium, baik itu dari makanan atau dari suplemen yang kita konsumsi. Kita juga bisa menemukan bagaimana efek dari asupan kalium yang kurang,” ucap salah satu peneliti yang terlibat, dr. Paul Sanders.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Sanders menyebut rutin makan pisang juga bisa membantu kita menurunkan risiko terkena penyakit jantung dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh kandungan kaliumnya yang bisa mencapai 420 mg di setiap buahnya. Di dalam pisang juga tinggi kandungan karbohidrat kompleks dan serat yang bisa membantu perut kenyang dalam waktu lebih lama sehingga akan menyediakan energi.

Kandungan lain yang bisa ditemukan di dalam pisang adalah antioksidan, vitamin B, dan vitamin C yang bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mencegah peradangan. Berbagai hal ini bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan berbagai penyakit kronis lainnya seperti kanker.

Batasan Makan Pisang

Pakar kesehatan menyebut ada batasan makan pisang yang sebaiknya kita patuhi demi mencegah datangnya masalah kesehatan. Hanya saja, sebenarnya pakar kesehatan sebenarnya belum bisa benar-benar memastikan seberapa batasan maksimal ini.

Meskipun begitu, dua buah pisang dianggap sudah cukup untuk dikonsumsi dalam sehari. Jika kita mengonsumsinya hingga lebih dari tujuh buah dalam sehari, dikhawatirkan akan membuat asupan kalium lebih banyak dari 3.500 mg dan menyebabkan efek samping seperti jantung yang berdebar-debar, mudah mengantuk, gangguan keseimbangan hormon dan gula darah, hingga hyperkalemia atau kadar kalium yang berlebihan di dalam tubuh.

Manfaat Rutin Makan Pisang

Selain bisa mencegah penyakit jantung, ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan jika rutin makan pisang.

Berikut adalah manfaat-manfaat kesehatan tersebut.

  1. Mencegah Gangguan Mental

Kadar triptofan di dalam pisang yang tinggi bisa mendukung fungsi otak dan meningkatkan suasana hati. Hal ini bisa membantu kita mendapatkan tidur dengan lebih nyenyak, mengatasi sensasi pegal dan nyeri otot, sekaligus mencegah stres dan depresi.

  1. Menyehatkan Pencernaan

Kandungan serat di dalam pisang yang tinggi akan menyehatkan saluran pencernaan dan membantu menurunkan berat badan.

  1. Memperkuat Tulang

Di dalam pisang terdapat kandungan fructooligossachharides yang bisa meningkatkan kemampuan menyerap kalsium di dalam tubuh. Hal ini bisa berimbas pada tulang yang lebih sehat dan kuat.

  1. Menurunkan Risiko Diabetes

Kandungan magnesium dan triptofan yang tinggi di dalam pisang disebut-sebut bisa menurunkan risiko diabetes dengan signifikan.

 

Sumber:

  1. Hansen, Jeff. 2017. A need for bananas? Dietary potassium regulates calcification of arteries. uab.edu/news/research/item/8773-a-need-for-bananas-dietary-potassium-regulates-calcification-of-arteries. (Diakses pada 7 Januari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi