Terbit: 18 Mei 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Masyarakat Indonesia termasuk gemar mengonsumsi makanan pedas. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jenis sambal yang ada di berbagai daerah. Hanya saja, di balik kenikmatan makanan pedas yang sering kita konsumsi ini, ada isu yang menyebutnya bisa menyebabkan datangnya masalah radang usus buntu. Apakah makanan pedas memang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini?

Kaitan Antara Hobi Makan Pedas dengan Risiko Usus Buntu

Makan pedas bisa menyebabkan usus buntu?

Pakar kesehatan menyebut peradangan usus buntu lebih sering terjadi akibat adanya kotoran yang memasuki bagian usus buntu. Hal ini bisa saja dipicu oleh adanya sumbatan, konstipasi parah, atau adanya bakteri yang akhirnya memicu infeksi. Selain itu, peradangan usus buntu juga bisa disebabkan oleh adanya lendir yang semakin menebal atau karena adanya benda keras yang memasuki bagian usus.

Khusus untuk makanan pedas, pakar kesehatan menyebut hal ini tidak akan menyebabkan peradangan usus buntu. Hanya saja, bagi mereka yang sudah mengalami masalah kesehatan ini, makanan pedas memang bisa menyebabkan gejala nyeri menjadi lebih parah. Hal ini disebabkan oleh bagian usus buntu yang sudah membengkak akibat peradangan yang cukup parah.

Alih-alih menyebabkan peradangan usus buntu, pakar kesehatan menyebut makanan pedas justru lebih berpotensi menyebabkan diare dengan kotoran yang sangat cair. Hanya saja, bagi sebagian orang yang sedang mengalami penurunan daya tahan tubuh, kurang tidur, atau terkena gejala kesehatan lainnya, makanan pedas bisa merangsang munculnya gejala nyeri pada perut yang menandakan adanya peradangan tersebut.

Gejala usus buntu yang harus diwaspadai

Jika gejala usus buntu semakin parah akibat tidak ditangani dengan baik, biasanya akan menyebabkan munculnya sensasi nyeri parah pada bagian perut kanan bawah. Nyeri ini bahkan bisa mencapai anus dan betis. Penderitanya bisa mengalami demam parah, mual-mual dan parah, tak lagi nafsu makan, hingga mengalami diare atau konstipasi parah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Jika tak segera ditangani dengan baik, bisa jadi bagian usus buntu semakin meradang, bernanah, dan akhirnya pecah. Hal ini tentu tidak cukup ditangani dengan pemberian obat-obatan atau antbiotik dan harus ditangani dengan prosedur operasi.

Beberapa kebiasaan sepele yang ternyata bisa memicu masalah peradangan usus buntu

Pakar kesehatan menyebut ada cukup banyak hal yang sebenarnya sepele namun bisa menyebabkan datangnya peradangan usus buntu.

Berikut adalah berbagai penyebab masalah kesehatan ini yang sebaiknya kita waspadai.

  1. Sering menahan buang angin

Banyak orang yang sengaja menahan kentut karena berada di acara penting atau di tengah-tengah orang lain sehingga tidak ingin mengganggu. Meski terlihat sebagai hal yang sepele, hal ini ternyata bisa berimbas buruk bagi kondisi pencernaan, khususnya usus. Banyaknya udara yang menumpuk di dalam usus bisa saja membuat bagian kotoran yang akhirnya memasuki usus buntu dan memicu peradangan.

  1. Hobi makan gorengan

Tak hanya meningkatkan berat badan atau risiko terkena penyakit kardiovaskular, hobi makan gorengan ternyata juga bisa meningkatkan risiko terkena peradangan usus buntu. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan karsinogen di dalamnya. Selain itu, gorengan juga tinggi lemak jahat yang bisa menurunkan kesehatan pencernaan.

  1. Hobi makan makanan dibakar

Makanan yang dibakar memang memiliki rasa yang nikmat untuk dikonsumsi, namun kandungan karsinogen atau penyebab kankernya cukup tinggi. Hal ini berarti, jika kita terlalu sering mengonsumsinya, risiko untuk terkena kanker dan penyakit lain seperti radang usus buntu bisa meningkat.

  1. Sering jajan sembarangan

Jika kita sering jajan sembarangan di tempat-tempat yang kotor atau tidak higienis, bisa jadi kita akan memasukkan berbagai macam bakteri penyebab penyakit, termasuk yang menyebabkan datangnya masalah radang usus buntu.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi