Waspada, Hobi Makan Manis Bisa Tingkatkan Kolesterol

kue-manis-doktersehat
Photo Source: Flickr/jonathanmcintosh

DokterSehat.Com– Makanan atau minuman manis seringkali dikaitkan dengan peningkatan berat badan dan risiko diabetes. Padahal, dalam realitanya makanan dan minuman manis juga bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Salah satu dampak dari kebiasaan mengonsumsinya adalah meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida dengan signifikan.

Kaitan antara gula dengan kolesterol

Pakar kesehatan Miriam Vos, MD yang berasal dari Atlanta Emory University melakukan sebuah penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi gula berlebihan memang terkait dengan masalah kolesterol tinggi. Sebagai informasi, masyarakat Amerika Serikat memang cenderung suka dengan makanan manis. Padahal, kasus kolesterol tinggi di negara ini cukup tinggi.

Vos menyebut konsumsi gula tambahan ternyata bisa membuat kenaikan kadar kolesterol jahat dan trigliserida dengan signifikan. American Heart Association menyebut konsumsi gula harian sebaiknya dibatasi maksimal sekitar 100 kalori atau sekitar 6 sendok the saja. Sayangnya, konsumsi gula masyarakat Amerika Serikat bisa mencapai 360 kalori setiap hari.

Prof. Rachel Johnson, PhD dari University of Vermont, Amerika Serikat menyebut masyarakan Amerika memang suka mengonsumsi camilan dan minuman manis. Bahkan, konsumsi minuman bersoda di negara tersebut cenderung sangat tinggi. Hal ini berimbas pada konsumsi kalori berlebihan yang bertanggung jawab pada tingginya kasus kolesterol tinggi di negara adidaya tersebut.

Makanan lezat lainnya yang juga bisa memicu kolesterol tinggi

Selain makanan dan minuman manis seperti kue, biskuit, dan minuman bersoda, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mewaspadai berbagai macam makanan lezat lainnya yang ternyata juga bisa meningkatkan kolesterol tinggi.

Berikut adalah makanan-makanan yang sebaiknya kita batasi konsumsinya.

  1. Beberapa jenis makanan laut

Berbagai macam jenis makanan laut seperti kerang, lobster, serta udang sebaiknya tidak berlebihan untuk dikonsumsi karena cenderung tinggi kandungan kolesterol. Jika kita mengolah makanan-makanan ini dengan cara yang salah seperti dengan menggorengnya atau menambahkan mentega, maka risiko untuk terkena kolesterol tinggi dan penyakit kardiovaskular lainnya akan semakin meningkat.

Terlalu sering mengonsumsi makanan laut juga dikhawatirkan bisa menyebabkan kenaikan risiko terkena penyakit asam urat.

  1. Daging merah

Daging merah seperti daging kambing dan daging sapi tinggi kandungan lemak jenuh sehingga jika dikonsumsi terlalu sering bisa menyebabkan peningkatan kolesterol. Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengganti daging merah dengan daging ayam atau daging ikan yang jauh lebih aman. Hanya saja, kita juga harus memperhatikan cara pengolahan daging ini demi mencegah datangnya kenaikan kolesterol.

  1. Makanan cepat saji

Sering dianggap sebagai makanan gaul, dalam realitanya makanan cepat saji sangat buruk bagi kesehatan kita. Hal ini disebabkan oleh bahan-bahan dan cara pengolahannya yang bisa menyebabkan kenaikan kolesterol tubuh dengan signifikan. Melihat fakta ini, sebaiknya memang kita membatasi atau bahkan benar-benar menghindari makanan cepat saji layaknya burger, pizza, kentang goreng, dan lain-lain.

  1. Hati sapi

Berhati-hatilah jika mengonsumsi hati sapi. Meskipun memiliki rasa yang enak, di dalam 100 gram hati sapi terdapat sekitar 564 mg kolesterol! Mengonsumsinya terlalu sering tentu saja akan menyebabkan kenaikan risiko terkena penyakit jantung.

  1. Es krim

Jika kita mengonsumsi satu mangkuk es krim, maka kita sudah mendapatkan 4,5 gram lemak jenuh. Jumlah ini bisa memicu kenaikan kolesterol dengan cepat. Selain itu, bahan utama es krim seperti susu tinggi lemak dan minyak nabati terhidrogenasi memang bisa menyebabkan kenaikan kolesterol dengan signifikan. Karena alasan inilah sebaiknya memang kita tidak berlebihan dalam mengonsumsinya.